The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 6


__ADS_3

"Tenang dulu, aku masih punya kabar baik lainnya."


Ha! "Apa, ayo cepat katakan."


"Eng...ing...eng!"


Cring!


Mengyue mengeluarkan kotak hitam keemasan yang dibawanya. "Neh, dengan ramuan ini kamu bisa menjelma ke wujud manusia."


"Aaa!" Kireni tercengang. Kotak berlambang Naga, "bagaimana caramu mencurinya?" Cari mati si Mengyue dalam hati Kireni ketakutan tidak berani menerima kotak.


Pletak!


"Aduh," jerit Kireni, tiba-tiba Mengyue menjitak kepalanya.


"Makanya jangan suka menuduh sembarangan!" Ketus Mengyue.


"Kalau kamu minta pun, tidak mungkin dikasi. Mau bertarung dengan Naga, dengan ular saja kamu kalah."


"Kamu tenang saja, aku tidak mencuri apalagi bertarung. Pangeran ketiga Putra Dewa Naga sudah lama naksir aku jadi dia memberinya sebagai hadiah," jelas Mengyue tersenyum malu.


"Oh, cuit-cuit. Apa kamu akan segera melahirkan bayi-bayi Naga?" Kireni menggoda Mengyue.


"Cis, kamu ini pikirannya omes banget. Pernikahan campuran biasanya bayi yang lahir mengikuti darah keturunan ibu, kemungkinan aku akan tetap melahirkan bayi-bayi Rubah," terangnya.


Hehe. "Sayang sekali bangsa Bangau tidak seperti bangsa Rubah bisa menikah dengan bangsa Naga, hah!" Kireni mengeluh lemas.


"Kenapa? Bukankah semua bangsa Peri bisa menikah dengan bangsa apa saja, yang penting saling suka?" tanya Mengyue heran.


"Benarkah? Tapi kata Ayah, Bangau hanya boleh menikah dengan Bangau," jawab Kireni.


Kenapa bangsa Bangau banyak sekali peraturan ya.


Dalam hati Mengyue menatap heran pada Kireni. "Lalu untuk apa kamu mencari Pangeran Poenix kalau memang tidak boleh menikah. Aku rasa kamu telah sengaja dibodohi Kiren, makanya di sekolah belajar yang pintar."


"Tidak begitu Mengyue. Menurut tradisi bangsa Bangau, perempuan tidak perlu rajin belajar. Hanya perlu pandai menari dan bermain masak-masakan. Sudah begitu sejak dahulu, secara turun temurun," jelas Kireni membela bangsanya.


"Cis, nah itu namanya pembodohan Kiren. Perempuan juga harus pintar dalam mata pelajaran lainnya, biar tidak mudah ditindas kaum pria."


"Baiklah! Ajari aku teleportasi dulu, setelah bertemu Pangeran aku akan kembali ke sekolah dan rajin belajar."


"Ya, begitu baru benar. Pertama-tama kamu minum dulu ramuan ini, kita lihat apakah manjur."

__ADS_1


"Kamu simpan saja, tidak akan berhasil," tolak Kireni.


"E eh, jangan pesimis gitu."


"Aku sudah beritahu kamu bahwa aku bisa berubah ke wujud manusia, nanti saat berusia 3000 tahun. Sekarang aku baru 900 tahun, jalan nadi Periku masih terkunci. Tidak paham kah kamu Mengyue!"


"Iya, aku tau. Tapi jahat sekali itu yang ngunci jalan nadi seorang Peri. Itu hak asasi kita Kiren, kamu benar-benar telah didzolimi. Masa nerima gitu aja, pasrah." Mengyue benar-benar kesal dibuatnya.


"Itu Ayahku, Mengyue. Katanya untuk melindungiku dari hal-hal yang buruk."


"Aneh, benar-benar aneh bangsa Bangau. Kami bangsa Rubah bisa kapan saja bahkan Rubah yang baru lahir sekalipun. Tapi ini Pil ajaib dari Dewa Naga, yakin kamu tidak ingin mencoba nya. Kalau bisa sekarang kenapa harus menunggu 3000 tahun. Bagaimana kamu menemui Pangeran dengan Wujud burung sementara dia berwujud manusia. Bisa-bisa kamu mati dipanahnya, aku dengar gosip dari istana langit. Bahwa di Bumi, Pangeran punya kegemaran berburu."


"Ah, benar begitu Mengyue. Aduh, aku jadi takut." Kireni bergidik ngeri.


"Makanya, kalau ingin jumpa Pangeran kamu harus bisa menjelma ke wujud manusia." Mengyue memberi semangat biar Kireni pintar, tidak lagi bisa dibodohi.


"Apa setelah itu aku masih bisa kembali ke wujud Bangauku?"


"Tentu saja bisa. Kalau jalan nadi Peri telah terbuka, kapan saja kamu bisa berubah ke bentuk apa saja yang kamu inginkan."


"Baiklah Mengyue, demi Pangeran aku akan meminumnya." Lalu Kireni menelan Pil pemberian Mengyue.


"Gimana rasanya?" tanya Mengyue.


"Ini ramuan obat Kiren, bukan cacing goreng atau asinan katak buatan ibumu."


Hehe. "Sekarang cepat, ajari aku bagaimana caranya menjelma jadi Manusia?"


"Pikirkan saja sendiri."


"Astaga, Mengyue. Kamu sedang nge-prank aku."


Haha dasar oneng, Mengyue tertawa. "Fokus pada pikiranmu bahwa kamu ingin berubah wujud, itu sangat mudah masa kamu tidak tau. Setiap Peri bisa melakukannya otomatis," jelasnya.


Kireni memejamkan mata, lalu cring! Keajaiban pun terjadi.


Hahaha, Mengyue kembali tertawa." Lain kali tidak perlu memejamkan mata," ujarnya semakin terbahak-bahak kala melihat wujud Kireni seperti bocil berusia 10 tahun dalam bentuk manusianya.


"Bagaimana Pangeran akan tertarik padaku dengan wujud seperti ini mengyue, aku ingin cantik dan tinggi seperti kamu. Bisa tidak kita tukaran."


Tidak dipungkiri Mengyue, wajah Kireni sangat cantik. "Wujud sudah bawaan lahir Kiren, tidak bisa ditukar-tukar. Ini karena kamu masih bocil, tunggu seiring waktu. Kamu akan tumbuh menjadi putri Bangau yang berparas rupawan. Dari kecil sudah kelihatan, pantas saja nadimu dikunci. Itu agar wujudmu ini tidak dilihat oleh pangeran dari bangsa lain selain bangsa Bangau."


"Begitukah? Jadi berapa lama harus menunggu agar bisa seperti kamu, kalau seperti ini sama saja Pangeran tidak akan tertarik padaku."

__ADS_1


"Sebagai manusia setidaknya kamu punya kesempatan melihatnya dari dekat tanpa takut mati dipanah atau kamu mau menunggu sampai dewasa. Keburu dia kembali ke langit lalu menikah, aku dengar Pangeran telah bertunangan dengan Peri bunga yang terkenal dengan kecantikannya."


"Oh, tidak. Itu mimpi buruk yang mengerikan bagiku. Ayo sekarang cepatlah ajari aku ilmu teleportasi."


"Tunggu! Kamu kembali dulu ke wujud bangau, bisa tidak!" Seru Mengyue.


"Baiklah." Kireni memejamkan mata lagi, cring! Ia pun kembali ke wujud Bangau, "yes sukses." Kireni dan Mengyue sama-sama terpekik senang.


"Ternyata mudah sekali," ujar Kireni takjub pada dirinya sendiri.


"Tentu saja mudah, kamu saja yang mau dibodohi. Aku bilang tidak perlu menutup mata dan ingat saat ingin berubah ataupun menghilang jangan sampai ada yang melihat. Terutama manusia, ntar dikira setan kan gak enak. Derajat Peri lebih tinggi dari para demit itu."


"Baiklah Mengyue, aku akan mengingatnya. Oke, pelajaran selanjutnya."


***


Di pesawat menuju negara J, Dewa tertidur pulas begitu juga Baim yang duduk di seberangnya namun tiba-tiba, gubrak! Pesawat yang mereka tumpangi mendadak oleng.


Dewa terbangun, "ada apa?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur


"Mungkin pesawat menabrak awan bos," jawab Baim menduga-duga, ia juga ikut terbangun karena kuatnya guncangan.


Oh, Dewa terpana melihat ada seekor burung di atas sayap pesawat sedang menatapnya, sangat menakjubkan. Benar-benar burung yang cantik. "Lihat itu Baim, ada burung!" teriaknya memanggil Baim.


Ha! "Mana, bos?" tanya Baim penasaran. Namun saat Dewa menoleh lagi, burung sudah tidak ada. "Ah, hilang." gumamnya.


Ngigau kali si bos, masih mimpi dia dalam hati Baim teringat si Bos satu malaman gak tidur. Mungkin karena kelelahan bertempur jadi halu, hihi senyum Baim


"Benar Baim, tadi ada burung." Ketus Dewa, gak senang melihat reaksi Baim seolah mengejeknya.


"Iya Bos, maaf. Saya percaya," jawab Baim pasang tampang serius.


Co pilot keluar dari fligt deck menemui Dewa lalu menunduk hormat. "Maaf Tuan, barusan ada kawanan burung jatuh mengenai pesawat mengakibatkan guncangan. Kebetulan ini musim migrasi bagi Bangau bagian barat ke bagian timur, tapi anda jangan khawatir tidak ada kerusakan pada pesawat," lapornya.


"Dengar itu Baim, benar kan memang ada burung," ujar Dewa pada Baim, si Asisten ngeyel.


"Jadi anda sudah mengetahuinya, Tuan?" tanya Co pilot kagum, hebat juga Pak Dewa bisa cepat tanggap.


"Iya, barusan saya melihatnya bertengger di atas sayap pesawat," jawab Dewa dengan polosnya. Co pilot memandangnya heran.


Sementara Baim harap maklum manahan senyuman.


***tbc

__ADS_1


Like, komen and share, jumpa lagi thanks 👍


__ADS_2