
Cis, Kireni merengut membaca komentar yang mengagumi Paman Dewanya.
Kehebohan terjadi sepanjang jalan protokol Jkt Pusat, saat Limousine masuk jalur umum.
"Ada Limousine di pusat kota suatu kejadian langka wow," teriak orang-orang berkerumun seperti melihat meteor jatuh.
Seketika terjadi kemacetan, Limo dihadang mobil, motor, sepeda bahkan pejalan kaki yang norak kayak gak pernah lihat Limousine.
"Emang gak pernah ya kan, mana ada di negara I yang pernah punya," jawab mereka tetap merapat mengeluarkan ponsel masing-masing.
Tok tok tok.
"Om! Bentar dong kita mau selfi," orang-orang berteriak dari luar.
"Ini kan Mobil yang baru di upload akun Soraya," pekik satu orang, semua melihat ke sosmed masing-masing.
"Iya benar!"
"Soraya Soraya, Soraya!" Panggil mereka teriak ramai-ramai.
"Buka kaca dong, mau melihat abang tampan sama dek bayi kembar please."
Tok tok tok!
Mereka mengintip lewat jendela tapi kecewa tetap tidak bisa melihat ke dalam, ah. "Soraya, buka kaca jendelanya dong!"
Bodyguard Dewa yang bertindak sebagai supir, kewalahan mau maju gak bisa, mundur juga gak bisa
Ckrekk ckrekk ckrekk!
Kamera blitz tak henti-henti mengambil gambar, tidak perduli pada yang punya mobil setuju atau tidak.
"Kita tidak bisa lewat, gimana neh Pak," keluh Baim pada bosnya.
"Minta tolong polisi mengatur jalan," titah Dewa.
*
Sirine polisi meraung-raung membuka jalan bagi Limousine, orang-orang bukannya minggir malah semakin merapat tidak mau ketinggalan mengikuti iring-iringan. Pada penasaran mau dibawa kemana ini mobil keren, panjangnya dua kali lipat dari bus Transjekate. Lengkap dengan kolam berenang ada helikopter, beberapa sport car yang bisa dilihat jelas dari kaca transparan di tingkat atas Limo.
"Bapak-bapak, ibu-ibu pengguna jalan sekalian. Silahkan bubar, bubar, bubar! Ini bukan cuma jalan nenek moyang kalian, berikan juga jalan bagi mobil Limousine. Mereka juga mau lewat mengejar waktu."
__ADS_1
Polisi menggunakan pengeras suara, menghalau rakyat biasa bercampur dengan para pejuang rupiah yang mencari nafkah lewat konten.
"Pak minta ijin sama pemiliknya dong, mau wawancara dikit aja. Akun saya seratus juta subscriber lho Pak, pasti populer please! Jangan khawatir bagian bapak pasti dijamin, ting!" Mohon satu orang konten Kreator yang lumayan terkenal, mengedip mata pada Pak polisi.
"Tidak boleh!" Bentak Pak Polisi tegas.
Seenaknya saja main mata, memangnya kita penyuka sesama jenis, ih amit-amit.
Pak polisi melotot pada si konten kreator. "Tanpa wawancara juga sudah viral, apa anda tidak lihat! Sampai macet begini." Masih membentak, tidak lupa menyebutkan pasal mengganggu kinerja polisi serta hak privasi orang lain.
"Kalau mobil ini lecet sedikit saja, tagihan biaya servisnya anda yang mau tanggung!" Lanjutnya berkata tegas pada semua orang yang masih berdesakan.
"Huh, mobil keren gak ada asuransinya apa!" Si konten Kreator mengeluh, memilih mundur.
*
Sementara itu di dalam Limousine.
"Ternyata Negara I lebih keren dari Negara A, aku ingin tinggal disini selamanya," celetuk Sebi senang, merasa dirinya seorang selebritis seperti yang selalu ada di angan-angannya. Apalagi kalau ke Mall, dia paling suka tuh dikerubutin massa yang gemas melihat dirinya.
"Aku mau tinggal di negara I asalkan ada Kak Kiren," sambung Duta. "Tapi aku tidak suka keramaian, itu sangat mengganggu privasiku," lanjutnya menggelengkan kepalanya tidak sependapat dengan Sebi.
"Repot juga punya Limo, gak bisa cepat sampai kalau mau pergi sekolah bisa terlambat," gumam Moni. Merasa perlu meninjau ulang, apakah keinginannya meminta Limousine pada Papa Bram dibatalkan saja.
Berlima mereka berdiri di jendela melihat orang-orang yang bejibun mengelilingi Limousine Paman Dewa.
Mendengar itu Sora mendelik, oh tidak jangan sampai batal dalam hatinya.
"Moni and Choi! Limousine tidak salah yang salah itu penduduknya. Kalau mau beli jangan di negara I, orang-orangnya memang katrok. Kalau di negara A sudah biasa melihat Limo, tidak akan membuat jalanan jadi macet. So please, minta Papa belikan ya." Sora memohon sambil mengatup kedua tapak tangannya.
"Nggak ah! Kalau Papa jatuh miskin gara-gara beli Limousine, yang dijual oleh Nena ke pasar saham itu kami berdua tante, ngerti!" Ketus Moni.
"Fruufht."
Dewa dan orang dewasa lainnya tak kuasa menahan senyuman.
"Cis," dengus Sora.
"Hum," lalu buang muka.
"Aku akan menghapus photo kalian berdua dari akun media sosialku," ancamnya.
__ADS_1
Sora tau Bram dan Kiara tidak suka bayi-bayi mereka populer, jadi Choi dan Moni menumpang di akunnya karena mereka dilarang keras punya sosial media
Benar saja Moni and Choi mendelik. "E ee, iya baiklah!" Ujar mereka berbarengan.
"Yes," pekik dalam hati Sora.
"Hu!" Moni dan Choi bernafas lega.
Hanya Kireni yang kelihatan khawatir melihat banyaknya manusia fana norak yang mengerubuti mereka.
Oh ini tidak bisa dibiarkan, berdesakan dijalan raya. Apa tidak takut kelindes, hah.
Batinnya menarik nafas keras, mulutnya sudah gatal ingin membaca mantra.
"Ada apa Kiren?" tanya Dewa melihat gadis kecilnya dari tadi gelisah melihat ke orang-orang yang berjubel.
"Aku ingin menyihir pulang semua orang-orang itu ke rumahnya masing-masing, agar terhindar dari bahaya!" Kireni berkata emosi.
Mendengar kata sihir, kelima bayi yang nemplok di kaca jendela serentak menoleh padanya, tidak ketinggalan Sora serta asisten Baim. Sitters dan juga bodyguards, mereka termasuk orang-orang yang penasaran melihat Kireni memang berbeda dari anak manusia pada umumnya.
Soraya memang cantik alami versi manusia bumi, bayi-bayi juga cute dan menggemaskan. Siapa yang tidak kagum dan gemas melihat mereka. Tapi Kiren berbeda, seperti bidadari yang turun dari langit. Wajahnya memancarkan cahaya putih bersih bersinar, bahkan sitters yang sudah pakai krim kinclong dari Alisha pun kalah shining.
"Bagaimana caranya Kak Kiren?" tanya Sebi dengan suara nyaringnya.
Gleg.
Merasa semua mata tertuju padanya, Kireni meneguk liur memutar bola mata malas.
Oh, bagaimana ini.
"Dengan mantra Wingardium Leviosa wus!" Choi bercanda, menggerakkan tangannya mengikuti cara Hary potter. Film sihir kesukaan Papa Bram yang sering ditontonnya berulang-ulang.
"Memangnya Kak Kiren punya mantra, coba saja." Desak Moni yang juga menyukai Harmoine. "Confundus Charm, wus!" Ucapnya menirukan tokoh sihir idolanya itu.
Ais, Kireni ingin menggali lubang dan masuk kedalamnya agar terhindar dari masalah mantra.
Ayolah Ka Kiren! Cepat baca mantra, biar kita bisa lewat." Sevi gak sabar lagi.
Dutta merasa kasihan pada Kakak cantiknya. "Kalian jangan paksa Kak Kiren, kalian juga gak punya mantra sihir kan." Marahnya pada bayi-bayi perempuan.
***tbc.
__ADS_1
Like, komen and Share, 👍.