The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 27


__ADS_3

Apa gak bahaya itu batin Kireni, dia pernah browsing bahwa mobil tabrakan bisa mengakibatkan ledakan.


Brak!


Baru saja diingatin saat mau jalan, mobilnya ditabrak satu bayi dari belakang, satu dari samping. "Ee..eee..eee," satu bayi lagi dari depan kesusahan ngerem mobilnya.


Siapa mereka berani menabrak mobilku, minta dihajar.


Batin Kireni. "Hei! Kalian berani keroyokan, mau cari gara-gara denganku?" marahnya. Pada hewan buas aja dia gak takut apalagi sama bayi-bayi lemah.


"Hahahaha," bayi-bayi malah tertawa.


"Dimarah malah tertawa, apanya yang lucu!" Semprot Kireni. Dia gak boleh keder sama anak-anak bumi. Karena mereka fana dan dia abadi, tidak akan mati kecuali hari Kiamat.


"Kamu sangat cantik Kakak," ujar satu bayi menggoda Kireni, bayi yang tadi menabraknya dari depan.


Kireni memindai ada tiga bayi lebih besar usianya kira-kira satu tahun tiga bulan, dua bayi lebih muda kira-kira berusia satu tahun.


Mukanya serupa semua lagi, bagaimana ada dua muka serupa bahkan ada yang tiga muka serupa. Enaknya jadi manusia bisa nemu yang serupa dengan wajah kita, tapi bagaimana cara orang-orang membedakannya.


Kireni jadi pusing, bagaimana hal ini bisa terjadi pada manusia fana. Pada bayi hewan abadi juga ada, itupun masih bisa dibedakan. Apalagi kalau sudah tumbuh bulu semakin kelihatan lagi perbedaannya.


"Nyetir yang benar dong, kamu menghalangi jalanku," ujar satu bayi yang di belakang.


Astaga.


Baim datang menghampiri, dia juga terpukau melihat kelima bayi. Masing-masing kembar tiga dan kembar dua, ah jadi pengen nikah dalam hatinya.


"Main yang tertib ya anak-anak, tempat masih lebar," ujar Baim coba melerai mobil tiga bayi kembar yang mengelilingi mobil Kireni.


Benar-benar pusing neh kalau aku yang jadi bapaknya, mirip banget sama persis.


"Kalau gak nabrak gak seru, Om!" jawab bayi yang lagi ditarik Baim mobilnya agar tidak terhalang mobil Kireni.


Baru kelihatan alisnya beda, "Kamu anak laki-laki?" tanya Baim.


"Nah itu si Om pintar," jawab si bayi santai.


Oh my God, Baim pusing menghadapi bayi-bayi. Lebih baik disuruh berkelahi, si bos tega amat.

__ADS_1


Kireni memindai ke dalam popok bayi hihi, ternyata memang jenisnya laki-laki. Ada belalainya tapi kecil, tidak seperti Pangeran..auw! Kireni tersipu malu.


Tapi wajahnya kenapa bisa sama persis dengan dua bayi cewek yang lebih tinggi dari dua bayi cewek lainnya?


"Hai! Maafkan adik-adikku ya," sapa satu cewek yang lebih tinggi dari kelima bayi, hampir setinggi Kireni malah.


Syukurlah ada anak yang seusia denganku, dalam hati Kireni gak jadi marah karena bertemu teman sebaya. "Apa mereka selalu begitu nakal?" tanyanya.


"Hehe, kamu baru ya. Gak papa, lama-lama juga terbiasa mainnya. Ini tuh seru tau, kalau kita balapan terus nabrak jadi lucu aja," ujarnya ramah.


Ih, bukankah itu berbahaya, Mobil nabrak bisa meledak lho."


Hahahaha, kelima bayi tertawa mendengar perkataan Kireni.


"Jangan khawatir, ini mobil listrik tegangan rendah. Tidak ada bahan bakar minyak atau sering dipanggil BBM," jelas gadis seusianya itu.


"Oh begitu," Kireni manggut-manggut


"Iya, nama kamu siapa? Aku Soraya panggil aja Sora," gadis seusianya mengulurkan tangan.


Kireni menerima uluran tangan pada teman barunya. "Namaku Kireni, panggil aja Kiren," jawabnya tak lupa tersenyum.


"Anak buah, main yang tertib ya! Kak Kiren masih baru, masih belum biasa main kasar!" Sora suara lantang melajukan mobil balapnya.


"Siap bos," jawab kelima bayi suara tenggelam di dalam dodot, serentak mereka meluncur ke tengah arena.


Disusul Kireni yang diam-diam menggunakan mantra menjaga keselamatan bayi-bayi yang masih pake popok tapi sok-sokan jago.


Kelima bayi merasa aneh, kenapa mereka semakin ahli mengemudi. Tidak ada lagi tabrak-menabrak, balapan jadi semakin menyenangkan.


Dua orang bodyguard Baby Moni dan Choi juga merasa aneh, remot kontrol yang ditangan mereka menjadi tidak berguna. Bayi yang diasuhnya secara ajaib bisa nyetir dengan baik, padahal usia masih setahun. Dua minggu yang lalu adalah ulang tahun mereka.


Keduanya pandang-pandangan. "Apakah alatmu berfungsi?" tanya satu bodyguard pada temannya.


"Hm," temannya menggeleng.


"Cepat, siaga satu!"


Kedua mereka segera melompat ke tengah arena, dengan sikap siaga penuh menjaga jangan sampai Nona Muda mereka kenapa-napa.

__ADS_1


Ketiga bodyguard Baby Lara saling pandang melihat kedua bodyguard Baby Moni and Choi masuk ke arena, jadi ikutan masuk juga.


"Apakah ada yang membajak sistem?"


Gerak cepat salah satu dari mereka segera menghubungi tenaga IT grup WJ.


***


Di Ball room acara akad nikah sedang berlangsung. Claudia gak konsen duduk di satu bangku tunggu, wajahnya terhalang tirai cantik bermotif renda.


Tidak ada gadis kecil seperti yang katakan Mama, apakah ada wartawan yang sempat melihatnya.


Mata nanar mencari-cari, Claudia benar-benar dibuat penasaran. Dewa dikawal dua bodyguard naik ke mimbar sangat tampan, spot ligt tak henti-henti mengambil gambarnya.


Setelah selesai dengan segala formalitas, hakim nikah mempersilahkan Dewa dan Tuan Santoso berjabatan tangan. Dengan dipandu hakim, kedua orang sukses melafazkan bacaan ijab dan kabul masing-masing. Hanya satu kali langsung lancar.


"Bagaimana saudara-saudara saksi, sah?" tanya hakim nikah pada saksi-saksi.


"Sah...sah...sah," jawab saksi bersautan.


Selanjutnya Claudia dibawa naik ke mimbar, berdandan sangat cantik bagi semua yang memandang terpesona. Dewa sempat terpukau, pangling melihat wanita yang telah resmi jadi istrinya itu.


Sebaiknya jangan sering-sering jumpa biar gak cepat bosan.


Dalam hatinya tersenyum pada Claudia yang duduk di sampingnya, wajahnya tertutup selayar warna senada dengan kebaya.


*


Dewa dan Claudia masing-masing mengucap janji suci pernikahan, tidak ada senyum di wajah keduanya tandanya mereka pasangan yang berbahagia. Claudia mencium tangan suaminya jadi gak selera, Dewa mencium kening istrinya ala kadarnya.


Dewa bukannya gak senang dengan pernikahan ini, sikap aslinya ya memang begitu. Kalem no ekspresi di samping memang dia terpaksa menikah, pertama karena orang tuanya mendesak dengan pilihan mereka, kedua karena skandal.


Yang membuat heran keluarga, ya sikap Claudia yang biasanya ceria kenapa tiba-tiba murung justru di hari bahagianya. Sebelum hari H semangat, setelah hari H malah cemberut.


Gimana gak cemberut, hatinya deg degan gak tenang menunggu setiap detik berikutnya.


Apakah akan ada wanita dari masa lalu Dewa yang datang ke acara pernikahan, apakah akan ada berita mengenai gadis kecil yang dikatakan Mama. Anehnya, kenapa tidak dikenalkan padanya? Tidak ada photo keluarga kah antara dia, Dewa serta anaknya.


***tbc

__ADS_1


Like, komen, vote and share, thanks 👍


__ADS_2