The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 70


__ADS_3

Berita mengenai banyaknya turis lokal maupun luar yang akan mengunjungi Negara I menjadi pantauan utama bagian Dinas Tata Kota, khususnya bagi pemerintahan daerah Jkt pusat.


Jalan baru dan jalan protokol yang saat ini sedang viral disebabkan kehadiran seorang bayi penyihir di dunia nyata, menjadi tujuan utama para penyuka traveling maupun yang tidak suka karena pelit takut uangnya habis terbuang sia-sia.


Tapi demi melihat bayi penyihir, sebagian orang-orang pelit itu tidak keberatan membelanjakan uang yang ditabungnya selama puluhan tahun.


Begitu juga bagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Di layar lebar kantor BMKG bagian ibu kota Jkt pusat tiba-tiba menunjukkan perubahan udara dan arah angin yang signifikan bahkan terdeteksi ekstrim.


"Awan bermuatan listrik dari daerah asia timur laut kelihatan bergerak sangat cepat ke arah asia tenggara, awan ini adalah awan dengan ketinggian tingkat menengah yang membawa hujan dan petir. Fenomena semacam ini tidak pernah terjadi sebelumnya dimana ada awan lari mengebut seperti dikejar setan," kata kepala BMKG yang bertugas malam itu membuka mata dan pikirannya lebar, agar bisa mencerna apa yang dilihatnya di depan layar. Segera para petugas yang berjaga malam ikut berkumpul di belakangnya.


"Awan ini seperti ada yang mengendarainya dengan kecepatan maksimal!" seru satu petugas.


"Jika ditarik garis lurus mengikuti arah lajunya, awan akan mengarah ke Negara I dan akan melewati daerah Jkt pusat," kata ketua lagi.


O


"Teman saya yang sedang berada di daerah jalan Baru dan jalan protokol merasakan angin berhembus tidak biasa, Pak Ketua." Satu petugas berkata sambil menunjukkan vidio yang dikirim oleh temannya baru saja.


"Oh."


Tidak ada yang tidak membuka mata dan mulutnya lebar melihat layar ponsel si petugas. "Apakah bayi penyihir akan membuat ulah lagi, menyapu semua orang-orang yang berkerumun itu agar pulang ke rumah masing-masing," celetuk yang lainnya.


Ketua memandang ke layar bergantian ke anggotanya. "Cepat berkumpul, kita online meeting memberi peringatan pada masyarakat!"


Menyadari adanya bahaya, semua anggota kalang kabut mengambil duduk di tempatnya masing-masing. setelah tersambung ke bagian tata kota, bagian kelautan, agraria dan badan terkait lainnya. "Siaran langsung segera dimulai," suara bagian penyiaran membuka telekonfrens


*


Keadaan jalan Baru dan jalan Protokol walaupun banyak masyarakat yang pulang tapi masih banyak dari mereka yang ngeyel, para pengamen bernyanyi sepanjang jalan mau menghibur masyarakat atau dirinya sendiri gak taulah.


Yang jelas mereka juga tidak tau mau pulang kemana, yang penting bersuka ria menikmati angin dingin yang menerpa kulit wajah mereka.


🎶Oh sepia..malam ini ku takkan pulang..🎶


Mereka bernyanyi penuh penghayatan.

__ADS_1


*


Setelah mendapat peringatan dari BMKG, Dinas bagian tata kota daerah Jkt pusat khususnya, turun ke jalan dengan tergesa menggunakan pengeras suara berteriak sepanjang jalan yang dilaluinya.


Karena masih trauma dengan kejadian kemarin, Pihak Kepolisian tetap tidak berani turun ke jalan. Firefighter ( Pemadam Kebakaran) bekerja sama dengan Dinas Angkatan Darat dikerahkan untuk menertibkan daerah jalan Baru dan Jalan Protokol untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan.


"Laporan dari BMKG, ada awan yang membawa hujan dan petir menuju ke Asia tenggara yang akan melewati Negara I yaitu daerah Jkt pusat khususnya dalam waktu sepuluh menit ke depan. Ayo Bapak-bapak, ibu-ibu bawa anak-anaknya pulang. Adek-adek, kakak-kakak, om dan tante, kakek dan nenek, silahkan pulang dengan tertib ke rumah masing-masing ya."


Mendengar peringatan dari Bagian Dinas tata kota masyarakat menunjukkan berbagai macam reaksi, bagi mereka yang ketakutan segera mengambil langkah seribu, bagi yang biasa saja mereka tetap duduk santai di tenda-tenda gerobak penjual pinggir jalan. "Silahkan Abang-abang, Mbak-mbak, sayangi nyawa anda." Petugas menegur pada orang-orang yang sedang makan dengan lahapnya.


"Ayo bang," ajak satu cewek pada cowoknya.


Si cowok memandang gak senang pada petugas. "Kita lapar banget, Pak. Satu jam menunggu barulah dapat, bentar yaa. Habis makan kita pulang deh, Ayang saya sudah dari kemarin-kemarin ngidam makan Sebelak buatan Bapak ini," ujarnya menunjuk si penjual.


Si penjual tersenyum senang karena malam ini dagangannya laris manis, tapi jadi kesal dengan kehadiran petugas Dinas Kota. Kalau pelanggannya di suruh pergi sebelum mereka selesai makan, sudah tentu dirinya tidak akan mendapatkan uang pembayaran. "Pak ajal itu di tangan Tuhan, masa takut sama hujan dan geledek. Artinya bapak tidak percaya sam...," belum habis dia berkata.


"DUARRR!!!!"


Terdengar suara petir menggelegar dari langit, pedagang yang tadi berkata sombong seketika pingsan tak sadarkan diri. Semua orang tertegun seperti sapi ompong, si cowok yang sedang makan dengan ceweknya tersedak oleh makanan yang belum sempat ditelannya.


Bagi mereka yang telah pulih kesadarannya seketika lari tunggang langgang memilih pulang, si cowok yang tercekik karena tersedak akhirnya ditinggalkan oleh ceweknya.


"Yang tunggu!" Si cowok menahan tangan ceweknya.


"Aaaa lepas, kita putus!" Si cewek menghempas tangan si Cowok.


Gedebuk! Si cowok pingsan di samping penjual.


"Hei, ayo bantuin angkat dong!" Kata satu petugas dari Dinas kota yang bertugas pada temannya.


"Tinggalkan saja mereka orang sombong, lihat awan semakin tebal dan langit semakin gelap," kata temannya tidak perduli takut kena kualat.


Hais.


"Kita petugas keselamatan Pak, digaji untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan." Keluh si Petugas pada temannya yang kabur.

__ADS_1


"Saya akan membantu Bapak," kata seorang konten Kreator mendekatinya.


Bersama teman kolaborasinya yang sedang siaran langsung, tidak menunggu lima detik akun mereka diserbu oleh berjuta-juta netizen dari seluruh dunia.


"Wow!" Tulis beberapa komentar.


"Hei, suara petir yang dahsyat, hati-hati bang."


"What the hell." Netizen dari Amsterdam.


"Oh no, haruskah kita membatalkan perjalanan ke Negara I?" Tanya turis mancanegara yang sudah pasih berbahasa bertanya.


"No way, saya sudah pesan tiket. This is a best Holiday I ever had."


Negara B. "Me too."


Negara K. "Na do."


Negara S. "So do I."


Kaum Sodom. "So do me."


Si konten Kreator tersenyum pada temannya membaca komentar hampir jutaan, like ratusan juta kontan pecah akunnya meledak.


Ini grup Halilintar pun kalah haha.


"Ayo Pak, mau digotong kemana?" Tanyanya dengan mulut lebar kesamping sampai ke telinga.


Dapat rejeki berlimpah, harus berjiwa sosial kan.


"Ke mobil Dinas saja dek," kata Pak Petugas.


"Silahkan, Pak."


*

__ADS_1


***tbc


__ADS_2