
Sesampainya di kamar, Xennora malah melamun. Hampir setiap saat ia melamun sebentar ketika memasuki kamarnya sendiri. Sampai-sampai, Xennora merasa dihantui oleh pikiran-pikirannya itu. Sepertinya otaknya tak akan pernah lelah mengulang kenangan yang sama, yang bahkan tak ingin Xennora ingat sekalipun karena begitu menyedihkan.
Sekelebat ingatan mulai terputar kembali di otaknya. Tentang seorang anak perempuan yang memberikan minuman pada gadis yang lebih muda darinya, tentang gadis tadi yang terjatuh tepat dihadapan Xennora, tentang anak perempuan tadi yang menghilang tiba-tiba saat Xennora mencarinya, dan tentang ribuan tetes air mata yang Xennora keluarkan selama bertahun-tahun.
Semua itu akan terlintas jelas di pikirannya hanya jika ia memasuki kamar ini. Kamarnya sendiri, yang sialnya berisi banyak kenangan bersama orang yang ia sayangi. Itu sebabnya Xennora terkadang memilih tidur di kamar Edwin atau Leo jika salah satu dari mereka bersedia tidur di sofa, atau bahkan di kamar Xennora. Edwin dan Leo jelas tak tahu alasannya, namun mereka pernah berpikir jika Xennora takut berada di kamarnya karena terlalu luas. Kamar terluas di rumah mereka.
Xennora menggeleng pelan, berusaha menghilangkan ingatannya. Ia ingin sekali menghilangkan trauma nya terhadap kamar ini, walaupun hanya trauma ringan. Tapi rasanya sedikit memalukan jika takut memasuki ruangan sendiri, sangat aneh. Xennora berjalan menuju meja belajar nya, mengeluarkan sebuah jurnal pribadinya lalu menemukan sebuah foto tersalip di antara lembaran kertas. Xennora mengeluarkan foto itu, menatapnya tajam dimana ada seorang anak perempuan yang tersenyum pada kamera. Sisi kanan foto itu tak rapi, menandakan sebuah sobekan yang berarti ada sambungan dari foto itu.
"Ini semua gara-gara lo. Deannisa." Xennora menatap foto itu nanar, sudah bertahun-tahun Xennora berusaha mencari gadis di foto itu namun tak ditemukan sama sekali. Gadis itu benar-benar menghilang.
Lama memerhatikan foto itu membuat Xennora teringat sesuatu. Ia mengeluarkan foto pemberian Julian di saku almamater nya lalu menyadari ada hal yang aneh.
"Ini beneran Deandra Callena 'kan?" Gumam Xennora bertanya. "Benar, kok. Ini kalung yang kak Deandra pakai." Lanjut nya setelah melihat kesamaan kalung milik Deandra dan anak perempuan yang ada ditengah foto itu.
Lalu Xennora pun kembali mengambil foto yang ia temukan di depan gerbang rumahnya tadi. Sepertinya foto itu rusak, ada jejak ban mobil di belakangnya. Xennora pikir, mobil ayahnya yang baru saja pulang membuat foto ini rusak karena terseret ban mobil.
Xennora pun menjajarkan ketiga foto itu, lalu ia menghela napas pelan. Xennora menjauhkan foto yang rusak tadi darinya, dan tinggal tersisa dua foto, milik Julian dan miliknya. Kini, Xennora benar-benar menyadari sesuatu. Kenapa ia baru menyadari bahwa Deannisa memakai kalung yang sama dengan Deandra? Kalung dengan bandul bintang berwarna hitam.
Setelah Xennora perhatikan lagi, wajah mereka lumayan sama. Rambut, bentuk tulang hidung, mata yang besar, warna kulit, semuanya nyaris sama. Hanya ekspresi mereka saja yang berbeda. Deannisa terlihat lebih ceria, sedangkan Deandra menatap kamera tanpa ekspresi.
Beberapa spekulasi mulai memenuhi otaknya. Apa Deannisa adik dari Deandra? Saudara kah? Kerabat kah? Atau... Mereka anak kembar?
Terlalu banyak dugaan, Xennora menyerah memikirkan apa saja yang mungkin terjadi. Ia menjambak rambutnya kesal lalu menangkupkan kepalanya di atas meja belajar.
Drrt
Drrt
Xennora mendongak, ternyata notifikasi dari ponsel nya. Ia pun meraih ponsel yang ada di samping kanannya lalu duduk tegak. Ternyata pesan dari grupchat.
...Up Coming Actrees Eireen Delvina yeaaayyyy (10)...
EireenDelvina
Nama grup nya bikin malu sumpah :")
ErvinGhazi
Alahhhhh gak usah malu-malu dong buk
EireenDelvina
Buk buk, kak Ervin kira aku bapak kakak?
LeoEllery
Buk, kan ibu. Kenapa jadi bapak?
JulianKayden
Orang lagi galau ya gitu
HerinaZhuanshi
Hahaha iya juga yang mau pentas,, good luck ya Eireen!!
EireenDelvina
Thanks kaaak >,<
EdwinDery
Spoiler dong Reen, gimana jalan ceritanya?
EireenDelvina
Enak aja kak, biar surprise lah. Nanti kalau dikasih tahu gak akan jadi nonton nya
EdwinDery
Sans, gue udah beli tiketnya kok
SofiaRaneysha
Dari judulnya aja udah ketahuan kali kak
EdwinDery
Tapi gue masih gak ngerti, nyeritain tentang masalah? Penyesalan? Atau apa?
^^^XennoraAnesta ^^^
^^^Kykny iy ^^^
LeoEllery
Sen, plis Sen...
EdwinDery
Giliran ngejelasin sesuatu aja baru panjang lebar, kelakuan
__ADS_1
^^^XennoraAnesta^^^
^^^Ish... Sirik aj^^^
EireenDelvina
*send a picture
^^^XennoraAnesta^^^
^^^Piece Of Imagination, Sadness, Offer and Narcissus... ^^^
^^^Kayak ada yg ganjil ^^^
EireenDelvina
Hayoo tebak, teori tuh
ErvinGhazi
Serius? Gue gak ngerti tapi
EireenDelvina
Ya mikir sampai ngerti
ErvinGhazi
: (
Jadi... Tentang masalah hidup gitu?
EireenDelvina
Bukan sekedar masalah hidup
JulianKayden
Bagian dari imajinasi, kesedihan, Penawaran, dan Narcissus?
^^^XennoraAnesta^^^
^^^Wait, POISON? ^^^
EireenDelvina
Yahh ketahuan
VincaIsmene
Gak masuk otak weh
JulianKayden
Oh iya...
Piece
Of
Imagination
Sadness
Offer and
Narcissus
HerinaZhuanshi
Wahhh jadi Poison, keren keren
RevaneaEmillio
Eh denger denger ini teater musikal pertama sekolah kan. Berarti... Kak Eireen bakalan nyanyi dong?
SofiaRaneysha
HAHAHAHAHA Emang woy! Kalian tahu gak? Semaleman dia latihan di kamar gue sampai nyaris tidur jam 4 pagi!
HerinaZhuanshi
Hah serius? Berarti lo nanti nyanyi di pentas? @EireenDelvina
EireenDelvina
Iya kak :')
JulianKayden
Demi apa Eireen?!
__ADS_1
VincaIsmene
Iya kak, beneran. Percaya gak lo? Hahaha
Tadi aja di kelas sampai teriak teriak gak jelas gara-gara salah mulu
JulianKayden
Gak habis pikir gue Reen ngebayangin nya hahaha
^^^XennoraAnesta ^^^
^^^BTW.... ^^^
^^^Ft yg rsk bs dprbaiki lg g? ^^^
RevaneaEmillio
Maaf kak, tapi aku cuma ngerti 'yang' sama 'gak' doang
LeoEllery
Sen, gue udah ratusan kali dapet pesan dari lo, tapi gue gak pernah ngerti sama bahasa lo itu
^^^XennoraAnesta ^^^
^^^Ck,,, foto yang rusak bisa diperbaiki lagi gak? ^^^
ErvinGhazi
Rusak kayak gimana?
^^^XennoraAnesta^^^
^^^*send a picture^^^
VincaIsmene
Gue tau Sen! Ada tempat fotocopy di deket sekolah. Nah di sana lo bisa dapet foto yang lo maksud dengan jelas
^^^XennoraAnesta^^^
^^^Antr gw bsk ^^^
VincaIsmene
Okay,,
Oiya Fi, ajarin sepupu lo itu nyanyi deh sebelum telinga gw rusakk
SofiaRaneysha
Sans, dia punya tutor terbaik di negara ini
EireenDelvina
Berisik banget sumpah Ca
Ya gak gini juga kan grup jadi sepi
Woy
Ck, Yaudah
Xennora tersenyum tipis melihat balasan Eireen. Mengingat tadi katanya Julian memberikan pesan pada Xennora membuatnya mengernyit bingung karena ia sama sekali tak mendapat pesan dari pria itu. Apa jangan-jangan pesannya tak sengaja dihapus?
Julian benar, Xennora memang tidak peka.
Menyerah memikirkan dimana pesan dari Julian, Xennora pun melihat pesan dari Nazril yang langsung ia baca.
NazrilArkatama
*send a picture
Ini foto Antrovitoxin yang udah di ambil, Ra. Ke lab pusat aja kalo mau liat.
Xennora tersenyum lega membacanya, ia pun membalas pesan Nazril walaupun agak terlambat.
^^^XennoraAnesta^^^
^^^Ah iya, syukur deh. Thanks ya Na, kapan-kapan deh gue ke lab^^^
Tak perlu menunggu waktu yang lama, Nazril membalas pesan Xennora.
NazrilArkatama
Iya sama-sama, kayak sama siapa aja
Xennora tersenyum tipis lalu menyimpan handphone nya. Mengingat kembali puluhan racun itu membuat Xennora berpikir. Apa pelakunya tak marah jika racun-racun miliknya itu disita, atau bisa disebut dicuri?
Kira-kira pelaku itu akan menulis nama Xennora di buku death note nya tidak? Atau setelah ini Xennora mendapat teror-teror juga? Dan kemungkinan terburuknya... Apa Xennora menjadi subjek yang tengah diburu oleh ilmuwan gila? Atau bahkan psikopat gila?
__ADS_1
Xennora segera menggelengkan kepalanya, mencoba menyangkal apa yang tengah ia pikirkan. Dan semoga saja hal-hal yang Xennora ekspektasikan tidak akan menjadi nyata.