The Poison : Stories Of The Number 27

The Poison : Stories Of The Number 27
Drama


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Xennora malah melamun. Hampir setiap saat ia melamun sebentar ketika memasuki kamarnya sendiri. Sampai-sampai, Xennora merasa dihantui oleh pikiran-pikirannya itu. Sepertinya otaknya tak akan pernah lelah mengulang kenangan yang sama, yang bahkan tak ingin Xennora ingat sekalipun karena begitu menyedihkan.


Sekelebat ingatan mulai terputar kembali di otaknya. Tentang seorang anak perempuan yang memberikan minuman pada gadis yang lebih muda darinya, tentang gadis tadi yang terjatuh tepat dihadapan Xennora, tentang anak perempuan tadi yang menghilang tiba-tiba saat Xennora mencarinya, dan tentang ribuan tetes air mata yang Xennora keluarkan selama bertahun-tahun.


Semua itu akan terlintas jelas di pikirannya hanya jika ia memasuki kamar ini. Kamarnya sendiri, yang sialnya berisi banyak kenangan bersama orang yang ia sayangi. Itu sebabnya Xennora terkadang memilih tidur di kamar Edwin atau Leo jika salah satu dari mereka bersedia tidur di sofa, atau bahkan di kamar Xennora. Edwin dan Leo jelas tak tahu alasannya, namun mereka pernah berpikir jika Xennora takut berada di kamarnya karena terlalu luas. Kamar terluas di rumah mereka.


Xennora menggeleng pelan, berusaha menghilangkan ingatannya. Ia ingin sekali menghilangkan trauma nya terhadap kamar ini, walaupun hanya trauma ringan. Tapi rasanya sedikit memalukan jika takut memasuki ruangan sendiri, sangat aneh. Xennora berjalan menuju meja belajar nya, mengeluarkan sebuah jurnal pribadinya lalu menemukan sebuah foto tersalip di antara lembaran kertas. Xennora mengeluarkan foto itu, menatapnya tajam dimana ada seorang anak perempuan yang tersenyum pada kamera. Sisi kanan foto itu tak rapi, menandakan sebuah sobekan yang berarti ada sambungan dari foto itu.


"Ini semua gara-gara lo. Deannisa." Xennora menatap foto itu nanar, sudah bertahun-tahun Xennora berusaha mencari gadis di foto itu namun tak ditemukan sama sekali. Gadis itu benar-benar menghilang.


Lama memerhatikan foto itu membuat Xennora teringat sesuatu. Ia mengeluarkan foto pemberian Julian di saku almamater nya lalu menyadari ada hal yang aneh.


"Ini beneran Deandra Callena 'kan?" Gumam Xennora bertanya. "Benar, kok. Ini kalung yang kak Deandra pakai." Lanjut nya setelah melihat kesamaan kalung milik Deandra dan anak perempuan yang ada ditengah foto itu.


Lalu Xennora pun kembali mengambil foto yang ia temukan di depan gerbang rumahnya tadi. Sepertinya foto itu rusak, ada jejak ban mobil di belakangnya. Xennora pikir, mobil ayahnya yang baru saja pulang membuat foto ini rusak karena terseret ban mobil.


Xennora pun menjajarkan ketiga foto itu, lalu ia menghela napas pelan. Xennora menjauhkan foto yang rusak tadi darinya, dan tinggal tersisa dua foto, milik Julian dan miliknya. Kini, Xennora benar-benar menyadari sesuatu. Kenapa ia baru menyadari bahwa Deannisa memakai kalung yang sama dengan Deandra? Kalung dengan bandul bintang berwarna hitam.


Setelah Xennora perhatikan lagi, wajah mereka lumayan sama. Rambut, bentuk tulang hidung, mata yang besar, warna kulit, semuanya nyaris sama. Hanya ekspresi mereka saja yang berbeda. Deannisa terlihat lebih ceria, sedangkan Deandra menatap kamera tanpa ekspresi.


Beberapa spekulasi mulai memenuhi otaknya. Apa Deannisa adik dari Deandra? Saudara kah? Kerabat kah? Atau... Mereka anak kembar?


Terlalu banyak dugaan, Xennora menyerah memikirkan apa saja yang mungkin terjadi. Ia menjambak rambutnya kesal lalu menangkupkan kepalanya di atas meja belajar.


Drrt


Drrt


Xennora mendongak, ternyata notifikasi dari ponsel nya. Ia pun meraih ponsel yang ada di samping kanannya lalu duduk tegak. Ternyata pesan dari grupchat.


...Up Coming Actrees Eireen Delvina yeaaayyyy (10)...


EireenDelvina


Nama grup nya bikin malu sumpah :")


ErvinGhazi


Alahhhhh gak usah malu-malu dong buk


EireenDelvina


Buk buk, kak Ervin kira aku bapak kakak?


LeoEllery


Buk, kan ibu. Kenapa jadi bapak?


JulianKayden


Orang lagi galau ya gitu


HerinaZhuanshi


Hahaha iya juga yang mau pentas,, good luck ya Eireen!!


EireenDelvina


Thanks kaaak >,<


EdwinDery


Spoiler dong Reen, gimana jalan ceritanya?


EireenDelvina


Enak aja kak, biar surprise lah. Nanti kalau dikasih tahu gak akan jadi nonton nya


EdwinDery


Sans, gue udah beli tiketnya kok


SofiaRaneysha


Dari judulnya aja udah ketahuan kali kak


EdwinDery


Tapi gue masih gak ngerti, nyeritain tentang masalah? Penyesalan? Atau apa?


^^^XennoraAnesta ^^^


^^^Kykny iy ^^^


LeoEllery


Sen, plis Sen...


EdwinDery


Giliran ngejelasin sesuatu aja baru panjang lebar, kelakuan

__ADS_1


^^^XennoraAnesta^^^


^^^Ish... Sirik aj^^^


EireenDelvina


*send a picture


^^^XennoraAnesta^^^


^^^Piece Of Imagination, Sadness, Offer and Narcissus... ^^^


^^^Kayak ada yg ganjil ^^^


EireenDelvina


Hayoo tebak, teori tuh


ErvinGhazi


Serius? Gue gak ngerti tapi


EireenDelvina


Ya mikir sampai ngerti


ErvinGhazi


: (


Jadi... Tentang masalah hidup gitu?


EireenDelvina


Bukan sekedar masalah hidup


JulianKayden


Bagian dari imajinasi, kesedihan, Penawaran, dan Narcissus?


^^^XennoraAnesta^^^


^^^Wait, POISON? ^^^


EireenDelvina


Yahh ketahuan


VincaIsmene


Gak masuk otak weh


JulianKayden


Oh iya...


Piece


Of


Imagination


Sadness


Offer and


Narcissus


HerinaZhuanshi


Wahhh jadi Poison, keren keren


RevaneaEmillio


Eh denger denger ini teater musikal pertama sekolah kan. Berarti... Kak Eireen bakalan nyanyi dong?


SofiaRaneysha


HAHAHAHAHA Emang woy! Kalian tahu gak? Semaleman dia latihan di kamar gue sampai nyaris tidur jam 4 pagi!


HerinaZhuanshi


Hah serius? Berarti lo nanti nyanyi di pentas? @EireenDelvina


EireenDelvina


Iya kak :')


JulianKayden


Demi apa Eireen?!

__ADS_1


VincaIsmene


Iya kak, beneran. Percaya gak lo? Hahaha


Tadi aja di kelas sampai teriak teriak gak jelas gara-gara salah mulu


JulianKayden


Gak habis pikir gue Reen ngebayangin nya hahaha


^^^XennoraAnesta ^^^


^^^BTW.... ^^^


^^^Ft yg rsk bs dprbaiki lg g? ^^^


RevaneaEmillio


Maaf kak, tapi aku cuma ngerti 'yang' sama 'gak' doang


LeoEllery


Sen, gue udah ratusan kali dapet pesan dari lo, tapi gue gak pernah ngerti sama bahasa lo itu


^^^XennoraAnesta ^^^


^^^Ck,,, foto yang rusak bisa diperbaiki lagi gak? ^^^


ErvinGhazi


Rusak kayak gimana?


^^^XennoraAnesta^^^


^^^*send a picture^^^


VincaIsmene


Gue tau Sen! Ada tempat fotocopy di deket sekolah. Nah di sana lo bisa dapet foto yang lo maksud dengan jelas


^^^XennoraAnesta^^^


^^^Antr gw bsk ^^^


VincaIsmene


Okay,,


Oiya Fi, ajarin sepupu lo itu nyanyi deh sebelum telinga gw rusakk


SofiaRaneysha


Sans, dia punya tutor terbaik di negara ini


EireenDelvina


Berisik banget sumpah Ca


Ya gak gini juga kan grup jadi sepi


Woy


Ck, Yaudah


Xennora tersenyum tipis melihat balasan Eireen. Mengingat tadi katanya Julian memberikan pesan pada Xennora membuatnya mengernyit bingung karena ia sama sekali tak mendapat pesan dari pria itu. Apa jangan-jangan pesannya tak sengaja dihapus?


Julian benar, Xennora memang tidak peka.


Menyerah memikirkan dimana pesan dari Julian, Xennora pun melihat pesan dari Nazril yang langsung ia baca.


NazrilArkatama


*send a picture


Ini foto Antrovitoxin yang udah di ambil, Ra. Ke lab pusat aja kalo mau liat.


Xennora tersenyum lega membacanya, ia pun membalas pesan Nazril walaupun agak terlambat.


^^^XennoraAnesta^^^


^^^Ah iya, syukur deh. Thanks ya Na, kapan-kapan deh gue ke lab^^^


Tak perlu menunggu waktu yang lama, Nazril membalas pesan Xennora.


NazrilArkatama


Iya sama-sama, kayak sama siapa aja


Xennora tersenyum tipis lalu menyimpan handphone nya. Mengingat kembali puluhan racun itu membuat Xennora berpikir. Apa pelakunya tak marah jika racun-racun miliknya itu disita, atau bisa disebut dicuri?


Kira-kira pelaku itu akan menulis nama Xennora di buku death note nya tidak? Atau setelah ini Xennora mendapat teror-teror juga? Dan kemungkinan terburuknya... Apa Xennora menjadi subjek yang tengah diburu oleh ilmuwan gila? Atau bahkan psikopat gila?

__ADS_1


Xennora segera menggelengkan kepalanya, mencoba menyangkal apa yang tengah ia pikirkan. Dan semoga saja hal-hal yang Xennora ekspektasikan tidak akan menjadi nyata.


__ADS_2