Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Awal


__ADS_3

"Nek....Mia berangkat sekolah dulu ya"


Sambil berpamitan dan mencium punggung tangan neneknya mia mengemasi bekal makan siangnya,dia paham betul bahwa ia harus bertahan hidup dengan sangat prihatin jangankan meminta uang saku bisa membayar uang sekolah saja dia sudah sangat bersyukur.


Yang penting masih bisa melanjutkan hidup dan belajar dengan baik di sekolah itu sudah anugrah yang luar biasa untuknya.


Pagi itu hari pertama Mia masuk d sekolah barunya d desa,karena memang ibunya harus bekerja d kota dan tak ada yang menemani Mia sndirian di rumah,jadi ibunya harus meninggalkan Mia d desa tinggal bersama nenek dan kakeknya.


Nenek Mia seorang prnjual makanan tradisional di pasar,sedangakan kakeknya hanya seorang pengangguran yang kecanduan dengan hal berbau judi.


Pagi itu Mia berjalan menyusuri jalan kampung sambil sesekali menghirup udara segar ala pedesaan yang sangat jarang ia rasakan d kota,tiba tiba


"Mia.....! tunggu.....!"


panggil seorang anak laki laki sambil berlari ngos ngosan mengejar Mia,


"Hei....Den,kirain tadi kamu sudah duluan."


"Mana mungkin....kan kemaren sore kita sudah janjian kalo berangkat sekolahnya hari ini kita bareng,lagian kamu kan masih baru d sekolah masak berani sendirian?"Ejek deni.

__ADS_1


"Enak aja..emangnya aku anak manja yang kemana mana harus d anterin apa!" jawab Mia sambil mengacak ngacak rambut deni lalu berlari mendahului deni.


"awas kamu ya Mia....mentang-mentang badan tinggian kamu terus seenaknya aja rambut aku di berantakin".


Deni berlari mengejar Mia yang sudah lebih dulu melangkah memasuki gerbang sekolah barunya itu.


Hari-hari Mia di lalui seperti anak anak yang lainnya belajar dan bermain hanya saja waktu di luar sekolahnya lebih banyak di habiskan untuk mmbantu neneknya membuat makanan untuk d jajakan d pasar nantinya.


Mia termasuk anak yang cerdas d sekolah meski sering kali menunggak spp tapi prestasinya cukup menjanjikan kalau2 saat ujian kenaikan kelas tiba dan neneknya blm punya cukup uang untuk membayar biaya bulanan sekolahnya itu.


Gurunya selalu mmberinya tenggang waktu untuknya,karena prestasinya yang sering mengharumkan nama baik sekolah,karena Mia sering kali d ikut sertakan pihak sekolah dalam beberapa perlombaan.


"BAA.....!"Deni mengagetkan sambil mengacak acak rambut Mia dari belakang,


"kurang ajar kamu Den....sudah mengagetkan aku,sekarang mengacak acak rambut aku pula.Kan jadi berantakan lagi"


Mia menyenggol lengan deni sambil memanyunkan bibirnya.


"Ini sudah aku tunggu sejak kita SD dulu Mia,kan duku kamu yang suka acak acak rambut aku mentang mentang dulu badannya tinggian kamu"

__ADS_1


"Ye.....siapa suruh dulu kamu dulu cungkring,kecil,pendek,dekil,jelek,item hidup bernafas lagi"


Ejek Mia sambil berlari menghindari pembalasan deni yang sudah pasti akan mengacak acak rambutnya lagi.


"Tapi sekarang aku ganteng kan Mia?


gimana sudah mau jadi pacar aku belum?


kan dulu kamu gak mau jadi pacar aku karena aku pendek,dekil,item,kecil kurus,sekarang kan udah ganteng gini masak masih gak mau?"


Kata-kata Deni sejenak mmbuat langkah kaki Mia terhenti,


"mmmmmm......gimana ya den,aku....."


Mia menggantungkan kata katanya yang membuat deni penasaran,mereka terhenti sejenak.


Deni mendekatkan wajahnya ke wajah Mia,saat Deni akan mendekatkan bibirnya ke kening Mia hendak mncium keningnya,Mia berlari menjauhi deni sambil berteriak "Buatkan dulu aku seribu candi maka aku anak menjadi kelasihmu....."


Deni ikut berlari mengejar mia sambil tersenyum.

__ADS_1


"baiklah mia akan ku buatkan seribu candi untukmu dan akam ku jadikan kau istriku"


__ADS_2