
Mia dan Niko menginap di rumah Nenek dengan keadaan rumah yang yang sederhana dan kehidupan apa adanya,Saat pagi hari Mia menyuapi neneknya nenek pun bertanya pada Mia.
"Mia,apakah suamimu dan keluarganya memperlakukanmu dengan baik?"tanya neneknya sambil mengelus lembut tangan cucu kesayangannya itu.
"Nenek,nenek tak perlu khawatir.
Mereka semua menyayangiku segala kebutuhanku tercukupi disana dan mereka juga memperlakukanku dengan baik disana" Karena tak mungkin juga Mia menceritakan kejadian dimana Riyan sang adik ipar hampir saja memperkosanya di depan suaminya,jika saja nenek mendengar kabar itu sudah pasti akan membuatnya sedih dan tak mungkin membuat penyakitnya semakin parah.
"Apakah kau bahagia dengan pernikahanmu nak?apakah suamimu mencintaimu?"
"Nenek.......,istirahatlah jangan terlalu memikirkan hal yang aneh aneh."jawab Mia singkat,takut kalau sang nenek semakin membrondongnya dengan banyak pertanyaan dan akan membuatnya repot untuk menjawabnya.
Saat Mia hendak beranjak meninggalkan neneknya,tiba tiba langkahnya terhenti saat tangan nenek menahan tangannya.
"Nenek akan merasa sangat bersalah jika sampai kau tak bahagia dengan pernikahanmu nak"Nenek mengatakannya sambil berderai air mata,menangisi nasib cucunya yang harus menanggung apa yanh telah kakeknya perbuat.
Dari balik pintu kamar nenek yang terbuka,tak sengaja Niko mendengarkan percakapan antara nenek dan cucunya.
__ADS_1
Niko merasa ikut bersalah atas apa yang menimpa Mia,karena dirinyalah Mia harus mengalami ini semua menikah dengan orang yang tidak di cintai bahkan belum pernah dikenal sebelumnya.
Saat Mia berjalan menuju dapur Niko bergegas mengikutinya.
"Mia,maafkan aku.Semua memang salahku,kau harus mengalami semua ini karena aku."
Niko memeluk tubuh Mia dari belakang,Mia hanya terdiam merasa bingung dengan perlakuan dan perkataan Niko padanya.
"Maksud kamu apa,kenapa kau berkata demikian?aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud mas."
Mereka tidak mungkin membohongiku,katakanlah bahwa mereka memang tak pernah membohongiku,Katakan yang sejujurnya jika memang kau terpaksa menikah denganku karena demi membayar semua hutang hutang kakekmu pada papaku kan?"
Mia hanya terdiam sambil berjalan cepat menuju kamar,dadanya terasa sesak menahan airmatanya yang hampir tumpah.
Niko berjalan menyusul Mia kekamarnya,dia duduk di ranjang sampin Mia duduk.
"Mia,jika aku sembuh nanti aku akan membatalkan kontrak antara kamu dan papa,dan jika memang kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini aku akan melepaskanmu."
__ADS_1
Mia hanya sesenggukan menangis tanpa sepatah katapun,dua hari sudah mereka menginap di rumah nenek mia sudah berusaha susah payah merayu dan meyakinkan neneknya agar mau tinggal bersamanya dirumah pak Suryo namun neneknya masih kekeh tak mau meninggalkan rumahnya dengan alasan kenyamanan.
"Mia,pulanglah ke rumah mertuamu.Kasian suamimu kalau harus ikut tinggal berlama lama disini,tinggal di gubuk jelek kita ini pasti dia merasa sangat tidak nyaman."
"Tapi nek....nenek kan masih sakit,Mia gak mau terjadi apa apa dengan nenek."
"Tenang lah nak,bukankah mertuamu sudah menyuruh orang untuk menjaga nenek disini?Pulanglah nak,nenek sudah sehat."
Memang selama Mia tinggal dan mengurus neneknya,berangsur angsur kesehatan neneknya sudah kembali pulih,namun pak Suryo tetap akan menyuruh orang untuk merawat dan menemani nenek Mia di rumah selama neneknya masih menolah tinggal bersama Mia.
Akhirnya setelah nenek meyakinkanya,Mia pun menuruti apa kata neneknya.
Mia pun pulang bersama suaminya,karena memang Niko juga sedang dalam masa pemulihan dan masih tetap meneruska therapy nya di tanah air.
Seminggu setelah kepulangan Mia ke rumah pak Suryo,Mia kembali mendapat kabar bahwa neneknya terjatuh saat berada di kamar mandi.
Mia pun bergegas Menuju kerumah sakit karena kabarnya Nenek tak sadarkan diri,tentu saja Mia pergi atas izin mertua dan suaminya.
__ADS_1