
Mia sedang sibuk dengan pembukuan toko kuenya,karena sudah jadi rutinitasnya tiap akhir bulan mengurus pembukuan tentang keuangan toko.
Sore itu kedua putrinya datang untuk membantu mamanya,karena sudah jadi kebiasaan Mia setiap hari jum'at akan mengadakan sosial berupa pembagian gratis roti dari tokonya pada sebagian orang-orang yang dirasa membutuhkan.
"Selamat sore non"
Sapa salah seorang pegawai berseragam dengan warna senada dengan cover toko kue MAMAMIA.
"Mama ada kan mbak?"
Tanya Felicia.
"Ada non,sedang di ruangannya.Apa perlu saya panggilkan?"
"Nggak usah mbak,kami kesini cuma mau bantu persiapan acara sosialnya mama aja kok."
Jawab Felicia.
Sedangkan sang adik sedang sibuk melihat-lihat kue-kue yang berjajar rapi.
"Kak,sini deh...!"
Felicia segera berjalan menuju sumber suara yang memanggilnya.
"Ada apa?"
"Bagaimana kalau kita bawain kue ini buat om Riyan?kan kadang om Riyan dah baik bantuin kita."
Felicia hanya mengangkat kedua bahunya,bertanda terserah.
Lalu kembali kedepan menyiapkan serta menata kembali roti-roti yang akan di bagikan pada acara sosial nantinya.
"Mbak,kali ini acaranya mau di adakan dimana?"
Tanya sofia pada pegawai toko yang ikut mengemas serta memasukkan roti kedalam boks.
"Kata bu Mia di taman seroja dan di alun-alun kota."
__ADS_1
Jawab seorang perempuan berparas manis berkulit sawo matang berambut lurus didepannya yang ternyata bernama Sari masih dengan tangan sibuk menata roti-roti ke dalam boks.
"Mbak,aku ambil kue yang ini trus di tambahin tulisan buat hiasa bisa nggak?"
Tanya Sofia.
"Bisa non."
Jawab seorang pegawai perempuan berjilbab bernama Tina menerima kue dari tangan Sofia agar bisa segera di persiapkan untuk di hias.
"Ini non kuenya sudah siap."
"Iya mbk Sari,taruh situ dulu aja ya.Oiya,berapa mbak harganya?"
Tanya Sofia.
"Harga?! Apa untuk non Sofia masih perlu membayar?"
Tanya Mbak Sari heran.
"Tapi non....."
"Mbak,saya beli kue ini buat om saya jadi harus bayar."
"Tapi....."
"Hmmmmm,tapi,tapi mulu."
"Udah mbak,kasihkan aja bon nya nanti dia ngambek lho."
Ledek Felicia.
"Ini serius non?"
Tanya sari lagi untuk benar-benar memastikan.
Sofia segera meletakkan selembar uang seratus ribuan di meja kasir setelah melirik harga kue yang tertera pada box kue yang sedari tadi tak disadarinya.
__ADS_1
"Ini,kembaliannya buat mbak Sari."
Ucap Sofia pelan sambil tersenyum tipis.
Sofia segera menghampiri sang mama saat melihat orang yang sedari tadi ditunggu sudah keluar dari singgasananya.
Mia berjalan perlahan keluar dari ruang kerjanya sambil menenteng tas.
"Bagaimana,sudah siap semuanya?"
Tanya Mia pada para pegawainya.
"Sudah bu,ini tinggal dimasukan kedalam mobil saja."
Jawab mereka hampir bersamaan.
Mereka segera memasukkan boks berisi roti kedalam bagasi mobil Mia.
"Kalian jadi ikut nak?"
Tanyanya sambil mendekati kedua putrinya dan memeluk mereka.
Sedangkan keduanya hanya mengaggukkan kepala bersamaan.
"Eh! itu apa?"
Tanya Mia sambil menunjuk barang bawaan Sofia.
"Ini kue buat om Riyan ma,kan kemaren-kemaren om Riyan sudah baik mau nganterin kita berangkat sekolah waktu nggak ada sopir."
Memang benar beberapa hari belakangan ini sopir yang biasa mengantar dan jemput anak-anak pulang kampung karena anaknya sakit.
Selama itu Riyan yang mengantar mereka berangkat sekolah karena kebetulan sekolah mereka satu arah dengan Riya mn,sedangkan pulang sekolah mereka di jemput oleh sopir Mia.
Dari seringnya Riyan bersama anak-anak setiap pagi membuat Riyan nampak lebih dekat dan akrab dengan anak-anak.
Mungkin inilah yang membuat Sofia dna Felicia ingin memberikan kue tanda terima hasih dan kedekatannya dengan om mereka.
__ADS_1