Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Dion


__ADS_3

Setelah acara ulang tahunnya selesai Dion langsung sibuk dengan bungkusan kadonya.


Satu persatu kado dibuka kan di baca nama pemberinya,dibantu oleh pengasuh serta kakek dan neneknya.


Saat membuka kado bertuliskan MAMAMIA Bakery ternyata isinya sebuah meja belajar portable bergambar spiderman.


Dion senang bukan kepalang dengan kado tersebut.


"Kek,nek ini tadi kado dari temennya papah yang punya toko kue lho."


" Oya?! temen papa yang mana sayang?"


Tanya neneknya.


"Kalau nggak salah....namanya...tante Mia,Iya tante Mia."


Kakek dan nenek hanya terdiam saling pandang.


Mereka berfikir,apakah Mia yang Dion maksud Mia seperti yang mereka fikirkan atau mungkin ada Mia yang lain?


Karena hari sudah larut dan semuanya sudah lelah dengan rentetan acaran ulang tahun Dion mereka putuskan membuka kadonya di teruskan besok saja,mengingat besok juga hari minggu.

__ADS_1


Saat sarapan rang tua Deni menanyakan perihal Mia,apakah mia yang Dion maksud adalah Mia yang dari masalalu Deni atau Mia yang lain.


"Iya pa,ma kemaren kami ketemu Mia,Mia yang sama dengan yang mama dan papa kenal."


"Lalu bagaimana kabarnya sekarang Den?"Tanya mamanya.


"Dia sudah menikah dan punya dua anak ma."


Deni menundukkan kepala seolah menunjukkan kesedihan sekaligus penyesalan.


"Andai saja dulu takku tinggalkan dia,mungkin kami sekarang sudah menikah dan hiduo bahagia."Batinnya.


Kehidupan Deni seperti terusik kembali setelah hampir putus asa dengan dengan pencariannya,kini ia dipertemukan kembali dengan Mia namu dalam keadaan yang berbeda.


Apa gunanya jika kini dipertemukan kembali dengan Mia,namun kini Mia telah menjadi milik orang lain.


Setidaknya kini bisa ku lihat jika Mia dalam keadaan baik-baik saja,dan kapanpun bisa ku temui.


Tapi bagaimana dengan perasaan ini,jika suatu saat suami Mia melarang bertemu dengannya.


Ah,tidak.Seharusnya tidak seperti itu karena hubungan Mia dengannya hanya sebatas sahabat bukan selingkuhan.

__ADS_1


Pikirannya berkecamuk,beberapa hari ini pikirannya tak tenang.


Akhirnya sepulang dari kantor Deni putuskan untuk menemui Mia kembali ketokonya.


Namun sayangnya ia lihat dari kejauhan nampak pegawai toko sedang menutup gerbang toko dan nampak Mia sedang memasuki Mobil berwarna Hitam.


Deni segera menancapkan gas kendaraannya untuj mengikuti mobil Mia,ia ingin tau dimana Mia sekarang tinggal.


Deni mengikutinya hingga di jalanan dekat mobil Mia masuk kedalam gerbang rumah mewah berpagar besi tinggi.


Nampak dari luar pagar seorang sopir membukakan pintu mobil untuk Mia,lalu ia berjalan masuk kedalam rumah.


Ada perasaan lega sekaligus sedih nampak di wajah Deni.


Disisi lain Deni lega karena Mia kini tinggal dirumah yang sangat besar sudah pasti kehidupannya kini jauh lebih bahagia dengan suaminya.


Namun Deni juga sedih karena Mia sudah tidak mungkin lagi menjadi miliknya.


Saat Deni hendak menyalakan mesin mobilnya untuk pergi dari sana nampak sebuah mobil sport maemasuki gerbang dan dari dalam keluar seorang pria yang tak begitu jelas wajahnya karena langsung memasuki rumah.


Deni segera pulang kerumah dengan perasaan kecewa.Rencananya sore ini ia akan menemui Mia di tokonya dan ingin sekedar mengobrol untuk sedikit menghilangkan rasa rindunya,namun harus ia kubur semua rencananya karena Mia telah pulang.

__ADS_1


Jika ia nekat menyusul Mia kerumah sudah pasti justru tindakannya akan menyusahkan Mia,karena status Mia kini adalah perempuan bersuami.


__ADS_2