Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Jesika


__ADS_3

Akhir pekan Niko membawa Mia pulang kekediaman pak Suryo,karena perintah pak Suryo sendiri.


Hari itu pak Suryo baru pulang dari luar negri,dan ingin berkumpul bersama kedua putra serta para menantunya di acara makan malam.


Setelah acara makan malam selesai Mia seperti biasa membantu para pelayan membereskan sisa makan malam,meski seringkali pak Suryo,Niko atau para pelayan melarangnya namun Mia yang memang sudah terbiasa mandiri sejak kecil merasa sangat sungkan jika di layani.


Pak Suryo hanya tersenyum melihat memantu kesayangannya yang tetap dengan keras kepalanya membantu para pelayan mengerjakan pekerjaan rumah.


Malam itu Riyan sedang keluar menemui teman-temannya,sepertinya setelah makan malam mereka terdengar sempat bertengkar namun seluruh penghuni rumah mengabaikannya.


Pasalnya bukan untuk pertama kalinya mereka bertengkar,sejak sebulan menikah Jesika dan Riyan sringkali terlibat pertengkaran jadi mereka sudah mulai terbisa.


Setelah kepergian Riyan,Jesika mengeluh perutnya sakit.


Mia berteriak segera memanggil pertolongan karena melihat Jesika yang sudah sangat kesakitan dan mulai mengeluarkan darah mengalir di sela antara kedua kakinya.


Jesika segera di larikan kerumah sakit dan segera mereka menghubungi Riyan untuk segera menyusul kerumah sakit.Namun hingga pagi menjelang Riyan tak kunjung datang.


Karena dokter tak bisa menunggu lebih lama lagi dan keadaan Jesika sudah semakin lemah karena kesakitan semalaman.

__ADS_1


Akhirnya dikter melakukan tindakan operasi untuk membantu Jesika melahirkan bayinya.


Saat dokter membawa bayinya segera keruang perawatan intensif untuk bayi yang bermasalah dan Jesika di larikan ke ruang ICU,semua orang merasa bingung dan panik bagaimana nanti mereka akan menjelaskannya ke Riyan sedangkan di hubunginpun juga tidak bisa.


Tiga hari berlalu keadaan bayi perempuan Jesika sudah membaik dan sudah boleh di bawa pulang,sedangkan Jesika masih koma karena terjadi pendarahan pasca operasi.


Karena ternyata menurut kesaksian pelayan yang tak sengaja melihat Riyan dan Jesika bertengkar malam itu,Riyan sempat mendorong Jesika hingga terjatuh lalu pergi meninggalkan isrtinya dalam keadaan marah.


Mia membawa putri kecil Jesika pulang kerumah dan merawatnya dengan telaten.


"Kasihan kamu nak,bahkan disaat seperti ini ayahmu justru tak tau dimana tempatnya."


Mia bergumam sendiri pada bayi kecil yang bahkan belum di beri nama tersebut.


Pak Suryo merasa sangat marah karena dalam keadaan seperti ini justru Riyan tidak ada,begitu pulang malah dalam keadaan mabuk.


"Kamu sudah bangun?!?" tanya pak Suryo sambil berdiri di ujung pintu kamar Riyan.


Riyan segera bangun saat mendengar suara papanya,padahal tadinya dia hanya menggeliat dan ingin bermalas-malasan di tempat tidurnya.

__ADS_1


Kepalanya masih pusing karena pengaruh alkohol semalam.


Di tambah lagi masalah antara dirinya dan Jesika akhir-akhir ini.


"Istrimu baru saja melahirkan dan sekarang sedang koma di rumah sakit,selama berhari-hari kamu kemana saja?!"


"Pa......anak itu......" Riyan mulai ragu ketika akan menjelaskan masalahnya dengan Jesika.


"Kenapa? apa kau mau bilang bahwa itu nukan anakmu!"


"Papa......tau?"


"Bukankah kamu yang lebih tau istrimu itu wanita yang seperti apa?!"


"Iya pa,awalnya aku tidak tau kalo itu bukan anakku.setelah melihat dia dengan pria lain melakukannya baru aku merasa curiga bahwa itu bukan anakku."


"Bukankah saat kamu pertama membawanya kerumah ini papa sudah memperingatkanmu."


"Iya pa,akau yang salah."

__ADS_1


Hari itu juga pak Suryo menyuruh Riyan untuk melakukana tes kecocokan DNA antara Riyan dan putrinya,untuk benar-benar membuktikan bahwa apakah bayi tak berdosa itu memang berasal dari Riyan atau pria lain.


Bukankah ini sebuah karma untuk Jesika yang selama ini ingin menyingkirkan orang lain dengn tujuan berkuasa.


__ADS_2