Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Ayah kandung


__ADS_3

Putra menoleh kearah suara yang tak asing memanggilnya secara bersamaan.


Dengam wajah bingung serta cemas Putra mendekat dengan wajah pucat pasi,bukan lantaran sehabis donor darah lalu anemia karena darah dikuras habis didalam tadi.


Wajah Putra pucat pasi karena melihat penampakan yang sengaja ia hindari sejauh mungkin selama ini,bahkan ia ingin selama-lamanya.


Namun naasnya hari ini justru takdir mempertemukannya kembali dengan Riyan dan Mia dirumah sakit.


"Jadi kamu yang akan mendonorkan darah untuk anak Jesika?"


Riyan dengan geram mencengkeram kerah baju Putra.


"Sudah Yan,harusnya kita berterima kasih padanya."


Mia berusaha melerai,sedangkan Deni hanya berdiri mematung dengan bingung seperti layaknya penonton sedangkan mereka bertiga yang ada dihadapannya adalah wayangnya.


Begitu banyak kejutan yang ia dapatkan hari ini.


Dia ketemu Mia dirumah sakit yang ternyata adalah kakak ipar Riyan,dan Deni mengantarkan Putra asisten pribadinya mendonorkan darah untuk keponakan Riyan yang ternyata adalah anak dari Mia,dan sekarang apalagi ini.


Deni benar-benar heran dengan segala yang terjadi hari ini.


"Putra,ada apa ini?"

__ADS_1


Tanya Deni pada sang asistennya.


"Sudah Den,panjang ceritanya."


Mia enggan menjelaskan,serta tak mau melihat lagi perdebatan,pertengkaran atau perkelahian lagi dihadapannya.


"Lebih baik kita lihat sama-sama keadaan Felicia."


Mia berjalan kearah kamar tempat dimana Felicia dirawat.


Putra menitikan air mata saat memandang wajah cantik Felicia,pikirannya terbayang beberapa waktu lalu ketika saat-saat indah yang ia lalui bersam mendiang Jesica.


Andaikan saat itu ia tidak terjerat hutang piutang karena terkena tipu yang sangat besar bersama Jesika,mungkin ia tak perlu merelakan jesika kekasihnya menjerat pria kaya untuk di keruk hartanya demi membayar hutang serta biaya hidup mereka.


Riyan yang tak tau menau perkara Jesika dengan Putra kala itu justru menjadi korban yang dengan sengaja mencari perempuan untuk menjadi istrinya agar merasa tak kalah saing dengan sang kakak.Karena kala itu Riyan tak bisa mendapatkan Mia yang justru memilih Niko yang saat itu sedang sakit lumpuh dibandingkan dengan dirinya.


Dan kini berbaring dihadapannya seorang gadis cantik yang wajah serta perawakannya hampir mirip dengan mendiang Jesika,Putra mendongakkan wajahnya keatas menahan air matanya agar tak jatuh.


"Jadi,ini...."


Suara Putra tertahan oleh air mata yang tak kuasa ia bendung,selama ini ingin rasanya dia mengambil kembali putrinya namun ia terlalu takut atas segala kesalahannya dimasa lampau.


Ia hanya mampu menahan kesedihan serta kerinduan seorang diri,melampiaskan segala perasaannya dengan bekerja dan bekerja.

__ADS_1


Karena hanya dengan begitulah ia mampu sejenak melupakan kesedihan serta kesendiriannya selama ini.


Putra hanya bisa berlutut dan meminta maaf kepada Riyan dan Mia serta berterima kasih karena selama ini mereka telah menjaga serta merawat putrinya dengan baik,meskipun kesalahan Putra dimasa lalu tak pantas untuk dimaafkan.


"Maafkan saya pak Riyan,saya hanya bisa meminta maaf dengan harapan pak Riyan bisa memaafkan saya."


Masih dalam keadaan berlutut menempelkan kedua lututnya kelantai dan menundukkan kepala di hadapan Riyan dan Mia.


Riyan masih tak bergeming,mematung dengan tangan yang terkepal mengingat kesalahan Putra dimasalalu.


Namun berbeda dengan Mia,ia menyuruh Putra untuk berhenti melakukan hal seperti itu dan menyuruhnya untuk berdiri.


"Kita semua hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan,kelalaian serta dosa."


Mia berusaha menengahi agar Riyan mampu merdakan emosinya,sert Putra tak terus-terusan berlutut di hadapan mereka.


Sebenarnya Mia masih merasa marah pada Putra,tapi semuanya juga percuma.


Keadaan Felicia berangsur membaik,kini dia sudah mulai bisa diajak berkomunikasi.


Meski belum bisa berbicara dengan jelas serta geraknya yang masih sangat terbatas.


Putra tampak beberapa kali menjenguk Felicia dirumah sakit,Riyan pikir tak ada salahnya jika memberitahukan pada Felicia kelak bahwa Putra adalah ayah kandungnya.Sedangka Mia berpendapat lain,ia takut jika Felicia tak mampu menerima kenyataan yang rumit ini didalam hidupnya.

__ADS_1


Sedangkan Deni beberapa kali menemui Mia dirumah sakit dengan meminta kejelasan tentang kehidupannya saat ini.Deni merasa saat ini Mia bukanlah perempuan bersuami lagi,jadi dia merasa bebas mengejar cintanya kembali.


__ADS_2