Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Pertemuan


__ADS_3

Kedua laki-laki itu terus berjalan membawa Mia untuk menemui bos mereka,sedangkan Mia merasa entah kapan dia akan berhenti berjalan dia merasa rumah ini begitu sangat besar hingga dia merasa seperti sudah memutari separuh desanya.


"Tok,tok,tok"


Salah satu pria tersebut mengetuk pintu,kemudian berjalan memasuki ruangan tersebut dengan meninggalkan Mia dan salah satu laki-laki temannya tadi di luar ruangan.


Tak lama berselang kemudian laki-laki satunya mempersilahkan Mia untuk memasuki ruangan,setelah mempersilahkan Mia duduk kemudian datanglah seorang laki-laki dari balik ruangan ketak Mia duduk.


Mungkin laki-laki tersebut seumuran ayahnya Mia


"Jadi kamu cucunya pak Danang?"Tanya laki-laki yang ternyata bernama pak Surya setelah mereka saling memperkenalkan diri.


Mia pun mengutarakan keinginananya untuk meminta kelonggaran waktu untuk mencicil hutang kakeknya sementara dia baru berniat akan mencari pekerjaan,pak Surya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sesaat setelahnya pak Surya hanya terdiam,terlihan sedang berfikir keras bagaimana anak ini mampu melunasi hutang-hutang kakeknya yang menggunung sedangkan dia saja belum bekerja.


"Apakah ada sesuatu yang bisa kau gunakan untuk menjamin waktu yang akan saya berikan?"kata pak Surya hanya tersenyum sinis kemudian pak Surya menyuruh kedua pengawalnya untuk meninggalkan mereka berdua.


Pikiran Mia sudah mulai keman-mana,

__ADS_1


apa mungkin pak Suryo akan melakukan pelecehan padanya?kenapa menyuruh kedua laki-laki itu keluar sih,kalaupun dua laki-laki itu tidak di suruh keluar mungkin juga tidak akan ada bedanya kalau pak Suryo ingin melakukannya tetaplah tak akan ada bedanya.


Jantung Mia berdegub semakin kencang saat pak Suryo mendekatinya dan duduk di sebelah Mia,dia sudang siap siaga jika pak Suryo melakukan hal yang buruk padanya.


Kemudian pak suryo hanya memandangi Mia dari atas sampai bawah,menyuruh Mia berdiri lalu menyuruhnya duduk kembali.


Mia hanya menurut saja meski sebenarnya bingung.


"Memang kamu mau kerja apa dengan badan yang kecil seperti itu?sedangkan aku hanya akan memberimu waktu satu bulan saja."


kata pak Suryo sambil terkekeh.


kata Mia dengan percaya diri.


"Begini saja,saya akan menganggap lunas hutang kakek kamu jika..."


"tok,tok,tok"


Seseorang mengetuk pintu membuat pak Suryo menghentikan kata-katanya,sebenarnya Mia sudah sangat penasaran dengan lanjutan kata-kata pak Suryo,apakah dia akan di terima bekerja sebagai pelayan di rumah ini?atau....entahlah pikiran Mia masih carut marut.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pelayan wanita muncul di balik pintu


"Tuan ada dokter Tio datang akan memeriksa tuan muda"kata pelayan wanita itu.


Kemudian pak Suryo bergegas keluar ruangan tanpa sepatah katapun,sesaat setelah pak Suryo keluar masuklah seorang pria muda yang tadi sempat ber papasan dengan Mia saat hendak memasuki ruangan pak Suryo.


Pria tersebut mmperkenalkan dirinya,namanya Riyan.


Mia melonjak kaget dari duduknya saat Riyan duduk di dekatnya hendak merangkul pinggang Mia.


"Anda mau apa tuan Riyan?maaf saya sedang ada urusan dengan pak Suryo." kata Mia sambil menunduk.


"Apa kamu pacar ayahku?muda sekali,mungkin sekarang papa doyan yang muda-muda kali ya...."


kata Riyan seraya berdiri dan mendekati Mia lagi kini tangannya sudah di pipi Mia,saat Mia hendak memalingkan wajahnya tiba-tiba tangan Riyan yang satunya dengan sigap memegang pipi Mia yang satunya.


Kini kedua tangan Riyan sudah ada di wajah Mia,saat Riyan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Mia


"plak!"

__ADS_1


sebuah tamparan dari tangan mungil Mia mendarat di pipi Riyan," anda jangan kurang ajar ya tuan Riyan!"


__ADS_2