Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Simpanan


__ADS_3

Berhari-hari Deni nampak tak seperti biasanya.


Di rumah maupun di kantor Deni nampak seperti kurang berkonsentrasi.


Bahkan ketika meeting pun Putra,sang asisten merasa bosnya tak seperti biasa.


"Maaf pak sebelumnya jika saya lancang,apa akhir-akhir ini ada yang mengganggu pikiran bapak?"


Tanya Putra ketika sedang dalam perjalanan dari sebuah meeting menuju kantor.


Terpaksa Putra dengan lancang menanyakan hal yang dia takutkan akan membuat klien bosnya merasa kecewa karena hal pribadi yang mengganggu pikiran bosnya.


"Hmm"


Jawab Deni singkat.


Sepertinya Deni enggan membahas tentang Mia pada siapapun,bahkan ketika orang tuanya sekalipun yang bertanya perihal keanehan sikapnya akhir-akhir ini.


"Pak,tlng mampir dulu ke MAMAMIA bakery ya."


Ucap Niko pada sopir yang sedang mengemudikan kendaraan yang mereka tumpangi.


"Ayo turun."


"Baik pak Deni."


"Selamat siang,selamat datang di mamamia,silahkan tuan."


Sapa seorang pelayan yang sedang berdiri di pintu masuk sebuah toko kue.


Deni memesan beberapa box donat dengan aneka varian untuk seluruh karyawannya di kantor.

__ADS_1


Memang sudah jadi kebiasaan Deni setiap hari jum'at ia akan membagi-bagikan makanan untuk seluruh karyawannya.


Namun ada yang berbeda kali ini,karena ini bukan hari jum'at melainkan hari sabtu.


Tanpa banyak tanya Putra segera membawa tumpukan box kue kedalam mobil.


Saat hendak mengambil kembali tumpukan box teralhir,Putra di buat terkejut karena dilihatnya Deni sang bos sedang bercakap serius dengan seorang perempuan yang tak asing baginya.


Mia,ya Mia adalah menantu kesayangan keluarga Surya yang sempat beberapa kali akan ia dan almarhumah Jesika mantan kekasihnya celakai.


Sayangnya saat akan berbalik arah Mia sudah terlanjur melihatnya,dan sialnya lagi ternyata masih mengenalinya.


"Putra!"


"Kalian.....sudah saling kenal?"


Tanya Deni heran.


"Mmmmm....i,iya pak."


"Iya."


Jawab Mia singkat.


"Permisi Nona Mia,Tuan dan anak-anak sudah siap menunggu di mobil."


Kata seorang pria berpakaian seragam serba hitam yang tiba-tiba menghampiri Mia.


"Iya pak,sebentar saya ambil barang-barang saya dulu.sebentar lagi saya keluar."


Setelah berpamitan dengan Deni dan Putra,Mia segera menuju ruangannya dan menjinjing tas menuju seorang karyawan.

__ADS_1


Setelah selesai urusannya dengan sang karyawan,Mia segera menuju ke sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat.


Saat Mia masuk ke dalam mobil Deni melihat dua orang gadis yang pernaj menemuinya di taman untuk mengembalikan ID card miliknya.


..."Apa hubungan Mia dengan kedua gadis itu?."...


Batin Deni,"Lalu,apakah pria yang berada di bangku sebelah tempat duduk sopir iyu adalah suaminya?"


Deni merasa sangat penasaran dengan kehidupan Mia.


Deni berfikir kalau kehidupan mewah yang Mia miliki sekarang karena Mia jadi istri muda,atau jadi istri simpanan.


"Papa.....!"


Teriak Dion sambil berlari menuju pelukan papanya.


Sore itu setelah mandi Dion menaiki mobil mini hadiah ulang tahun dari kakek dan neneknya.


Sengaja Dion menunggu papanya pulang di halaman depan,karena Dion pun merasakan sikap papanya yang akhir-akhir ini agak cuek padanya.


"Wah,anak papa sudah cakep."


"Iya dong,aku nungguin papa daei tadi mau main bareng."


"Aduh,papa capek banget nak.Lain kali saja ya kita mainnya."


"Ya papa,kan sudah lama kita nggak main.papa sibuk terus!"


Dion merajuk,mendorong mobil mininya menuju garasi.


"Kalau begitu papa mandi dulu ya biar capeknya hilang"

__ADS_1


"Oke papa,Dion tungguin ya."


Senyum kembali mengembang di bibir mungil anak laki-laki berusia lima tahun itu.


__ADS_2