
Pagi harinya tepat pukul delapan pagi orang suruhan pak Suryo pun datang,saat Mia keluar dari kamar di lihatnya nenek sedang berbicara serius dengan laki-laki yang akan menjemputnya.
Mia hanya menurut saja dan berjalan memasuki pintu mobil saat sang sopir membukaan pintu mobil untuknya,sang nenek tak mampu melakukan apapun toh hanya ini satu-satunya pilihan.
Sepanjang perjalanan pandangan Mia kosong memandang ke arah jalanan yang memang lumayan ramai banyak orang berlalu lalang dengan aktivitas mereka,entah apa yang di pikirkan Mia karena dia hanya melamun saja.
Sesampainy di rumah pak Suryo di lihatnya Niko yang sedang berada di kursi roda sedang berjemur di bawah terik mata hari pagi di taman halaman depan rumah yang luas itu,ada seorang wanita sepertinya pelayan di rumah itu.
Niko hanya terdiam memandangi Mia,nampak sedikit senyum di bibit Niko seolah olah ia ingin berkata Hai....atau mungkin selamat datang entahlah.
Seorang supir yang tadi membawa Mia segera membawanya kembali menemui pak Suryo di ruangan yang sama seperti kemaren,setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk mia segera memasuki ruangan dan sang supirpun segera meninggalkan mereka tanpa menutup pintu.
"Bagaimana nak Mia?apakah sudah kau putuskan?" tanya pak Suryo pada Mia.Mia sejenak diam sembari meremas jemari tangannya dan menggigit bibir bawahnya yang serasa kaku tak mampu mengucapakan sepatah katapun.
__ADS_1
Ada keraguan saat dia akan mengucapkan kata Iya sejenak terlihat sekelebat bayangan wajah Deni sahabatnya,bukankah ia sudah berjanji akan memunggu Deni pulang?apakah ini berarti bahwa Mia akan menghianati Deni?
Tapi apa yang mampu Mia lakukan selain menyerahkan raganya untuk menikah dengan Niko anak orang kaya yang lumpuh itu,toh Niko lumpuh tak mungkin juga dia akan melakukan apapun padanya,paling-paling Mia hanya akan mengurusnya seperti seorang pelayan yang dilihatnya di taman depan rumah tadi pikirnya.
Pak suryo menepuk bahu Mia pelan yang membuat mia tersadar dari lamunannya
"Eh...,iya pak!saya bersedia menikah dengan Niko untuk melunasi hutang kakek saya" karena kaget spontan mulut Mia dengan lancar mengatakannya.
Gumam mia dalam hati.
Pak Suryo mengambil sebuah dokumen,saat mia membacanya ternyata isinya adalah surat perjanjian kontrak pernikahan seumur hidup, yang berisikan beberapa poin diantara lain bahwa tak boleh ada kata cerai atau pisah dari bibir Mia,yang artinya mia di kontral seumur hidup.
Mia juga harus melayani Niko sebagai suaminya dan tidak boleh ada pria lain di dalam pernikahanya yang intinya Mia di wajibkan juga untuk setia,tidah boleh melakukan perbuatan yang bisa mencemarkan nama baik suami dan keluarga suaminya,dan masih ada beberapa baris kalimat panjang lagi dibawahnya.Dan yang paling ujung adalah bahwa Mia tidak boleh membatalkan dan tidak akan ada pembatalan kontrak selama Niko masih bernyawa.
__ADS_1
Berarti kalau Niko mati aku bebas dari kontrak dan akan bebas dari hutang kakek dong batin Mia dalam hati.
"Bagaimana nona Mia,sudah siapkah anda menjadi menantu saya?"tanya pak Suryo lagi.
"Bolehkah saya bertanya pak?"tanya Mia.
"silahkan"
"Apabila.....Maaf sebelumnya pak,kalau......Niko.....emmmmm,kalo Niko meninggal apakah itu berarti saya bebas dari kontrak ini dan bebas dari hutang?"tanya Mia agak sedikit ragu,takut kalau kata katanya menyinggung perasaan calon mertuanya itu.
"Bukan berarti kamu akan dengan sengaja membuat Niko mati kan nona Mia?"
"Tentu saja tidak pak Surya,saya masih punya hati nurani juga tidak mau di penjara,mana mungkin saya nekat sekejam itu?"jawab Mia sambil sedikit memakdakan senyumnya padahal tubuhnya sedari tadi bergetar.
__ADS_1