Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Mimpi


__ADS_3

"Mia,bangun."


Mia mencoba membuka matanya yang masih di landa rasa kantuk,karena mendengar suara yang tak asing baginya.


"Mas?"


"Mas Niko,bukannya mas Niko...."


Mia tersentak dari lamunannya ketika mendengar suara dari balik pintu seperti suara Pak Suryo dan Riyan sepertinya mereka sedang berdebat,karena Mia sempat mendengar suara keras Pak Suryo membentak Riyan.


"Mia itu menantu dirumah ini,bukan hanya sekedar tumbal hutang keluarganya!!!!"


Bentak pak Suryo pada Riyan.


"Tumbal,tumbal hutang?!"


Mia menutup erat mulutnya dengan tangannya sendiri,takut kalau salah satu diantara mereka ada yang mendengar suaranya.


Mia kembali mengintip dari lubang kunci dan menajamkan pendengarannya,karena perdebatan antara anak dan ayah sudah tak lagi terdengar.


Tiba-tiba Mia dikejutkan oleh suara pak Suryo yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Ehem....! kamu sedang apa?!"


"Aduh,ketangkap basah!"


Batin Mia,sambil gelagapan menjawab sekedarnya.


"Emm....anu,emm......anu pak,saya...."


Mia mulai gugup dan bingung harus menjawab apa.


"Kamu lihatlah keluar."

__ADS_1


Kata pak Suryo sambil menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.


"Ta....tapi pak...?"


Mia semakin bingung dan gelagapan bak maling yang tertangkap basah oleh sang pemilik rumah.


"Keluarlah,kamu akan segera tau apa yang terjadi di luar sana."


Pak Suryo mendahului langkah keluar dari kamar di susul Mia yang dengan ragu namun keraguannya terkalahkan oleh rasa ingin tahunya yang menggelitik pikirannya.


Disana ada seorang pria berpakaian rapi sedang berdiri dari sudut ruangan memandangi dua orang yang sedang berada di tengah acara.


Nampaknya sedang ada acara pernikahan disana,namun tak nampak oleh Mia siapa mempelainya.


Semakin dekat langkah Mia memuju seorang laki-laki yang tak asing baginya sedang berdiri sambil tersenyum.


"Mas Niko?"


Ya,laki-laki itu adalah Niko,suaminya.


Mia merasa sangat penasaran,kenapa Niko terlihat sangat bahagia melihat mempelai tersebut?terlihat dari senyumannya yang tak henti mengembang di bibirnya.


Mia berjalan melewati Niko yang seakan tak memperdulikannya,meski mata mereka sempat sekilas saling pandang saat berpapasan.


Namun Niko seakan tak begitu memperdulikan Mia yang berjalan di sebelahnya meski berjalan sambil memandanginya berkali-kali.


Semakin dekat Mia dengan kedua mempelai pengantin tersebut,yang meski semakin dekat namun Mia tak bisa melihat dengan jelas wajah sang mempelai karena terhalang oleh para tamu undangan yang lain.


Brugh!


"Aduh!"


Mia terjatuh setelah lengannya menabarak seseorang namun seakan tak ada yang memperdulikannya.

__ADS_1


Mia berusaha bangkit,namun dari sela para kerumunan nampak dari samping mempelai yang berbagahgia tersebut tak lain adalah dirinya sendiri.


Bukan hanya itu,yang membuat Mia semakin terkejut adalah mempelai prianya.


Mempelai pria yang bersanding dengannya di pelaminan bukanlah Niko suaminya,namun Riyan adik iparnya.


Mia kembali menoleh kearah Niko,dia masih berada di tempatnya tak henti menyunggingkan senyum.


Namun kali ini pandangannya tertuju pada Mia,bukan Mia yang sedang bersanding di pelaminan bersama Riyan melainkan memandang Mia yang sedang bingung sambil tersenyum.


Saat Mia hendak berlari menuju Niko tiba-tiba Niko berjalan menghampirinya saat mereka hampir berpapasan Niko berhenti tepat di hadapan Mia.


"Kamu adalah tumbal hutang Mia!"


Niko membisikan kata-kata itu sambil tersenyum dan kembali berjalan meninggalkan Mia.


Saat Mia hendak mengejarnya,Mia kembali menabrak seseorang dan Niko menghilangdi telan kerumunan para tamu undangan acara pernikahan tersebut.


Mia merasa bingung dan frustasi,kenapa suaminya berkata seperti itu?


apakah selama ini Niko tak pernah mencintainya?


apakah selama ini Niko juga hanya menganggapnya sebagai tumbal hutang semata?


Suasana tiba-tiba menjadi sunyi,tak ada seorangpun di dalam sebuah gedung yang sangat luas menyerupai sebuah aula tersebut.


Bahkan Mia sampai bisa mendengar suara tangisannya dan deru nafasnya sendiri.


Saat Mia akan menuju sebuah pintu tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang menyilaukan matanya.


Dan saat Mia membuka mata,dia sedang tergeletak diranjang tempet tidurnya dengan peluh membasahi keningnya.


Tok tok tok!

__ADS_1


"Ma.....mama sudah bangun?"


Suara Felicia membangunkannya dari luar pintu.


__ADS_2