Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Kehamilan


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Riyan mulai membuka suara,


"Maaf semuanya,hari ini saya memperkenalkan Jesika ke kalian semua dan.......sekaligus ingin meminta restu papa untuk segera menikah."


"hmmmm....."pak Suryo masih sambil mengelap bibirnya dari sisa makannya.


"Apa ada sesuatu,sehingga kamu membuat keputusan secepat ini?" tanya pak Suryo.


"Bahkan kita saja belum mengenal keluarganya,dan apakah sudah kamu pikirkan matang-matang semua keputusanmu ini?"


"Tapi pah,apakah harus kita sedetail itu tentang keluarga Jesika?bahkan kita juga tidak tau menau soal gadis itu dan tiba-tiba papah menikahkan mereka." kata Riyan sambil menatap Mia dengan sinis.


Dan semua mata spontan tertuju pada Riyan menatapnya dengan tajam.


"Siapa bilang aku tidak mengenalnya?bahkan sejak dia di lahirkan aku sudah memilihnya untuk menjadi menantuku." dan pandangan semua mata beralih memandang pak Suryo dengan tatapan kaget termasuk Mia,hanya Jesika yang merasa bingung sendiri disini.


"Keluarga Mia ini adalah keluarga sahabat papa,sejak kecil papa dan kakeknya Mia adalah kawan sepermainan.

__ADS_1


Kakeknya Mia pernah menyelamatkan nyawa papa,dan berkat jasa kakeknya Mia pula kalian lahir di muka bumi ini.


Jadi....jangan bilang kalau Mia itu tidak jelas asal usulnya! Aku sendiri yang menyuruh orang untuk menjaganya selama ini meski dari kejauhan dan meski dia sendiri tidak tau,memangnya siapa yang membiayai sekolahnya selama ini?" kata pak Suryo dengan nada santai tanpa menatap siapapun,seakan merasa mengungkap rahasianya sendiri.


"deg!"


Mia kaget bukan main mendengar pernyataan pak Suryo,karena selama ini memang tak pernah dia tau menau masalah tersebut,namun dia hanya diam menahan berjuta pertanyaan atas apa maksud dari semua perkataan pak Suryo barusan.


Jika nanti tepat waktunya Mia akan mempertanyakan semuanya secara pribadi,bukan dalam keadaan seperti ini.


"Pah....aku cuma minta restu papah untuk segera menikahi Jesika." Kata Riyan setengah memelas,dia tau tak akan pernah menang jika berdebat melawan papanya.


"Masalahny.........Jesika sudah terlanjur hamil pah...." ucap Riyan lirih seakan menyesal dengan kata-kata yang barusan keluar dari mulutnya.


"Apa....!!!" ucap Niko dan Mia hampir bersamaan spontan,kaget dengan apa yang di ucapkan Riyan barusan.


"Hmmmmm.......Jadi itu alasanya?" kata pak Suryo santai,seakan sebelumnya sudah tau apa yang akan Riyan katakan.

__ADS_1


"Jadi jesika...apakah tidak ada satupun keluargamu yang bisa di temui disini?"


tanya pak Suryo.


"Tidak ada om,keluarga papah semuanya tinggal di luar negri sedangkan keluarga ibu saya sama sekali tidak tau." Jesika berusaha menjelaskan.


"hhhhhhhh..........." pak suryo menghela nafas panjang seolah sedang berfikir.


"Sudah berapa bulan usia kandunganmu?" tanya pak Suryo pada Jesika.


"Tiga minggu om." Jesika menjawab masih sambil menunduk.


"Baiklah,besok kita bahas lagi masalah ini.Karena sudah larut antarka Jesika pulang Yan" perintah pak Suryo pada Riyan.


"Baik pah." Riyan menurut dan langsung membawa Jesika keluar setelah sebelumnya mereka berpamitan.


Satu minggu setelah pengakuan kehamilan Jesika,Pak Suryo memutuskan bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan minggu depan.

__ADS_1


Maka dari awal mereka sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahan Riyan dan Jesika.


__ADS_2