Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Anggota baru


__ADS_3

Saat tangan Mia masih menggantung tanpa di jabat oleh Jesika,tiba tiba nampak pak Suryo sedang mengamati mereka bertiga.


"ehem....."suara pa Suryo yang berdehem memecah keheningan.


"Kamu sudah pulang Yan....,bawa siapa?"tanya pak Suryo sambil duduk santai mengambil buku yang tergeletak di meja.


"Pa,kenalin ini Jesika"Riyan memperkenalkan pacarnya pada orang tuanya.


"hmmmmm" pak Suryo memperbaiki kaca matanya masih tanpa menoleh.


"Selamat sore om,apa kabar?"Riyan dan Jesika duduk di kursi ,sedangkan Mia bergegas meninggalkan mereka.


"Mia......tolong katakan pada bi Wita untuk memasak makan malam karena kita kedatangan tamu"


"Baik pak,apa ada yang lain lagi?"Jawab Mia dengan sopan.


"Tidak,pergilah nak"


"Perempuan ini sebenarnya menantu atau pembantu sih?kenapa nurut sekali di suruh-suruh gitu.alApa dulunya dia pembantu yang merayu majikannya lalu di nikahi?lalu kenapa sepertinya Om Suryo begitu sayang padanya sampai memanggilnya nak" batin Jesika.


"Nama kamu siapa tadi?" tanya pak Suryo basa basi pada Jesika.


"Saya Jesika om,saya pacarnya Riyan om." dengan bangganya Jesika mengaku bahwa ia pacarnya Riyan,pak Suryo paham betul perempuan-perempua seperti apa yang selama ini dekat dengannya."sudah berapa lama kamu dekat dengan anak saya?"

__ADS_1


Jesika dan Riyan hanya saling pandang,"sudah sekitar satu tahunan Pah,tapi kami pacaran baru sebulan"


"bagaimana dengan keluargamu Jesika?"


Jesika hanya terdiam sesaat,"Ayah saya seorang pengusaha di luar negri tetangga om"


"perusahaan apa,siapa namanya,lalu bergerak di bidang apa usaha orang tuamu?"


"Ini perkenalan dengan calon mertua atau mau melamar kerja sih sebenarnya?" batin Jesika sambil mengernyitkan dahinya.


Pak suryo hanya ingin tau saja seperti apa perempuan yang dekat dengan anak -anaknya.


Jesika mengaku bahwa orsng tuanya sudah meninggal dalam kecelakaan dan hidupnya sekarang sebatang kara di kota ini,almarhum ayahnya adalah seorang pengusaha bernama Susilo handoyo,memang nama Susilo handoyo terasa tak asing di telinga pak Suryo.


"Oiya mas,Riyan pulang mas.Sama pacarnya."


"hmm....."jawab Niko acuh.


"mas....mas kenapa? kok kayak gak senang gitu?"


"Memangnya kenapa aku harus senang?mengingat kelakuannya,kalau saja dia bukan adik kandungku ingin rasanya aku menjebloskannya ke dalam penjara."jawab Niko menahan amarahnya.


"Oiya sayang.Papah bilang aku harus mulai belajar bisnis supaya nanti bisa meneruskan usaha papah,menurut kamu gimana sayang?" Niko berusaha mencari topik pembicaraana lain sambil duduk bersila di depan Mia.

__ADS_1


"Ya gak papa mas,Lagipula sudah saatnya mas kerja kan?" jawab Mia sambil memegang kedua tangan suaminya.


"tok,tok,tok....."


"tuan,nona...."panggil bu Wita dari luar pintu.


"ceklek"Mia membuka pintu.


"iya bu Wit,ada apa?"


"Makan malam sudah siap nona,semua sudah menunggu di meja makan.Tuan besar meminta saya untuk memanggil nona dan tuan untuk segera keluar."


"baiklah bu Wit,terimakasih ya kami akan segera keluar."


"baiklah nona,saya permisi."


Setelah pelayan tersebut berlalu.


Mia mengajak Niko segera keluar untuk makan malam bersama,saat sampai di meja makan disana sudah ada Riyan dan juga pacarnya.


Mereka segera makan dengan tenang tanpa ada percakapan meski hanya basa basi,Jesika sekilas tampak curi-curi pandang ke arah Niko yang sedikitpun tak memperhatikannya.


"Kakaknya Riyan ternyata ganteng juga,sayang sudah punya istri.Mana istrinya kampungan banget gitu penampilannya kasian banget kakaknya Riyan ini." batin Jesika masih sambil sesekali melirik kearah Niko.

__ADS_1


__ADS_2