Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Gagal bulan madu


__ADS_3

Mia merasa matanya silau oleh kilatan cahaya yang menerobos masuk dari jendela kamar yang terbuka,rupanya pagi itu Niko bangun lebih dulu dari Mia.


Sudah tersaji sarapan di meja sedangkan ada suara air mengalir di kamar mandi,


"sepertinya mas Niko sedang mandi" batin Mia.


Setelah selesai membereskan tempat tidur Mia menggulung rambutnya ke atas dan mengikatnya dengan sembarangan memperlihatkan lehernya yang putih dan mulus,saat Niko keluar dari kamar mandi langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menciumi leher istrinya dengan lembut.


"pagi pagi gini apakah kau sengaja menggodaku dengan memamerkan lehermu itu sayangku?" goda Niko pada istrinya sambil terkekeh.


"Apaan sih mas,aku mau mandi"Mia segera melepaskan pelukan Niko dan berlari ke kamar mandi.


Saat di kamar mandi Mia bertriak memanggil nama Niko,"Mas.....tolong aku!"Teriak Mia sambil membuka sedikit pintu kamar mandi.

__ADS_1


Niko segera berlari mendekati pintu kamar mandi dengan panik


"Ada apa yang?ada sesuatu!" Niko masih clingak clinguk sambil melihat seluruh sudut ruangan kamar mandi takutnya ada hewan yang Mia takuti,dan tak ada apapun disana.


"Kamu nyari apa sih mas?kok clingak clinguk gitu di kamar mandi?" Mia menatap suaminya dengan pandangan bingung,begitu juga dengan Niko mereka saling pandang dengan wajah sama bingungnya.


"Mas,tolong ambilkan barang aku di tas.


Bungkusnya warna pink ya."ucap Mia pada Niko masih dalam keadaan melongokkam kepalanya keluar dari kamar mandi.


Niko bergumam sambil berjalan mencari barang yang Mia inginkan,setelah berulang kali menunjukkan semua barang di tas Mia yang berwarna Pink dan Mia selalu menjawan "bukan" atau "bukan yang itu" karena memang Niko tak paham barang apa yang di maksud Mia.


Karena tak sabar,akhirnya Mia mengenakan manthol mandinya dan segera keluar dari kamar mandi diambilnya sendiri barang yang ia inginkan dan menunjukkannya pada Niko.

__ADS_1


"Ini tadi yang aku mau mas,di tas dan bungkusnya warna Pink kan?" Niko hanya tersenyum meski masih terlihat bingung.


"Emang itu barang apa sih yang?" tanya Niko penasaran saat Mia menunjukkan padanya tadi sekilas dibacanya tulisan pembalut.


Karena penasaran Niko pun mulai mencari diinternet dan menelfon bu Wita menanyakan perihal pembalut,bu Wita pun paham betul keadaan Niko yang tak banyak mengerti seperti orang pada umunya karena memang Niko yang sejak kecil sudah mengalami kelumpuhan tak bisa merasakan sekolah umum seperti yang lain.


Bu Wita pun me jelaskan perihal apa yang di tanyakan Niko lewat telfn sampai membuat tuan mudanya itu paham,Selama ini bu Wita bukan hanya pengasuh pribadi Niko tapi juga sudah seperti ibu baginya,yang selama ini dengan telaten dan sabar mengurus serta menjaganya sampai sedewasa ini.


"Ih.....mas,kamu apa apaan sih?soal gitu aja di tanyakan ke bu Wita!" omel Mia yang dengan tak sengaja mendengarkan percakapan mereka lewat telfn.


"yang....kamu kan tau kalau aku gak paham soal begituan,memangnya salah kalau aku ingin lebih memahami istriku?" Jawab Niko sambil mencium lembut bibir istrinya.


"Awas mas jangan macem macem,aku lagi berhalangan lho ini."berusaha menghindari kontak fisik dengan suaminya karena sadar dengan keadaannya.

__ADS_1


"Berhalangan?! memangnya apa yang menghalangi kamu?bu Wita tadi hanya memjelaskan bla...bla...bla...."(menjelaskan ulang yang tadi di jelaskan bu Wita tanpa ada penjelasan kata berhalangan).


"Mas....berhalangan dan menstruasi itu sama artinya, cuma beda kata katanya saja.".Mia berusah menjelaskan lebih detail pada suaminya.


__ADS_2