Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Malam pertama


__ADS_3

Melihat pemandangan yang membahagiakan membuat pak Suryo tak bisa menahan diri untuk terus melihat dari kejauhan,akhirnya pak Suryo pun masuk dan ikut menikmati kebahagiaan bersama.


Malam harinya setelah makan malam bersama,Mia menuntun nenek menuju ke kamar untuk istirahat.


"Nek,Mia antar nenek ke kamar ya?"Setelah sampai di kamar nenek,Mia tak langsung meninggalkan neneknya.


Namun masih menunggui sampai neneknya benar benar terlelap tidur,Niko yang sudah terlebih dahulu bersiap siap di kamar mulai gelisah.


"Kenapa Mia lama sekali sih?apa dia tidak tau aku sedang menunggunya,apa aku susul saja ya."


Baru saja Niko hendak membuka hendel pintu,pintu sudah terlebih dahulu di buka dari luar.


"Kamu mau kemana mas?"


Tentu saja menyusul istriku,kenapa kamu lama sekali sayang ku.........apakah kamu tidak tau aku sudah menunggumu dari tadi?beraninya kau membuatku jenuh menunggu,kau harus di hukum!"


Bisik Niko lembut di telinga Mia sambil terus bibirny menyapu leher mulus istriny.


"Aku mau ke kamar mandi dulu mas,bersihin muka"Mia berlari menuju kamar mandi sambil tersenyum menggoda suaminya.

__ADS_1


"Jangan lama lama,atau aku akan menyusulmu ke kamar mandi dan menghukummu disana!" Kata Niko masih berdiri sambil tak melepaskan pandanga matanya dari Istrinya sampai menghilang di balik pintu kamar mandi.


Setelah Mia keluar dari kamar mandi dan hendak mematikan lampu kamar,di pandanginya tempat tidur tak ada Niko disana.


"Dimana dia?bukankah tadi dia bilang aku tak boleh berlama lama di kamar mandi?kenapa sekarang dia yang menghilang."gumam Mia kesal dengan suaminya yang tiba tiba menghilang.


Sebenarnya Niko bukannya menghilang,karena saat Mia masuk ke kamar mandi ada yang datanh mengetuk pintu.


"tok,tok,tok.


Permisi tuan muda,Tuan besar memanggil anda untuk segera ke ruangan beliau."


"Ada apa ya bu Wit,kok papa malam malam begini manggil aku?"tanya Niko heran,karena memang sudah malam dan sudah waktunya semua orang beristirahat.


"Saya kurang tau Tuan,silahkan segera temui tuan besar karena beliau sudah menunggu."jelas bu Wita.


Niko pun segera menuju ruangan Ayahnya tanpa berpamitan pada Mia terlebih dahulu,karen mungki dia tak akan lama pikirnya.


Tapi ternyata di dalam ruangan yang besar itu pak Suryo membahas soal hubungannya dengan Mia,

__ADS_1


"Nik,apakah kamu benar benar menyayangi Mia nak?"


"pa....kenapa papa menanyakan hal itu lagi?hubungan kami biarlah kami yang merasakannya,tak perlu di jelaskan lagi."jawab Niko singkat.


"Lalu apakah perlu papa membatalkan surat perjanjian kontrak dengan Kakek Mia?jika nyatanya kalian sudah sama sama saling cinta.


"Tidak perlu pa,mungkin aku nampak egois tapi dengan adanya surat tersebut akan membuat Mia bersamaku seumur hidupnya."Jawab Niko santai.


"Baiklah kalau memang itu maumu nak,lalu apakah kalian tidak berencana berbulan madu? papa akan mengaturnya untuk kalian jika kau menginginkannya."


"Itu bisa di atur pa,nanti akan ku bicarakan dengan Mia jika neneknya sudah benar benar pulih."


"Yasudah,istirahatlah nak."


"baik pa,papa juga istirahat ya."


Niko pun berpamitan kembali ke kamarnya,sedangkan saat memasuki kamar dilihatnya Mia sudah tertidur pulas meringkuk di tempat tidurnya.


Niko pun membaringkan tubuhnya di sebelah Mia,Niko tak tega mengganggu Mia yang sudah lebih dulu terlelap.

__ADS_1


__ADS_2