
Pagi-pagi sekali Mia sudah bangun,mempersiapkan dan mengurus semuanya seperti biasa.
Hari ini adalah hari minggu,dimana pada umumnya semua orang libur dari pekerjaannya tapi justru Mia malah lembur setiap hari minggu karena membludaknya pesanan serta pengunjung di toko kue miliknya.
Mia tak lagi mampu menghandle semuanya sendiri,kini dia menambah lagi beberapa karyawan baru serta ditambah lagi seorang asisten karena kesibukan Mia dirumah terkadang memaksanya untuk tidak datang ketoko seharian.
Hari ini adalah jadwal Felicia kontrol kerumah sakit,Mia sudah membuat janji dengan dokter yang menangani Felicia.
Hari ini Riyan menyempatkan diri untuk menemani Mia mengantar Felicia kontrol kerumah sakit.
"Apakah ada perkembangan dengan keadaan putri saya dokter?"
Tanya Mia pada seorang pria berjas putih duduk dihadapannya.
"Begini bu,kemungkinan untuk sembuh sebenarnya ada,namun dirumah sakit ini kami sudah mengupayakan semampu kami bu."
"Lalu dokter?!"
" Kami menyarankan untuk anak ibu melanjutkan pengobatan di singapore,yang memang disana alat kesehatan serta pengobatannya jauh lebih bisa menjamin keaembuhan anak ibu."
__ADS_1
Mia menghela nafas panjang,bagaimana mungkin dia membawa putrinya berobat ke negara tetangga sedangkan sang mertua yang sudah usia lanjut dan mulai sakit-sakitan harus ia tinggalkan.Meaki dirumah begitu banyak asisten rumah tangga yang pastinya mereka akan dengan sigap mengurus papa mertuanya,namun Mia merasa tidak akan tenang jika harus pergi jauh dalam waktu lama.
Sepanjang perjalanan Mia membahas soal rencana pengobatan Felicia ke singapore yang di rekomendasikan oleh dokter dirumah sakit barusan.
Riyan berpendapat untuk melakukan yang terbaik untuk Felicia,sedangkan untuk urusan papanya dirumah Riyan berjanji akan ikut membantu mengurus,karena bagaimanapun Riyan adalah satu-satunya anak kandung yang dimiliki pak Suryo.
Saat tiba dirumah,didepan rumah sudah terparkir mobil milik Deni.
"Sepertinya ada tamu Mia."
"Hah! Siapa?"
"Bukankah itu mobil Deni?"
"Siapa lagi kalau bukan mencarimu......Mungkin dia datang untuk melamarmu,hehehe."
Riyan menoleh kearah Mia,lalu membuka pintu mobil dan membantu Felicia turun dari mobil.
Mia segera menemui Deni diruang tamu yang sudah menunggunya sedari tadi,sedangkan Riyan hanya sedikit berbasa-basi menyapa Deni lalu membawa Felicia kekamarnya dan meninggalkan Mia berdua saja dengan Deni diruang tamu.
__ADS_1
"Mia,aku kesini mau minta maaf atas kejadian tempo hari."
"Sudah lah,aku sedang berusaha melupakannya."
Jawab Mia dengan nada ketus,dia masih kesal atas perlakuan Deni padanya dimobil saat di parkiran toko kue tempo hari.
"Aku harap kamu tidak membenciku."
"Aku tidak pernah membencimu,hanya saja menyayangkan perbuatanmu!"
"Mia,apakah kamu masih marah padaku?"
Deni memohon agar Mia memaafkan nya,ean tidak membencinya.Deni juga berharap hubungan mereka bisa kembali seperti dulu lagi,jika Mia setuju dalam waktu dekat Deni akan melamarnya pada pak Suryo sang mertua.
Mia menghela nafas secara kasar,mendengar ucapan Deni.
"Dengar ya Den,untuk saat ini begitu banyak kejadian dirumah ini yang membuatku tak pernah berfikir untuk......"Mia menghela nafas panjang untuk ancang-ancang meneruskan perkataannya.
Deni mendekat dan menggenggam jemari Mia.
__ADS_1
"Kita bisa mengatasinya bersama,aku akan selalu ada untuk meringankan semua masalah ini."
Mia hanya terdiam memandang lekat kewajah Deni,sepertinya kata-kata Deni mampu meluluhkan hati Mia.