
Sesampainya di luar negri mereka langsung di sambut oleh orang suruhan pak Suryo yang bertugas menjemput dan membawa mereka ke sebuah apartemen yang sudah di sediakan oleh pak Suryo sebelum mereka meninggalkan tanah air.
Mia segera merapikan barang barang bawaan mereka,setelah sehari beristirahat sopir yang sudah di sediakan oleh pak Suryo membawa mereka ke rumah sakit dimana kawan sejawat dokter Tio praktek,tentunya dengan mengantongi surat pengantar resmi dari dokter Tio dan tentunya dokter Tio sudah memberi kabar kepada dokter Wiliam sebelum mereka sampai di rumah sakit.
Niko di anjurkan rawat inap di rumah sakit untuk beberapa hari,guna melaksanakan serangkaian tes.
Setelah 2hari meninap di rumah sakit akhirnya Niko di izinkan rawat jalan namun dengan syarat setiap hari tetap harus datang kerumah sakit untuk teraphy dan pengobatan lebih lanjut.
Kini hampir satu bulan Mia dan Niko berada di luar negri demi kesembuhan Niko,dan benar saja usaha mereka benar benar membuahkan hasil.
Kini Niko sudah mulai bicara dengan lancar hanya saja Niko belum bisa benar benar berjalan dengan sendiri dengan lancar,namun seluruh syaraf pada anggota tubuh Niko sudah mulai bisa digerakkan.
__ADS_1
Hanya tinggal teraphy dan belajar berjalan saja karena saking lamanya tidak di gunakan berjalan mungkin perku menyesuaikan lagi dalam menopang seluruh anghota tubuhnya.
"Mia....terima kasih ya,karena selama ini kamu sudah mau menerimaku apa adanya,mau menikah denganku yang seperti ini.terima kasih juga kamu mau merawatku selama ini meski tanpa di bayar."
kata Niko pada istrinya ketika mereka berdua si kamar saat hendak bersiap untuk tidur.
"Sama sama,memang sudah kewajibanku merawatmu karena memang kamu adalah suamiku.meski....."Mia menghentikan kata katanya dan membuat Niko menghadapkan wajahnya ke arah Mia.
"Meski......kenapa Mia?apa karena kamu terpaksa menikah denganku?apakah kau tidak menyukaiku?"Mia hanya terdiam matanya mererawang ke langit langit kamarnya.
Mia hanya bisa menggeleng pelan.
__ADS_1
"Jika memang kau masih belum bisa menerimaku sebagai suamimu sampai saat ini tak apa Mia,aku hanya bisa bersabar menunggumu menerimaku."Mia hanya terdiam sambil memejamkan mata,ada bulir air mata menetes dari sudut matanya."Kamu kenapa menangis Mia?apa ada laki laki lain di hatimu?"
"Deg"
Sesaat rasanya jantung Mia berhenti berdetak,nafasnya semakin sesak tangisnya semakin menjadi.
Ia teringat Deni,ya.....Deni adalah sahabat Mia sejak kecil yang pergi melanjutkan pendidikan di negri orang,Mia sempat berjanji akan menunggunya namuk kini justru menghianatinya.
Kini tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menerima Niko sebagai suaminya,meski awalnya hanya demi membayar hutang Kakeknya tapi kini Mia merasa sedikit demi sedikit perlahan hatinya mulai terbuka untuk Niko.
"Tidurlah Nik,besok kita harus bangun pagi.
__ADS_1
Bukankah besok jadwal kamu therapy?" Mia segera menyelimuti tubuh Niko dan bergegas tidur,meski sebenarnya hanya sekedar memejamkan mata dan tak benar benar tidur.Pikiranya masih terus melayang tentang Deni,
"apa yang harus aku lakukan jika suatu saat nanti Deni kembali?sanggupkah aku menjelaskan semuanya?aku begitu naif karena takut membuat Deni sakit hati,tapi tak dapat ku pungkiri bahwa aku juga mulai menyukai Niko"Antara pikiran dan hati Mia terus berperang melawan kejahatan demi keadilan sampai tanpa sadar mulai terlelap dalam tidurnya.