
Sebelum pulang kerumah pak Suryo meminta supir untuk mengantar mereka ke rumah sakit dahulu,setelah sebelumnya menghubungi pihak rumah sakit dahulu.
Sesampainya di rumah sakit,pihak rumah sakit langsung menyambut mereka.
Lalu mengantarkan mereka menuju ruang praktek dokter kandungan untuk melakukan USG,dan benar saja seperti yang di katakan mak Ilah bahwa di dalam rahim Mia ada calon jabang bayi cucu pak Suryo.
Sejak saat itu mereka begitu memanjakan dan menyayangi Mia,bahkan tanpa di minta mereka menjaga dan memperlakukan Mia seperti ratu,akan terapi Mia dengan sifat rendah gatinya tak pernah menyuruh pelayan atau siapapun untuk melayaninya dengan ekstra.
Mia masih tetap melakukan apapun yang bisa dia lakukan,bahkan masih ikut membantu para pelayan memasak di dapur seperti biasa meski seringkali pak Suryo dan Niko melarangnya.
Melihat perlakuan semua orang pada Mia,membuat Jesika iri.
Pasalnya meski sama-sama sedang mengandung tapi Jesika tidak mendapatkan perlakuan seistimewa Mia.
Jelas saja selain sedari awal Mia adalah menantu pilihan pak Suryo sendiri sehingga di anak emaskan juga Mia sedang mengandung cucu laki-laki pertama di keluarga pak Suryo.Sedangkan Jesika,pak Suryo terpaksa menerimanya karena sudah terlanjur berbadan dua.
Rasa iri membuat Jesika nekat untuk melakukan rencana-rencana buruk untuk mencelakai Mia.
Pagi itu Jesika berniat mengganti vitamin yang biasa di minum Mia dengan obat penggugur kandungan,namun aksinya gagal karena secara tak sengaja aksinya diam-diam dinketahui oleh bu Wita salah satu pelayan senior dirumah tersebut.
Bu Wita segera melaporkan aksi Jesika kepada pak Suryo secara diam-diam.
Kemudian pak Suryo menugaskan bu Wita untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam menjaga Mia serta calon cucu laki-lakinya setelah mengetahui niat buruk Jesika.
Tak hanya sekali dua kali bahkan Jesika tak pernah menyerah untuk mencelakai Mia.
__ADS_1
Seperti pagi ini Jesika mengajak Mia ke dapur untuk di ajari memasak namun sebelumnya Jesika sudah terlebih dahulu menumpahkan minyak ke lantai supaya Mia terpeleset,akan tetapi aksinya lagi-lagi di ketahui oleh bu Wita sehingga segera bu Wita membersihkan minyak di lantai sesaat sebelum mereka tiba di dapur.
Jesika merasa heran kenapa dia selalu gagal setiap kali hendak mencelakai Mia,Jesika merasa ada sesuatu yang aneh karen meski gagal dalam aksinya tapi Mia selalu bersikap biasa saja seolah tak ada apapun.
Ternyata selama ini Mia memang tak pernah mengetahui rencana licik Jesika yang sering kali ingin mencelakainya.
Suatu pagi Mia melihat Jesika mengendap-endap keluar rumah lewat pintu samping dan Mia mengikutinya.
Ternyata Jesika bertemu dengan seorang laki-laki,mereka membicarakan soal obat yang ternyata akan di berikan untuk Mia agar Mia melahirkan lebih cepat sebelum waktunya,ternyata obat itu adalah obat pacu untuk merangsang kelahiran.
Dan yang lebih membuat Mia terkejut adalah mereka berdua berciuman dengan mesra sebelum berpisah.
Saat mengetahui Jesika hendak masuk kembali,Mia bergegas kabur sampai seseorang menarik lengannya dan mengajaknya bersembunyi.
Bu Wita menceritakan semua rencana jahat Jesika selama ini yang tanpa di ketahui Mia selalu di gagalkan oleh bu Wita,dan bu Wita bilang laki-laki yang baru saja di temui Jesika adalah Putra kemungkinan selingkuhan Jesika.
Mia sangat terkejut mendengan semua cerita bu Wita,karena ternyata Jesika adalah perempuan yang hanya memanfaatkan Riyan demi mengejar harta.Bahkan pak Suryo sudah mengetahuinya sejak awal,karena Riyan tak mau mendengarkan perkataan papanya maka Riyan tetap keras kepala dengan keputusannya menikahi Jesika.
"Mia,ini vitamin nya aku ambilkan untukmu." menyodorkan obat dan gelas berisi air putih ke hadapan Mia.
"Iya Jes terima kasih,harusnya jangan repot-repot aku bisa ambil sendiri kok."Menerima obat dan gelas berisi air minum lalu meletakkannya di nakas sebelah kursi tempatnya duduk.
"Kok nggak langsung di minum Mia?"
"Nanti dulu,aku sedang membalas chat dari mas Niko." sok sibuk mengutak atik hapenya.
__ADS_1
"Nona Mia,ini buah pesanan anda." meletakka piring buah menindih tepat di mana obat di letakkan,dan dengan cepat bu Wita mengambilnya.
"Iya bu Wita,terimakasih."
Segera bu Wita berlalu pergi meninggalkan mereka.
Saat Jesika melihat ke arah nakas tempat timana obat tadi di letakkan oleh Mia,ia terkejut karena obat tadi sudah tidak ada lagi dimaja.
"Mia,dimana vitaminmu?" berusaha mencari di kolong dengan susah payah karena perut yang membuncit.
"Aku tidak tau Jesika,tadi aku meletakkannya dinsitu." hanya melirik dan menunjuk nakas yang ada di sebelahnya.
Jesika kebingungan mencari obat yang akan diberikan pada Mia,karena Putra hanya memberikannya sebutir saja.
Putra bilang tidak mudah mrndapatkan obat itu.
"Sudahlah Jesika,jika obatnya hilang atau jatuh kan bisa ambil lagi yang baru."
"I...iya Mia,tapi kan sayang vitamin itu mahal."
"Gapapa,aku masih punya banyak kok,lagian kalo obatnya sudah jatuh kan kotor tidak mungkin aku akan meminumnya juga kan?"
"Iya sih,kalo begitu akan aku ambilkan yang baru untukmu." berjalan perlahan meninggalkan Mia.
"Tidak usah Jesika,aku sudah minum tadi." sambil tersenyum memandang Jesika yang berjalan meninggalkannya dengan kesusahan karena perut yang sudah sangat besar.
__ADS_1