
Selama perjalanan menuju sekolah anak-anaknya,Mia masih terngiang kata-kata Niko dalam mimpinya.
Semua terasa sangat nyata semalam.
"Tumbal hutang"
Mia mengulang perkataan Niko dalam mimpinya.
Memang benar pada awalnya Niko dinikahkan dengannya semata-mata bukan karena cinta,namun karena sebuah perjanjian utang-piutang peninggalan mendiang kakeknya.
"Ya Tuhaaan,kenapa hidupku serumit ini?
Aku kira hidupku telah berakhir bahagia bak putri dalam dongeng dengan mas Niko,tapi ternyata aku salah."
Brak!
"Ya ampun!"
Suara Mia sedikit berteriak karena panik dan kaget.
"Ada apa pak?"
Tanyanya pada sang sopir.
"Sepertinya ada yang terserempet mobil kita nyonya,sebentar saya cek dulu"
Jawab sang sopir sambil bergegas membuka pintu dan keluar dari mobil.
Mia buru-buru ikut keluar mobil,siaoa tau ada hal yang serius.
Seorang wanita paruh baya dengan sepeda tergeletak di sebelahnya.
Sang sopir berusaha membantunya untuk berdiri dan memapahnya menuju mobil.
"Pak sopir tolong bawa ibu ini segera kerumah sakit terdekat,biar saya naik taksi saja ya."
__ADS_1
"Baik nyonya,maafkan kecerobohan saya."
"Gak apa,nanti setelah selesai dari sekolah anak-anak saya akan langsung menyusul kerumah sakit mengurus semuanya."
"Baik nyonya."
Sebelum dibawa masuk mobil oleh sang sopir,tadi sekilas Mia sempat melihat wajah sang wanita yang tadi di serempet oleh sopirnya.
Mia merasa seperti tak asing melihat wajahnya.
Mia hanya berfikir mungkin pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya.
"Nyonya,wanita itu tak mengalami luka serius,hanya sedikit lecet di bagian tangan dan kakinya."
Sang sopir melaporkan keadaan korban kecelakaan tadi pagi.
"Dia masih di UGD namanya Kurniasih,tinggal di desa kenanga."
Mia sejenak berhenti lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Tak apa nyonya,saya yang salah karena menendarai sepeda sambil melamun memikirkan anak saya."
"Memangnya anak ibu kenapa?"
Tanya Mia basa basi.
"Saya rindu anak saya nyonya,dulu waktu kecil saya titipkan pada orang tua saya namun setelah sekian lama saya tak pernah mengunjunginya saya sangat rindu."
"Kenapa tidak anda datangi saja rumah orang tua anda?"
"Saya sudah berusaha mendatanginya,namun mereka sudah meninggal dan saya tidak tau dimana keberadaan anak saya sekarang.Saya sudah terlalu tua untuk hidup sendiri sekarang."
Terbesit rasa iba di hati Mia,ingin rasanya membantu wanita malang tersebut.
Namun tiba-tiba Mia teringat ibunya yang sudah sangat lama tak pernah ia jumpai,bahkan mungkin ibunya telah lupa memiliki anak sepertinya.
__ADS_1
"Kalau begitu biar kami antar ibu pulang ya."
"Terima kasih nyonya,tapi saya tak ada uang untuk membayar biaya pengobatan saya."
"Tenang saja,semuanya adalah tanggung jawab saya.Karena bagaimanapun ini adalah kelalaian sopir saya,sekali lagi saya minta maaf."
"Terima kasih nyonya,betapa beruntungnya orang tua nyonya memiliki anak yang baik seperti anda."
Mia hanya tersenyum sambil menggandeng wanita itu membantunya turun dari bed rumah sakit menuju kursi rodanya.
Sebenarnya luka wanita itu tak terlalu parah,namun Mia merasa khawatir karena bagaimanapun wanita itu sudah cukup tua untuk berjalan sambil menahan rasa sakit san perih akibat luka kecelakaan tadi pagi.
Mia bersama sang sopir mengantar wanita tersebut hanya sampai depan rumah saja,karena takut membuat orang rumah cemas sebab Mia hanya pamit pergi kesekolah anak-anaknya.
Mereka pasti akan sangat khawatir jika Mia sampai pulang sangat terlambat.
Apalagi belakangan ini Mia hampir tak pernah keluar rumah semenjak kepergian suaminya.
Sepanjang perjalanan pulang Mia kembali mengingat-ingat wajah wanita tadi yang dirasa tak asing baginya.
Mia merasa begitu penasaran dengannya,namun tak juga ia temukan dalam memori ingatannya.
Setibanya dirumah pak Suryo sudah menunggunya di ruang tengah,Mia segera menghampirinya dan menium punggung tangan mertuanya.
"Kamu dari mana saja Mia,kenapa pulang sangat terlambat? Apa kamu tau,kami sangat menghawatirkanmu.Hape pun tak dibawa!"
"Maaf pa,hape Mia tak sengaja tertinggal."
"Tadi pagi di perjalanan pak sopir menyerempet seorang wanita dan ia terjatuh dari sepedanya."
"Lalu,bagaimana keadaannya?"
Tanya pak Suryo penasaran sampai meletakkan buku tebal yang sedari tadi di pegangnya.
Mia menceritakan semua rentetan kejadiannya pada sang mertua,supaya tidak salah paham mengingat statusnya sekarang.
__ADS_1
Bagaimanapun Mia masih menantu kesayangan pak Suryo dirumah ini,tak heran jika pak Suryo semakin khawatir jika Mia berlama-lama diluar rumah.