
"Mas,hari ini jadi kan datang ke acara anak-anak?"
Suara Mia dari ujung telfn.
"Iya sayang.....ini aku sedang di jalan mau ketemu clien di luar,nanti kalo sudah selesai aku kabari lagi ya."
Niko menerima telfn sambil mengemudi dengan ear phone menempel di telinga.
Karena hari ini supir yang biasa mengantar Niko sedang cuti adanya kepentingan keluarga di kampung,jadi terpaksa Niko kemana-mana menyetir mobil sendiri.
Hari ini adalah hari penting untuk anak-anaknya,karena hari ini adalah acara kelulusan anak-anak mereka.
Ya,Sofia dan Felicia kini sudah lulus dari bangku sekolah dasar dan hari ini adalah acara wisuda kelulusan mereka.
Jadi Niko tidak boleh melewatkan acara ini atau mereka akan merajuk nanti.
Waktu menunjukkan pukul 10,Niko sudah selesai dengan urusannya.
Bergegas ia menuju mobilnya dan segera melajukan kendaraannya.
Niko tak mau kedua putrinya merajuk hanya karena leterlambatannya datang ke acara penting mereka.
Apalagi Sofia dan Felicia mendapat peringkat pertama dan kedua,jadi sudah pasti mereka akan sangat senang bila papanya bisa menyaksikan langsung ketika nama mereka di panggil dan keduanya naik ke atas panggung.
"Ma....ini sudah jam berapa?kok papa belum datang juga?"
Tanya Sofia pada mamanya yang sedang duduk dengan gusar sambil sesekali melirik jam dinding yang ada di aula tempat acara berlangsung.
__ADS_1
"Iya ma,ini juga acaranya sudah di mulai lho."
Timpal Felicia yang tak kalah gusar.
"Sayang.....coba kakek telfon papa kalian dulu ya." Bujuk pak Suryo pada kedua cucunya yang mulai merajuk sambil memonyongkon bibirnya serta berdedakap menunjukkan tanda hatinya yang sedang kesal.
Pak Suryo mulai bangkit dan menjauh dari tempatnya duduk sambil menggenggam handphone yang di tempelkan ke telinganya.
Tampak dari kejauhan pak Suryo sedang mengobrol dengan seseorang melalui telephon genggamnya.
Acara sudah mulai sejak setengah jam yang lalu,kini telah samlai pada puncak acara.
Kepala sekolah mengumumkan para masing-masing juara.
Kini giliran nama sang juara sekolah yang di panggil,yang tak bukan dan tak lain adalah Sofia dan Felicia.
Tak ada tanda-tanda kedatangan papa mereka,mereka mulai naik ke atas panggung dengan penuh rasa kecewa.
Sofia hanya terdiam sambil menunduk saat berada di atas panggung.
Tiba-tiba Felicia menyenggol lengannya,Sofia hanya sedikit melirik Felicia yang ada di sampingnya.
Terlihat Felicia tersenyum gembira sambil memainkan mata,memberi kode pada Sofia untuk melihat ke arah kursi dimana para tamu duduk.
Seketika mata Sofia terbelalak dan senyumanya mengembang selebar bunga matahari.
Ternyata papa mereka sudah berada di bangku tepat di sebelah mamanya.
__ADS_1
Niko hanya tersenyum tipis sambil mengedipkan sebelah matany guna menggoda kedua putrinya.
Saat turun dari panggung Sofia bergegas lari memeluk papanya,dan di ikuti Felicia di belakangnya tak kalah semangat dan bahagia.
"Terima kasih ya pa,sudah datang ke acara kami."
"Iya pa,kami kira tadi papa gak bisa datang karena sibuk."
Niko mengelus ujung kepala kedua putrinya,setelah melepas pelukannya.
"Papa gak mungkin melewatkan kejadian bersejarah ini."
"Ma,pa....kami pulang bareng sama kakek ya.kakek bilang kami mau di traktir beli peralatan sekolah untuk persiapan masuk sekolah menengah pertama untuk hadiah kelulusan kami."
"Iya,kalian hati-hati ya nak."
Setelah keduanya berpamitan lalu masuk ke dalam mobil bersama pak Suryo bersama supir,sedangkan Mia dan Niko pulang lebih dulu.
Niko mengemudi dengan santai karena hari inu pekerjaannya di kantor sudah beres semua,jadi hari ini bisa langsung pulang tanpa kembali lagi ke kantor setelah dari sekolah putrinya.
Saat sedang sibuk mengemudikan mobilnya,tiba-tiba ada sebuah truk bermuatan penuh kayu menyalip kendaraan sedan milik Niko.
Di saat yang bersaaan dari arah berlawanan sebuah mobil box berwarna merah sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Niko hilang kendali saat truk berguling tept di depan mobilnya yang masih melaju dan menumpahkan isi muatannya.
Seketika pandangannya gelap saat terakhir mendengar teriakan istrinya.
__ADS_1