Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Luar negri


__ADS_3

Pagi harinya Mia bangun dan mengurus Niko seperti biasa,hanya saja sekarang Mia tak lagi serepot dulu karena Niko sudah bisa mandi sendiri.


Hanya perlu bantuan untuk memapahnya saja berjalan ke kamar mandi,karena dokter juga menganjurkan untuk meminimalkan penggunaan kursi roda supaya Niko bisa terbiasa tanpa kursi roda sekaligus berlatih jalan.


"Mia,jika aku sudah sembuh nanti apakah kamu akan meninggalkanku?"tanya Niko tiba tiba,sambil menghentikan langakah kakinya menuju kamar mandi,spontan Mia pun ikut menghentikan langkah kakinya.


"Mas Niko......bisakah kita tak usah membahas hal semacam ini lagi?"Mia kembali menuntun Niko menuju kamar mandi,dan meninggalkannya sendiri di kamar mandi.


Setelah Niko selesai mandi Mia dengan telaten membantu Niko mengenakan pakaiannya,setelah itu mereka bersiap siap menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Mia segera mendorong kursi roda yang di naiki Niko dengan di bantu oleh pak Tejo,karena pak Tejo memang bertugas menjaga Mia dan Niko ketika keluat dari apartemen yang mereka tinggali selama ini.

__ADS_1


Mereka segera menuju ruang praktek dokter Wiliam yang khusus menangani Niko selama berobat di luar negri.


"Tuan Niko menunjukkan tanda kesembuhan dengan pesat Nyonya,mungkin karena semangatnya untuk segera sembuh serta dukungan dari anda sebagai orang terdekatnya yang sudah membantu membangkitkan semangat hidupnya."Mia hanya tersenyum bingung saat dokter berkata demikian,dalam hati ia masih terus berfikir dengan ucapan dokter Wiliam,


"aku?! yang membuat nyasembuh?hahahaha.....yang benar saja dokter! bukankan anda dan atas izin Tuhan dia sembuh?bukan karen aku,apalagi aku yang membuatnya semangat.Kecuali......."Mia terbenam dalam lamunannya sendiri sambil masih senyam senyum sendiri.


Niko yang menyadari keanehan pada raut wajah Mia mulai bingung dan berfikir sendiri.


"*B*ukankah apa yang di katakan dokter Wiliam benar adanya,bahwa kesembuhanku ini memang pengaruh dari dia.Aku ingin bisa melindunginya,menjaganya dan menyayanginya bukan malah merepotkannya."Niko menyenggol lengan Mia saat dokter Wiliam memanggil nama Mia.


Namun yang di panggil malah masih bengong entah memikirkan apa.

__ADS_1


"Hey....dokter bicara padamu,apakah kamu tidak mendengarnya!"


"Eh....iya dokter?" yang di ajak bicara malah gelagapan karena tidak memperhatikan.


Dokter Wiliam menyampaikan bahwa sebenarnya Niko sudah bisa di katakan sembuh meski belun sembuh total,hanya perlu belajar berjalan saja sebenarnya untuk berdiri sudah bisa sendiri tanpa bantuan namun jika berjalan tanpa bantuan masih lumayan kesulitan,baru berapa langkah saja kakinya masih terasa lemas.


Dokter menganjurkan untuk mulai belajar mengenakan tongkat,dan kini Niko sudah dalam masa pamulihan.


Bulan kedua mereka berada di luar negri kini Niko sudah mulai terbiasa dengan tongkatnya,ia mulai bisa berjalan kemana mana sendiri tanpa harus di bantu oleh orang lain namun masih tetap harus mengenakan tongkat.


Mereka berencana untuk pulang karena Mia mendapat kabar bahwa neneknya di kampung sedang sakit,meski pak Suryo telah mengirim orang untuk mengurus nenek Mia yang tinggal di rumah sendirian namun hati Mia tetaplah tak tenang.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke tanah air.


__ADS_2