
Mia sudah selesai menyuapi papa mertuanya pagi ini,obatoun juga sudah diberikan.
"Mia,papa mengizinkanmu nak jika memang Deni adalah kebahagiaanmu."
"Pa....untuk saat ini kesembuhan papa dan Felicia adalah prioritas untuk Mia,tak ada hal lain yang Mia fikirkan pa."
"Nak,kamu itu butuh seorang pendamping.Sosok seorang laki-laki yang mampu menjadi pemimpin untukmu bersandar ketika lelah,Niko sudal lama tiada dan semua beban ini harus kamu pikul sendiri."
"Pa.....Mia tidak pernah sekalipun menganggap semua ini adalah beban,justru ini semua adalah tanggung jawab Mia pa."
"Papa tau nak,papa paham.Papa hanya ingin melihatmu bahagia sebelum papa pergi menyusul Niko."
"Pa,papa bicara apa sih?papa pasti sembuh dan bisa sehat lagi seperti dulu kok."
"Mia,papa ini sudah tua nak."
Ucap pak Suryo sambil tersenyum.
"Mia keluar dulu ya pa."
"Papa akan meneriam pinangan Deni untukmu nak."
__ADS_1
Kata-kata pak Suryo menghentikan langkah Mia.
Mia kembali berbalik sebelum akhirnya benar-benar pergi dari kamar mertuanya.
"Kamu yakin mau nikah sama Deni?"
Pertanyaan Riyan mengagetkan Mia hingga membuat lamunannya buyar kembali kealam nyata.
"Entah."
Mia kembali diam,pandangannya menerawang keatas membuat Riyan ikut mendongakkan wajahnya keatas.
"Kamu ngapain ikutan liat apa keatas?"
"Melihat apa yang kamu lihat."
Jawabnya dengan nada yang cukup menyebalkan.
"Memangnya kamu liat apa?!"
"Nggak tau,nggak ada apa-apa.Justru aku yang heran,kamu liat apa diatas sana?"
__ADS_1
Mia hanya berlalu meninggalkan Riyan yang semakin melantur saja perkataannya,Mia merasa kesal karena diasaat seperti inipun Riyan masih sempat bercanda.
Mungkin sebenarnya niat Riyan baik karena ingin menghibur Mia agar tak terlaku stres,hanya saja Mia justru malah semakin marah dibuatnya.
Benar saja dua hari setelah perkataan lak Suryo pada Mia,Deni datang kembali dan di sambut oleh pak Suryo.
Salah seorang pembantu bergegas memanggil Mia untuk segera turun menemui tamu atas perintah pak Suryo.
Mia sudah tau jika Deni akan datang malam ini,pak Suryo yang memberitahukannya agar bersiap-siap dan berdandan dengan rapi malam ini.
Pak Suryo sengaja mengundang Deni untuk datang makan malam bersama,guna membicarakan kesungguhan Deni untuk menjalin hubungan serius dengan Mia.
Dengan balutan dres berwarna lilac serta aksen bunga-bunga di bagian lengan membuat penampilan Mia tetap kalem dan cantik malam ini.Tak hanya mata Deni yang terpukau,bahkan mata Riyan pun terbelalak tak henti-hentinya melirik untuk mencuri pandang kearah Mia.
Setelah selesai makan malam,pak Suryo mengajak semuanya untuk pindah keruang tengah agar lebih santai dan leluasa berbincang membahas hal serius ini.
"Ehem,jadi bagaimana Mia?"
Pertanyaan Pak Suryo membuat Mia sedikit gelagapan dalam suasana canggung ini.
"Jika memang ini kehendak papa,Mia hanya bisa menurut saja.Tapi,apakah keluarga Deni tidak keberatan dengan status Mia saat ini?"
__ADS_1
"Bagaimana nak Deni,apakah keluargamu terutama orang tuamu akan bisa menerima status Mia?"
"Iya pak,orang tua saya sudah sangat lama mengemal Mia bahkan sejak kami masih kanak-kanak.Lalu untuk status Mia sekarang yang sudah pernah menikah,orang tua saya juga sudah mengetahuinya dan mereka menyetujui serta merestui jika saya menikah dengan Mia."