
"Kak.....bangun..... ayo kita jalan sekarang nanti kesiangan!"
Sofia mengguncang tubuh kakaknya yang masih tertutup selimut karena dinginnya kamar yang dipenuhi udara dingin dari pendingin suhu ruangan.
"Hmmmmmm,ada apa sih dek?"
Felicia menggeliat,lalu menarik lagi selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Kakak!"
Sofia menarik selimut kakaknya supaya lekas bangun.
Spontan Felicia terduduk,lalu merebut kembali selimutnya dan menutupi tubuhnya kembali sambil menyembunyikan senyumnya di balik selimut guna menggoda adiknya.
Sofia bangun pagi sekali hari minggu ini,terus mandi tak lupa menggosok gigi....habis mandi bukan menolong ibu membersihkan tempat tidurku seperti lagu,namun bergegas ke kamar kakaknya yang ternyata masih terlelap dengan nyaman dalam dekapan selimut tebalnya.
"Kakak.....,ayo bangun....! kan kakak sudah janji sama aku mau ngajak jalan-jalan."
"Hmmmmmm,apa iya? kok aku lupa ya....."
Felicia membuka sedikit selimutnya untuk mengintip ekspresi wajah adiknya yang sudah pasti sangat kesal.
"Kakak....ayo bangun..!"
Sofia kembali merengek sambil menarik lengan kakaknya supaya segera bangun.
Felicia segera duduk,bersandar pada sandaran tempat tidur dan mengucek matanya yang sebenarnya sudah nggak ngantuk lagi.
"Kakak....buruan mandi! kemaren kakak sendiri yang ngajakin jalan ke taman."
Sofia mulai merajuk dan memonyongkan sekitar lima centi dari permukaan laut.(bercanda 😂)
"Iya iya kakak mandi sekarang."
"Buruan! nanti keburu kita keduluan sama siang jadi item nanti akunya karena kepanasan."
"Alah.....sama matahari aja takut,inget coklat sama tepung manisan coklat tau!"
Suara Felicia bergema di dalam kamar mandi lalu tergantikan dengan suara gemercik air.
"Hufh.....istirahat dulu yuk kak!"
Pinta Sofia yang mulai ngos-ngosan sambil berjalan pelan menuju sebuah bangku yang berada di bawah pohon rindang.
"Tadi aja semangat banget waktu belum berangkat,eh sampai sini baru juga lari satu putaran sudah K-O."
Felicia menggoda lagi adiknya.
__ADS_1
"Kakak haus nggak?aku beli minum bentar ya."
"Ok,aku tunggu disini ya."
Felicia merogoh saku tas kecil yang menggelantung di pinggangnya,sebuah ID card milik pria kemaren.
Felicia sengaja membawanya,entah apa yang difikirkannya karena ia harap akan bertemu lagi dengan orang itu tanpa harus bersusah payah mengantarkan ketempatnya bekerja.
Tepat di belakang bangku tempat Felicia duduk,ada seorang pria berpakaian olahraga komplit tanpa telor sedang duduk beristirahat disana.
"Ini kak minumannya."
Sofia menyodorkan sebotol air mineral pada kakaknya.
"Terima kasih,sini duduk istirahat dulu."
Tanpa memperdulikan ucapan kakaknya.
Sofia berbalik badan dan berjalan dengan sebotol minuman serta dua bungkus roti isi ditangannya menuju pada seorang wanita paruh baya yang sedang beristirahat di bawah pohon dengan membawa karung di tangannya.
Sofia memberikan makanan serta minuman pada wanitu paruh baya tersebut.
"Terima kasih nak."
Wanita itu mendongakkan kepalanya sembari menerima makanan dan minum dari tangan Sofia.
Sofia memang selalu tak tegaan jika melihat di sekitarnya ada yang kekurangan,hatinya akan selalu tergerak.
Felicia tersenyum saat melihat Sofia kembali.
"Kak."
"Iya?"
Felicia menoleh ke arah Sofia sambil memutar tutup botol guna menutupnya kembali setelah selesai meminum gampir setengah isinya.
"Lihat deh di bangku belakang kakak,itu kan orang yang tabrakan dengan kakak kemaren sore di toko buku."
Felicia menoleh ke arah belakang sambil memperhatikan sesorang di bangku belakangnya.
Felicia segera bangkit dan berjalan menuju ke arang orang yang Sofia maksud,karena antara kursi tempat Felicia duduk dan orang yang kemaren bertabrakan dengannya di batasi dengan taman bunga kecil jadi Felicia harus berjalan memutar.
"Kak,kita mau ngapain sih?
"Sssst,udah ikut aja!"
"Kakak kenal orang itu?"
__ADS_1
"Nggak."
"Terus mau ngapain nyamperin kalo nggak kenal?"
Sofia mulai kepo dan mengintrogasi kakaknya dengan segudang peetanyaan.
"Permisi...."
Felicia menyapanya.
Seseorang yang merasa dia sapa mendongak guna melihat siapa yang menyapanya.
"Iya,ada apa ya?"
"Maaf,dengan pak Heru saputra?"
"Iya,saya Heru saputra.Anda siapa dan ada perlu apa?"
"Saya Felicia dan ini Sofia adik saya."
Sambil mengulurkan tangan Felicia berusaha memperkenalkan diri serta adiknya.
"Sofia"
sambil mengulurkan tangan merekapun bersalaman.
"Saya Putra."
Jawab pria tersebut.
Felicia mengeluarkan sebuah ID card dari tas pinggangnya.
"Ini milik anda? sepertinga terjatuh saat kita bertabrakan kemarin dan terbawa bersama barang-barang saya."
"Terima kasih."
Putra memerima ID cardnya kembali sambil tersenyum ramah pada kedua gadis kakak beradik tersebut.
"Sebagai ucapan terima kasih boleh saya traktir kalian?"
"Jangan repot-repot om,terima kasih."
Sofia menolak dengan halus,mengingat pesan orang tuanya untuk berhati-hati dengan orang asing.
"Iya om gak usah repot-repot,lagi pula kami juga harua segera pulang takut kakek khawatir kalau kami pulang terlambat.
Mereka pun berpisah begitu saja.
__ADS_1