Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Hari pernikahan


__ADS_3

Dengan ragu-ragu Mia menandatangani surat kontrak pernikahan seumur hidupnya dengan Niko,yang artinya bahwa Mia telah setuju menikah dengan Niko sebagai tumbal hutang almarhum kakeknya.


"Baiklah Mia pernikahan akan di lakukan dua pekan lagi,persiapkanlah baik-baik dirimu nak menantu." kata pak Surya sembari menyentuh ujung kepala Mia lembut,ada perasaan nyaman dan aman disana.


Mia yang sejak kecil tak pernah lagi bertemu ayahnya kini dia merasa seperti menemukan oase,namun dia juga harus tetap berhati-hati dan selalu waspada di tempat itu karena dia tak pernah tau seperti apa buas nya mereka,Mia merasa seperti tersesat di dalam hutan liar ketika berada di dalam rumah pak Suryo.


"pergilah temui calon suamimu,kalian harus saling kenal satu sama lain sebelum menikah." kata pak Suryo seraya menyuruh salah seorang pelayan perempuan untuk mengantarkan Mia ke ruangan Niko.


Disana di sebuah ruangan yang cukup besar Niko sedang duduk di kursi rodanya terdiam memandang televisi,entah apa yang di tontoya.

__ADS_1


"Silahkan masuk nona" seorang pelayan mmpersilahkan Mia masuk lalu meninggalkannya,kini mereka hanya tinggal berdua.


"Hai.....nama aku Mia,dua pekan lagi kita akan menikah."


Niko hanya terdiam mematung matanya sesekali melirik Mia,lalu Mia meraih tangan Niko untuk berjabat tangan meski tangan Niko hanya pasrah karena lemas Mia tetap mengajak Niko berjabat tangan dengan cara Mia memegang tangan Niko dengan tangan yang satunya lagi.


Selang dua hari setelah Mia menandatangani surat perjanjian kontrak,Pak Suryo datang kerumah Mia untuk menemui nenek serta meminta restu untuk melamar mia menjadi menantunya dan membawa serta Niko untuk di perkenalkan sebagai calon suami Mia.


Hari yang di sepakati pun tiba semua orang yang ada di rumah pak Suryo pun sibuk dengan tugas masing-masing.

__ADS_1


mempersiapkan dekorasi sederhana untuk peenikahan Mia dan Niko.


Pengantin wanita pun sedang di rias di kamar tamu,nenek menemani Mia di kamarnya sedangkan Niko pun di rias di kamanya sendiri.


Dengan balutan jasnya Niko nampak gagah dan tampan kalau saja dia bisa berdiri sendiri dengan tegap dan berjalan mungkin akakn di adakan pesta besar-besaran oleh keluarga besar pak Suryo,namun sayang dengan keadaan Niko sekarang tidak memungkinkan mengundang banyak tamu.


Hanya beberapa kerabat dan keluarga saja yang hadir.Awalnya semua bingung dan ragu apakah Niko mampu mengucapkan ijab qobul didepan penghulu?karena tidak mingkin kan kalau menikab harus di wakilkan ijab qobulnya? namun ternyata meski dengan terbata dan harus di bimbing untuk bicara Niko mampu sendiri mengucapkan ijab qobulnya,kini mereka resmi menjadi suami istri sekarang.


Pak Suryo dan beberapa kerabat tersenyum lega dan bahagia karena akhirnya melihat Niko menikah,pak Suryo terlalu takut jika sampai tiba masanya nanti dia harus pergi meninggalkan semuanya dari dunia ini bagaimana dengan nasib Niko nantinya.

__ADS_1


Niko yang selama ini menggantungkan hidupnya pada orang lain,orang-orang yang selama ini tunduk dan patuh pada perintah pak Suryo selama ini tak lain karena uang.


Ya mereka merawat Niko karena di bayar karena mereka bekerja,lalu bila nanti waktunya pak Suryo sudah tak lagi ada di dunia ini siapa yang akan perduli dengannya.


__ADS_2