Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Kelahiran bayi Mia


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu,pagi itu Mia tengah sibuk membantu pengasuh baby Felicia memandikannya.


Riyan tak kunjung menampakkan batang hidungnya sejak mengetahui status Felicia.


"Sayang,aku berangkat kerja dulu ya."


"Iya mas,hati-hati di jalan ya."


Niko mencium lembut kening Mia setelah menciun punggung tangan suaminya.


"Aduh.......mmmhhh..."


Mia mengelus-elus perutnya yang terasa kencang dan sakit.


Sepertinya Mia akan segera melahirkan.


Perlahan Mia berjalan pelan menuju meja dekat tempat tidur dan mengambil handphone nya.


"Mas,bisa cepet pulang nggak?perutku sakit banget."


Tanpa menunggu lama sang penerima telfon segera bergegas menuju rumah sakit dimana Mia dilarikan.


Didalam mobil Mia bersama sopir dan di temani oleh (bibi) asisten rumah tangga yang biasa membantu mengurus keperluan Mia dirumah.


"Aduh,bi....sakit banget perut Mia bi...."


Sambil ngos-ngosan berusaha mengatur nafas dan menahan sakit.


"Tenang ya non Mia,tarik nafas panjang non kita akan segera sampe rumah sakit."

__ADS_1


"Pak sopir,tolong ngebut sedikit ya non Mia sudah kesakitan!" perintah bibi pada pak sopir agar segera menyalakan Noz pada kendaraan majikannya.


"Ba,baik."


Sesampainya di rumah sakit Mia segera dilarikan keruang VK,Niko yang sudah lebih dulu sampai segera berlari menuju istrinya.


"Mas...! sakit mas....!!!"


Tanpa aepatah katapun Niko hanya bisa menggenggam erat jemari lentik istrinya.


Pikirannya berkecamuk,bingung antara sedih dan bahagia dengan keadaan sekarang.


Selama proses persalinan Niko hanya bisa menunggu didepan ruang bersalin.


Hatinya gundah,pikirannya entah kemana-mana.


Hanya kakinya tak bisa berhenti melangkah.


Tak lama kemudian Seorang perempuan berseragam khas petugas rumah sakit keluar dari ruangan dan memanggil Niko untuk segera memasuki ruangan.


"Selamat ya pak.Ini putri anda,silahkan jika ingin di Adzani."


"Iya terima kasih."


Ternyata Mia juga melahirkan seorang bayi perempuan yang dari awal di prediksikan oleh dokter berjenis kelamin laki-laki ternyata terlahir seorang perempuan,Mia dan Niko sudah mengetahuinya saat mereka melakukan pemeriksaan USG yang kedua.


Dengan gemetar Niko menggendong putri kecilnya dan segera meng Adzani.


Rasanya Niko seperti tak percaya sekarang dia sudah menjadi seorang ayah,keluarga kecilnya kini lengkap sudah.

__ADS_1


Mia sudah berada di dalam ruang perawatan bersama dengan bayi mungilnya,ditemani Niko sang suami yang selalu dengan setia menemaninya.


Tiga hari berselang.


Karena Mia melahirkan secara normal,serta keadaan Mia yang sudah mulai pulih dan bayinya dalam keadaan baik maka hari ini Mia dan bayinya sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.


Sebenarnya tak perlu waktu sampai tiga hari untuk Mia dan bayinya rawat inap di rumah sakit,tapi karena Niko yang masih takut Mia kenapa-kenapa maka dia meminta waktu supaya Mia benar-benar pulih.


Sesampainya dirumah,semua penghuni rumah sedang sibuk.


"Selamat datang Non Mia,selamat ya Non." Bibi menyambut Mia dan bayinya setelah keluar dari mobil.


Mia keluar dari mobil sambil di gandeng oleh suaminya.


Sedangkan bayinya sudah dalam gendongan pengasuhnya.


Mia dan Niko sudah menyiapkan pengasuh bayi khusus untuk calon buah hatinya.


Bahkan jauh hari sebelum mendekati hari perkiraan lahir mereka sudah mencari calon pengasuh dan sudah melakukan seleksi dengan ketat.


Mereka tidak mau sembarangan dalam urusan mengasuh anak,tapi Niko juga sangat menyayangi istrinya takut saja istrinya capek.


Seluruh penghuni rumah menyambut kedatangan tuannya,serta memberi ucapan selamat.


Acara syukuran sudah mulai di siapkan,karena menjelang petang nanti acara syukuran akan diadakan.


Rumah ini jadi semakin ramai oleh tangis bayi Mia yang di beri nama Sofia,gadis cantik dan mungil itu sangat cocok dengan namanya Sofia.


Acara syukuran berjalan dengan lancar,di hadiri oleh para sanak saudara,kerabat dan keluarga serta rekan-rekan bisnis pak Suryo dan juga Niko.

__ADS_1


Namun tak Riyan tidak juga menampakkan batang hiungnya.


Mungkin dia masih butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri.


__ADS_2