
Bel tanda masuk sekolah sudah berdering Deni berlari menyusul Mia yang berjalan dari kantin menuju kelas,
"Idih mesranya suami istri ini.....pagi pagi sudah jalan bergandengan tangan"
Ledek Tari,teman sekelas Mia dan Deni.
Mereka teman satu sekolah sejak duduk d bangku Sekolah menengah pertama,julukan pasangan suami istri untuk Mia dan Deni sudah biasa Tari pakai untuk meledek mereka.
Karena saking akrabnya mereka sejak kecil lama lama semakin terlihat mesra,meski Mia sering kali menolak d katai pacar Deni. Sesungguhnya hatinya sangat berbunga dan ingin sekali membalas kata kata Deni untuk menjadi pacarnya dengan kata " Iya" cukup satu kata yang sangat sulit untuk dia ucapkan.
Mengingat siapa dia dan siapa Deni,bagaimana perbedaan antara keluarganya dengan keluarga deni.
Meski sebenarnya keluarga Deni cukup bersikap baik pada Mia,apalagi ibunya yang sudah menganggap Mia seperti anak kandungnya sendiri.
Yang selalu memanggil Mia dengan sebutan anak menantu sejak Mia dan Deni masih anak anak,saking sayangnya ibu Deni pada Mia bahkan setiap kali Deni di belikan mainan baru atau baju baru ibu dan ayah,Deni juga selalu membelikannya untuk Mia.
Seperti pada suatu sore nenek Mia di kejutkan dengan berhentinya sebuah mobil di depan rumah,nenek Mia kira itu adalah mobil salah satu penagih hutang seperti tempo hari yang datang mengambil televisi satu satunya di rumah ini,
"Sepertinya sudah tidak ada lagi barang berharga yang bisa di ambil untuk menebus hutang" gumam nenek Mia pelan.
Sampai ia di kejutkan dengan keluarnya Deni dari mobil tersebut.
__ADS_1
"Ada apa ini?apa Mia melakukan kesalahan?apa Mia nakal pada Deni sampai orang tuanya datang kemari."gumamnya lagi.
Nenek Mia tenggelam dalam pikirannya sendiri dan angan angan tentang apa yang telah Mia lakukan sampai membuat marah kedua orang tua Deni.
Yang membawanya datang ke gubug mereka,pasti mereka datang untuk marah-marah karena mia nakal pada anak mereka,
"Ya ampun Mia....apa yang telah kau lakukan nak?" ucap neneknya lirih.
"Permisi nek,selamat sore...."sapa ayah deni.
Bukanya menjawab justru nenek mia masih melamun,tenggelam semakin dalam dengan lamunannya sendiri.
"Nenek ada tamu bukanya di suruh masuk kok malah nenek diem aja?ini kan ibu dan ayahnya deni nek,apa nenek lupa?"ucap mia yang keluar dari rumah membuyarkan lamunan neneknya,
"Maaf apa yang membawa bapak dan ibu serta nak deni datang ke rumah kami?apa mia nakal sama nak deni?maafkan mia pak,bu.....saya mohon jangan marahi dia,dia hanya anak anak belum mengerti,kalau memang mia nakal biarlah nanti saya yang akan menasehati dan memarahinya nanti"
Kata nenek mia lagi sambil kendak turun dari kursi tempat duduknya seakan ingin memohon agar mia cucu satu satunya tidak terkena marah oleh orang lain.
"Nek...mia bukan anak yang nakal,sama sekali bukan kenakalan mia yang membuat kami kemari" ucap ibu deni sambil mmegang bahu neneknya mia menuntunnya untuk kembali duduk ke kursinya semula.
"Kebetulan tadi sepulang sekolah deni minta di belikan peralatan sekolah baru sekalian kami ingin membelikan mainan dan baju baru juga untunknya,tiba tiba deni mengeluarkan uang dari hasil tabungannya untuk di belikan baju seragam baru untuk mia.saya merasa terharu nek,untuk itu ini kami skalian belikan seragam sekilah baru untuk mia"
__ADS_1
sebenarnya ini bukan pertama kalinya keluarga deni memeberikan sesuatu untuk mia,tapi ini untuk pertama kalinya mereka datang langsung kerumah dan memberikan baranh baranh keperluan untuk mia.
"Terima kasih bu,pak...seharusnya kalian tak perlu repot seperti ini,saya takut ini akan membuat mia jadi tergantung sama kebaikan bapak dan ibu"
Ucap nenek mia sambil mengusap ujung kepala mia.
Seiring berjalan waktu mia yang sering main bersama deni entah main di rumah deni,ke rumah mia atau kadang mereka bermain di sebuah taman kecil di dekat rumah mereka yang mereka berdua namai sebagai markas.
"mia kamu mau nggak janji sama aku kalau sudah besar nanti kamu harus jadi istri aku"
kata deni sambil menjejakkan kakinya ke tanah agar tubuhnya naik melayang bersama ayunan yang menopang tubuhnya.
"gak mau" jawab mia.
"kenapa?" tanya deni lagi "karena kamu lecil,item,jelek weeekk...."sambil mia menggoda deni.
"kalau kamu bisa membuatkan aku seribu candi dalam semalam,maka aku mau jadi istrimu"
kata mia sambil terus mengayunkan tubuhnya bersama ayunan yang membawa tubuhnya seakan tebang di udara.
"baiklah tuan putri mia yang cantik jelita,saya janji akan berusaha membuatkanmu seribu candi tapi tolong beri saya waktu beberapa tahun jangan semalam"
__ADS_1
kata deni sambil tertawa bersama mia.