Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Pulang


__ADS_3

Sesampainya di tanah air pak Suryo dengan di temani sopir datang menjemput kepulangan Mia dan Niko langsung ke bandara.


"Kamu mau pulang dulu kerumah nenek kamu atau kita pulang dulu beristirahat dan ke rumah nenekmu besok pagi saja Mia?"


Ucap pak Suryo sambil menoleh ke arah belakang dimana Mia dan Niko duduk di kursi penumpang,Sedangkan pak Suryo duduk di depan berjejer dengan Supir.


"Sepertinya Niko capek pak biar dia pulang saja dulu,saya akan pulang sendiri saja ke rumah nenek gak apa apa nanti pak."


"Tidak pa,saya akan ikut Mia kerumah neneknya.


Kita semua langsung saja menuju rumah neneknya Mia pak supir."


Kata Niko seraya memandang wajah ayu istrinya yang hanya menunduk.


Pikiran Mia sudah tak karuan,hanya sedih dan takut yang ia rasakan saat ini.


Hanya nenek yang dia punya saat ini sejak kedua orang tuanya berpisah mereka memilih menjalani kehidupanny masing masing tanpa peduli denganny lagi.

__ADS_1


Seolah olah Mia selama ini telah terbuang.


Dia takut terjadi hal yang begitu Mia takutkan selama ini,terlalu takut kehilangan nenek.


Niko berusaha menengangkan hati istrinya dengan menggenggam erat tangn istrinya itu,sesampainya di rumah nenek Mia segera berlari menuju nenekny.


Sang nenek hanya tersenyum melihat tingkah polah cucunya itu.


"Pelan pelan saja nak.....Nenek gak akan kemana mana,jangan lari larian seperti anak kecil."kata nenek sambil terkekeh.


Mia segera memeluk neneknya.


Pak Suryo mengusulkan agar nenek Mia tinggal di rumah pak Suryo saja,selain disana banyak pelayan yang bisa membantu merawat neneknya juga bisa lebih dekat dengan Mia.


Namun nenek Mia masih tak enak hati,takut semakin merepotkan banyak orang jadi ia lebih memilih tinggal di rumahnya sendiri saja.


"Pak kalau boleh saya minta izin tinggal disini dulu untuk beberapa hari,bolehkah?" tanya Mia meminta izin pada mertuanya.

__ADS_1


"Mintalah izin pada suamimu nak,karena memang padanyalah seharusnya kamu meminta izin."Mia hanya memandang lekat wajah suaminya.


"Benar jug kata pak Suryo"batin Mia.


Sedangkan Niko yang masih belum lepas dari pandangan Mia hanya terdiam tanpa menoleh ke arah Mia menunggu ucapan kata permintaan izin dari istrinya.


"Mas Niko.....apa boleh?"


"Deg"


Jantung Niko rasanya seakan mengembang di udara ada bunga bunga bertaburan d bayangannya.


"Mas?!Mia memanggilku dengan sebutan Mas?!"Niko masih menyimpan tanda tanya besar di pikirannya sendiri,masih dia simpan sampai suatu saat tiba waktu yang tepat untuk mennyakannya pada istrinya itu.


"Iya boleh,tapi dengan syarat aku juga boleh ikut menginap disini selama kamu disini juga"Jawab Niko sambil tersenyum.


Akhirnya pak Suryo dan yang lainnya berpamitan,hanya tinggal Niko dan Mia serta di bantu perawat yang selama ini di tugaskan oleh pak Suryo untuk merawat neneknya Mia.

__ADS_1


"Mia..istirahatlah dulu,bawa nak Niko ke kamar agar bisa beristirahat,kalian pasti lelah habis dalam perjalanan jauh."


"Nak Niko....maaf ya,rumah kami tak sebagus dan tak senyaman rumah orangtuamu yang kaya raya,jadi nenek minta maaf jika membuatmu tak begitu nyaman untuk beristirahat."ucap nenek pada Niko karen memang seperti ini lah keadaannya.


__ADS_2