
Deni menggenggam jemari Mia dan menatap wajah Mia dengan penuh harap.
"Cepat katakanlah apa maumu."
Deni mancium bibir Mia dengan lembut,Mia sangat terkejut karena dengan beraninya Deni melakukan itu tanpa seizinnya.
Mia berusaha mendorong tubuh Deni dan melepaskan ciumannya,namun apa daya Deni mencengkeram pundaknya dengan kuat dan merapatkan tubuh Mia kedalam peluakannya membuat Mia tak berkutik.
Deni memperdalam ciumannya hingga membuat Mia tanpa menyadari ikut terbawa suasana dan meladeni ciuman Deni hingga membuat lidah mereka saling bermain di dalam sana.Mereka seakan saling melepas kerinduan yang selama ini terpendam,dua manusia yang terpaksa harus terpisahkan oleh jarak,waktu serta keadaan kini mereka berusaha melunaskan apa yang terpendam diantara mereka.
Mia kembali tersadar dan mendorong tubuh Deni hingga membuat nya terlepas dari cengkeraman Deni.
Plak!
"Apa yang kamu lakukan,hah?!"
"Maafkan aku Mia,aku hanya ingin kau tau apa yang aku rasakan dan apa yang aku mau selama ini."
"Keluar sekarang!"
__ADS_1
"Baiklah,sekali lagi maaf."
Deni keluar dari dalam mobil Mia.
Mia hanya terdiam mengingat betapa beraninya Deni melakukan hal yang tak seharusnya terjadi,meski kini Mia sudah tak lagi bersuami bukan berarti para lelaki bisa memperlakukannya seenak mereka.
Hari ini begitu banyak hal yang terjadi,mulai dari perkaat papa mertuanya tadi pagi dilanjut dengan perlakuan Riyan padanya lalu baru saja Deni dengan berani menciumnya.
Sepanjang perjalanan Mia hanya melamun memikirkan kejadian demi kejadian yang bertubi-tubi menimpanya seharian ini,membuat kepalanya pening.
Sesampainya dirumah,Mia segera mengurus Felicia dibantu oleh salah seorang asisten rumah yang memang bertugas menjaga serta mengurus Felicia ketika Mia sibuk diluar rumah.Setelah itu dilanjut dengan membantu mengurus pak Suryo sang mertua.
Mia menyalakan air hangat dari kran yang mengalir kedalam bathub,lalu mentalakan beberaoa lilin dengan aroma therapi kesukaannya.
Mia melepaska seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya hingga tak tersisa sehelai benangpun menempel ditubuhnya.
Mia terpejam berusaha menikmati sentuhan air bercampur busa di tubuhnya serta harumnya lilin therapi yang menenangkan membuatnya rilex,sampai suara ketukan pintu menyadarkannya kembali dunia nyata.
Tok,tok,tok!
__ADS_1
"Iya,siapa?"
Tak ada suara sahutan dari luar,Mia mengabaikannya karena tak ada sahutan suara siapapun.Mia fikir mungkin dia salah dengar.
Sampai saat Mia hendak keluar dari nyamannya berendam di bathub kembali terdengar suara ketukan pintu,Mia yakin kali ini dia tak salah dengar.
Mia keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk dengan tubuh yang masih basah.
"Hmmmm,siapa sih yang....."
Mia terkejut karena ternyata Riyan sudah berdiri didepan pintu kamar mandi didalam kamarnya.
"Kamu mandi atau tidur di dalam?lama sekali,di ketuk berkali-kali juga nggak keluar-keluar."
Ucapnya dengan posisi masih berdiri di depan pintu sambil memandangi tubuh Mia yang hanya berbalut handuk.
"Kamu ngapain disini? keluar! nggak sopan!"
"Ngapain? kamu nggak liat aku liatin kamu keluar dari kamar mandi? atau maksud kamu,kamu mau aku ikut masuk kedalam,hah?"
__ADS_1
Riyan menaikkan satu alisnya menggoda Mia.Riyan berjalan maju mendekat kearah Mia,membuat Mia beringsut mundur namun sialnya Mia mundur justru malah kembali masuk ke kamar mandi sedangkan Riyan malah ikut masuk kedalam.