
"Aaaaaaaaa!"
Mia berteriak saat truk terguling di depan mobil yang ia tumlangi bersama suaminya,dan Niko tak mampu mengendalikan laju kendaraannya.
Seketika pandangan matanya kabur saat terdengan suara kaca mobilnya pecah lalu semuanya gelap.
"Nenek? Nenek.....!"
Panggil Mia pada seorang nenek-nenek berbaju gamis putih yang mirip dengan mendiang neneknya.
Nenek tersebut hanya berjalan tanpa menghiraukan panggilan Mia.
Mia berlari berusaha mengejarnya,namu langkahnya terhenti saat ia lihat sekelebat sang suami berjalan melewatinya.
Niko,ya Niko berjalan tampa sepatah katapun melewati Mia menuju nenek Mia.
"Mas,mas......maaaaasssas......! tunggu aku mas,mas mau kemana?!!!"
Sepi tanpa sahutan,bahkan Mia berteriak memanggil suami serta neneknya sampai kerongkongannya kering.
Nihil,tak ada sahutan sama sekali.
Bahkan mereka masih terus melanjutkan langkah mereka tanpa memperdulikan Mia.
Mia terus berlari mengejar mereka,berlari tanpa henti masih sambil berteriak memanggil-manggil nama mereka.
Tak ada yang perduli,bahkan mereka seperti tak mengenali Mia.
Saat Mia berlari masih dalam kebingungan tiba-tiba tanpa sadar kakinya tak swngaja menginjak lubang,lalu Mia terperosot jatuh.
__ADS_1
Mia merasa jatuh kedalam lubang yang sangat dalam dan gelap,hingga tak ada apapun yang bisa di lihat dan di raih.
Kemudian samar-samar matanya melihat secercah cahaya.
Matanya sedikit silau melihat cahaya dari kejauhan yang terasa semakin dekat.
Mia tersentak kaget ketika tubuhnya terasa menghantam titik paling dasar dari lubang yang menelannya.
Dadanya terasa sesak dan badannya terasa sakit semua serta tulang-tulangnya seperti remuk.Mia membuka mata secara perlahan meski terasa silau,remang-remang matanya mulai terbuka lebar dan di lihatnya sekeliling.
Ia merasa berada di sebuah ruangan serba putih,terbaring sendirian di sebuah ranjang dengan selang tertancap di hidung untuk membantunya bernafas.
Serta berbagai kabel yang menempel di tubuhnya,hanya suara ada beb....beb....beb.....yang bersumber dari sebuah monitor yang terletak di samping ranjang tempatnya berbaring.
"Dok.....!dokter......pasien Mia mulai sadar....!"
"Bu.....! bu Mia....! ibu bisa dengar saya?"
Tanya dokter untuk melihat respon dari Mia,dengan maksud adakah perkembangan dari keadaan Mia.
Mia hanyaampu menjawab tanpa keluar suara,bibir serta kerongkongannya terasa kering.
Dua hari berlalu sejak Mia sadar dari komanya.
Kedua putrinya,pak suryo serta Riyan bergantian menjenguknya.
Riyan,ya Riyan tiba-tiba saja muncul setelah kecelakaan yang menimpa Mia dan Niko.
Namun Niko tak nampak mengunjunginya dua hari ini.
__ADS_1
"Apa mungkin Mas Niko juga masih sakit dan butuh perawatan seperti aku."
Batin Mia,karena tak pernah terlihat menemuinya sejak terakhir dia lihat sang suami berjalan mengikuti neneknya Mia dan tak memperdulikannya.
Justru malah Riyan yang selama bertahun-tahun tak pernah terlihat batang hidungnya tiba-tiba saja muncul.
***********
Bruagh........
"Aaaaaaaaa......!!!!!!"
Teriakan Mia serta hantaman keras sebuah kayu dalam muatan truk melayang menghantam kaca depan mobil Niko,menancap kedalam kaca hingga menerobos masuk tepat di bagian kemudi.
Seorang perempuan paruh baya terdiam dengan mata terpejam dengan kepala berlumuran darah,serta seorang pria yang duduk di bangku kemudi dengan kepala berlumuran darah dan balok kayu yang masih menempel pada kepala yang berlumuran darah.
Ya,Niko dan Mia yang berada dalam mobil naas tersebut.
Seketika suasana menjadi ramai,mobil polisi serta ambulan berdatangan serta para warga ikut berkerumun ingin menyaksikan kejadiannya.
Para korban selamat serta Meninggal langsung di larikan ke rumah sakit terdekat,termasuk Mia dan Niko.
Ponsel dalam saku pak Suryo berdering,tanda adanya panggilan.
"Halo,iya selamat siang."
"Iya ini saya sendiri,ada apa ya pak?"
Seketika pak Suryo terdiam sambil mengernyitkan dahinya sambil kembali memasukan ponselnya ke dalam kantong.
__ADS_1