Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Kepergian nenek


__ADS_3

Niko segera mencari bantuan namun nihil karena keberadaan mereka di lereng jurang,beruntungnya saat Niko berusaha menghubungi siapapun lewat hapenya tiba-tiba ada yang mengangkat panggilannya.


"tut.....halo!"suara seseorang di seberang sana.


"iya halo Din,bus yang kami tumpangi mengalami kecelakaan,sekarang kami berada di jur,tut,tut,tut." panggilan pun terputus karena jaringan kembali hilang.


Setelah mendengar kabar dari Niko,meski suaranya tak terlalu jelas dan telfn terputus meski Niko belum memberikan petunjuk yang jelas Dina segera menghubungi pihak berwajib.


Dina memberi informasi arah tujuan rombongan Niko dan Mia,sehingga pihak berwajib bisa segera menyusuri daerah dimana kira-kira rombongan Niko mengalami kecelakaan.


Dan benar saja sore harinya tim berhasil menemukan bus yang di tumpangi Niko dan rombongan,karena lokasi kecelakaan tepat di pinggir jurang tentu saja tak ada rumah warga disana jadi saat kejadian tak ada siapapun yang melihat karena kebetulan juga jalanan dalam keadaan sepi pula.


Petugas segera mengevakuasi sore itu juga,Mia segera mendapat pertolongan karena terdapat cidera pada kakinya.Mia masih belum mengetahui kalau neneknya sudah tiada,karena memang Niko belum memberitahukannya.

__ADS_1


Setelah mendapat perawatan di Rumah sakit Mia sudah di perbolehkan pulang karena memang lukanya tak terlalu parah,Niko segera menjelaskan keadaan nenek Ratih.


Mia syok dan menangis sejadi-jadinya,karena memang hanya nenek yang dia punya sejak kedua orang tuanya berpisah dan tak pernah lagi ada kabar keberadaannya sampai saat ini.


Setelah prosesi pemakaman nenek Ratih hari-hari Mia terasa sangat berat meski kini ada Niko di sampingnya,karena Nenek lah yang selama ini mengasuhnya hingga dewasa namun nenek kini telah pergi di saat Mia belum sempat membuatnya bahgia.


Sebulan berlalu setelah kejadian maut di puncak saat itu,perlahan seiring berjalannya waktu Mia mulai bisa menerima keadaan.


Sore itu Riyan tiba-tiba kembali ke rumah dengan membawa seorang perempuan yang sangat cantik dan anggun,cara berpakaiannya serta penampilannya yang sangat berbeda dengan Mia bak langit dan Bumi.


Jika Mia sering kali berpenampilan sederhana paling hanya menggunakan celana jeans di padukan denga kaos lengan panjang atau sesekali mengenakan dres sederhana itupun saat bepergian saja karena saat dirumah Mia lebih nyaman mengenakan kaos dan celana pendek baju rumahan biasa,namun perempuan yang di bawa Riyan sore itu terlihat berpenampilan sangat mewah.


"mungkin dia anak orang kaya yang sepadan dengan keluarga ini,bukan sepertiku menikah untuk menjadi pembayar atau tumbal hutang." batin Mia.

__ADS_1


Saat Mia berpapasan dengan mereka Mia hanya tertunduk berusaha menghindari tatapan mata Riyan,karena jujur saja Mia masih merasa takut atas apa yang pernah Riyan lakukan padanya waktu itu.


Seketika Riyan menghentika langkahnya saat hampir melewati Mia.


"Sayang,kenalin ini kakak iparku" Kata Riyan padanperempuan itu memeprkenalkan Mia pada gadis itu.


"Hah! Ini kakak ipar kamu sayang?aku kir tadi dia pembantu di rumah ini.Maaf sayang aku salah sangka."ucap perempuan itu tanpa melepaskan gandengan tangannya di lengan Riyan.


"Hai...namaku Mia"ucap Mia sambil tersenyun seramah mungkin,sambil mengulurkan tangannya ke udara untuk berjabat tangan.


"Aku Jesika" balas perempuan itu masih tanpa melepaskan gandengan tangannya dan tak membalas tangan Mia.


(sungguh sombong sekali perempuan itu,author kok malah jadi gregetan ngebayangin wajah perempuan yang bernama jesika itu ya....)

__ADS_1


__ADS_2