
Saat di dalam Dokter menjelaskan bahwa untuk saat ini Felicia masih belum sadarkan diri,serta karena banyaknya darah yang keluar dari kepalanya membuat Felicia kehilangan banyak darah.
Untuk saat ini Felicia membutuhkan sekitar tiga kantong darah sedangkan dari pihak rumah sakit sudah berusaha menghubungi PMI terdekat dan hanya mampu mendapatkan satu kantong darah saja.
"Golongan darah pasien O.Biasanya dalam satu keluarga ada beberapa kecocokan golongan darah terutama orang tua,mohon segera di usahakan ya bu karena ini menyangkut nyawa."
"Baik dokter akan saya usahakan secepatnya."
Jawab Mia agak sedikit ragu.
Mia keluar dari ruangan dengan wajah lemas,segera pak Suryo menghampirinya.
"Bagaiman?"
Tanya pak Suryo.
"Pa.....Felicia kehilangan banyak darah dan sekarang sedang membutuhkan pendonor dengan golongan darah O"
"Golongan darah papa AB,Riyan juga AB."
"Golongan darah Mia A pa."
Jawab Mia lemas.
"Coba papa tanya orang rumah dulu,siapa tau ada orang rumah yang golongan darahnya O."
Pak Suryo segera merogoh hape dari saku celananya.
"Yan,hubungi siapapun yang bisa donorkan darah dengan golongan darah O untuk Felicia!"
Ucap pak Siryo pada Riyan sambil berusaha menghubungi seseorang lewat hapenya.
"Baik pa."
__ADS_1
Jawab Riyan sembari mengusap layar pada smartphone nya.
Sofia yang mendengar hal tersebut nampak sedikit bingung,pasalnya bagaimana mungkin dalam satu keluarga tak ada satupun yang memiliki golongan darah yang sama dengan kakaknya.
Meski golongan darah O memang langka,namun bukankah sudah seharusnya dalam satu keluarga ada golongan darah yang sama.
Sofia jadi teringat dengan novel yang pernah dia baca,tentang anak yang tertukar.
Dan keluarganya baru menyadari jika putrinya tertukar saat putrinya mengalami kecelakaan dan membutuhkan darah,disana baru di ketahui jika golongan darah putrinya berbeda dengan kedua orang tuanya.
"Apa kak Felicia bukan anak kandung mama dan papa?"
Saat Sofia melamun Riyan menyenggol lengannya,hingga membuatnya kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Jangan ngelamun aja,ini dirumah sakit."
"Om....apa om nggak ngerasa ada yang aneh?"
"Aneh?ada apa?apa kamu melihat sesuatu?hantu?!"
"Isssh...bukan om!"
"Lalu?"
"Masuk akal nggak sih kalau sekeluarga kita nggak ada satupun yang golongan darahnya cocok dengan kak Felicia?"
Riyan hanya menghela nafas dalam mendengar perkataan sang keponakan.
"Kenapa anak kakakku sepintar ini?bahkan di usia remaja segini sudah bisa berfikir sampai sana."
Batin Riyan.
"Om! kok malah bengong?"
__ADS_1
Sofia melambaikan tangan di depan wajah Riyan.
"Nggak,om cuma mikirin kerjaan yang tadi sempat om tinggalkan."
Riyan berusaha mengalihkan pikirannya.
"Om,apa jangan-jangan kak Felicia itu ketuker sama anaknya orang lain ya?"
"Kamu ini ngomong apa sih?"
"Bisa aja kan om."
Sofia menceritakan tentang novel yang pernah ia baca,yang berisikan tentang anak yang tertukar.
Riyan hanya tersenyum melihat keseriusan sang keponakan saat bercerita.
"Om! Sofia cerita kok malah cuman senyam senyum aja sih?"
"Terus......om harus gimana?"
"Ya......respon apa gitu kek om."
"Yan,gimana sudah ada kabar soal pendonor dari rekan-rekan kamu belum?"
Tanya Mia menyela pembicaraan Sofia dan Riyan.
"Belum ada,susah memang cari golongan darag O."
"Bisa kita bicara sebentar Yan?!"
"Baiklah."
"Sofia,tolong disini dulu ya temenin kakek mama mu bicara sebentar sama om Riyan."
__ADS_1
"Iya ma."
Sementara di kantin rumah sakit Mia dan Riyan nampak serius membicarakan suatu hal.