
Pagi harinya saat Mia terbangun Niko sudah tak ada di sampingnya.
"apa mungkin semalaman Niko tidak tidur denganku?" Mia bergumam sendirian.
Mia segera mandi dan bergegas menuju kamar neneknya,ternyata Niko sudah berada disana sedang mendorong kursi roda neneknya.
"Nenek mau di bawa kemana mas?" Tanya Mia
"Kita mau jalan jalan sekalian cari sarapan diluar,kamu mau ikut sayang?" goda Niko,sedangkan Mia hanya tertunduk malu tanpa menatap wajah Niko,sengaja menunuk menyembunyikan rona merah di pipinya.
Pagi itu mereka hanya berjalan jalan santai di sekitar komplek perumahan Niko,selama tinggal di rumah pak Suryo Mia memang tak pernah keluar dari rumah begitu juga dengan Niko karena memang tak pernah bisa kemana mana kecuali pergi ketika ada perlu itupun sudah pasti naik mobil.
Pagi itu mereka berdua mendorong kursi roda nenek sambil mencari sarapan bubur di ujung jalan yang menurut informasi dari pak Tejo ada warung bubur ayam yang enak di ujung komplek,Niko pun membawa nenek dan Mia mengunjungi warung tersebut dan benar saja bubur ayamnya sangat enak.
Setelah selesai sarapan mereka langsung pulang karena memang baru kali ini berjalan kaki cukuo jauh,Niko merasa kakinya agak sedikit nyeri.
"Sini mas kakinya aku pijitin"
Dengan sigap Mia menaikkan kaki Niko ke atas pahanya dan mulai menggosokkan minyak gosok ke kaki suaminya dan mulai memijitnya,Niko yang merasakan sentuhan nikmat di kakinya membuatnya merasakan hal lain di dirinya bukan hanya nikmatnya pijatan Mia namun si boy miliknya juga ikut berdiri karena sentuhan Mia yang tanpa sengaja membangunkan birahinya.
"Sayang,tutup pintunya dong...."pinta Niko pada Mia.
__ADS_1
"Iya mas." Mia segera menurunkan kaki Niko dari pahanya dan berjalan menuju pintu,dan menutupnya.
"Kunci skalian sayang,nanti ada yang masuk lagi kayak kemaren."Perintah Niko sambil terkekeh.
"Kok siang siang pintunya di kunci mas?emang mau ngapain?" tanya Mia sambil berjalan mendekati Niko.
"Terserah aku dong mau aku apakan istriku,lagian kita sama sama suka kan?" Niko menarik lengan Mia,mendudukkan Mia di pangkuannya dan memeluknya dari belakang.
Di ciuminya tengkun Mia sambil tangannya menggerayangi tubuh Mia,tak ada yang bisa Mia lakukan kecuali pasrah menerima perlakuan suaminya meski seluruh bulu kuduknya berdiri merinding dengan belaian Niko.
Niko mulai menanggalkan satu persatu pakaian Mia,Kemudian di baringkannya Mia dan Niko menindihnya sambil bibir dan tangannya masih terus bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh Mia.
Akhirnya Niko pun berhasil menembus benteng keperawanan Mia,ada rasa perih yang luar biasa di bagian bawah Mia karena memang baru pertama kali dia melakukannya.
Niko merebahkan tubuhnya di samping Mia masih sambil memeluk tubuh Istrinya dan mengecup kening Mia.
"Terimakasih ya sayang,karena mulai sekarang kita benar benar menjadi suami istri yang sesungguhnya."
Mia bangun hendak menuju kamar mandi,namun dia masih merasa perih di bagian bawahnya hingga membuatnya kesulitan berjalan.
"ssshhh,aduh" ucap Mia lirih saat akan berjalan dan kembali terduduk di sudut tempat tidur.
__ADS_1
"Kenapa sayang?apanya yang sakit?"Niko melihat ada bercak darah di ************ Mia dan beberapa bercecer di sprei yang baru saja habis di pakai mereka untuk bergulat.
"Ini mas,rasanya masih sakit,perih." ucap Mia masih sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Segera Niko menarik selimut yang membungkus tubuh Mia menggendongnya menuju kamar mandi.
"Mas! malu aku....kenapa selimutnya di tarik?" sambil membenamkan wajahny ke dada Niko menutupi rona wajahnya.
"Kenapa malu?bukankah baru saja tadi aku sudah melihat semuanya?" sambil menurunkan tubuh Mia,memeluk kembali tubuh istrnya karena si Boy mulai on lagi.
"Mas...kamu mau lagi?" tanya Mia karena menyadari keanehan di diri Niko."Apa kamu berusaha menawariku lagi?"goda Niko
"Mas..aku takut nanti sakit lagi" bisik Mia lirih di telinga Niko.
"gak papa sayang,kali ini pasti tidak akan sakit." ucap Niko berusaha meyakinkan.
Tangan Niko mulai beraktifitas lagi."Sayang aku boleh minta lagi ya?"
Mia hanya mengangguk pelan mengizinkan miliknya di masuki oleh Niko lagi untuk kedua kalinya dan kini mereka melakukannya di kamar mandi.
"Benar kata mas Niko rasanya sudah tidak sakit lagi" Tak di pungkiri Mia mulai menikmatinya.
__ADS_1
Setelah keduanya berhasil memandamkan api asmara di antara mereka akhirnya mereka mandi bersama dan beristirahat.