
Sofia berlari keluar kamar saat Felicia mengejarnya.
Sofia berusaha bersembunyi dibalik tubuh sang mama saat berpapasan dengan sang mama,Felicia tak brlerhenti masih berusaha menangkap sang adik.
"Kalian ini,udah pada gede kok masih aja kayak anak kecil."
Ledek Mia pada kedua putrinya.
"Tau ni mah,kakak yang ngejar aku."
Sofia berusaha membela diri sambil berusaha menghindari sang kakak lalu kembali berlari menuju tangga.
"Adek tuh ma yang usil gangguin aku belajar...!"
Jawab Felicia masih berusaha mengejar sang adik.
"Awas sayang,jangan pada kejar-kejaran di tangga nanti kalao jatuh lho."
Baru saja Mia selesai berbicara,kembali di kejutkan oleh teriakan Sofia dari lantai bawah.
"Ma.......mama.....!"
Teriak Sofia dari lantai bawah.
"Toolooooong....,kak Felicia jatuh dari tanggaaaaa! maaaaaaa.....mamaaaa.....!"
Sontak Mia segera berlari menuruni tangga untuk melihat keadaan Felicia dan Sofia di lantai bawah.
Felicia sudah terbaring di anak tangga paling bawah dengan darah yang keluar dari kepala sedangkan Sofia yang tengah duduk di sampingnya.
Mia hanya bisa terdiam dalam kepanikan,sambik bingung meminta pertolongan.
Dengan panik Mia segera meminta sopir segera menyiapkan mobil dan meminta tolong para pelayan untuk mengangkat Felicia kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Mia hanya bisa menangis.
"Sayang.....bertahan ya nak,kita kerumah sakit sekarang ya."
__ADS_1
Sambil mengelus kepala Felicia yang masih mengeluarkan darah meski sudah nggak sebanyak tadi waktu dirumah.
"Kak.....maafin aku ya kak,aku gak sengaja dan gak ada niatan bikin kakak jatoh.Maaf ya kak,kakak bangun dong kak."
Sofia hanya bisa menangis menyesali perbuatan isengnya.
Sofia teringat kembali saat Felicia berlari berusaha mengejarnya dan terpeleset di anak tangga lalu terjatuh tepat dibawah kakinya dalam keadaan terkulai lemas dengan kepala berdarah.
Sofia panik dan hanya bisa berteriak memanggil mamanya.
"Ma....maafin aku ya,karena keisenganku kakak jadi kayak gini."
Mia hanya bisa memeluk Sofia sambik menangis.
Mia takut terjadi sesuatu pada Felicia,Mia sangat takut dengan hal buruk yang pernah menimpa suaminya beberapa tahun yanlg lalu.
Mia hanya bisa berdo'a supaya tak terjadi hal buruk pada putrinya.
Sesampainya di rumah sakit Sofia segera ditangani dokter diruang IGD.
"Dokter tolong anak saya!"
"Kami akan melakukan tindakan terbaik,mohon pihak keluarga menunggu di luar dulu ya."
Dokter dengan para perawat rumah sakit segera menangani sang pasien yang sedang tak sadarkan diri,segala tindakan terbaik dilakukan.
Dengan perasaan was-was Mia dan Sofia menunggu di depan ruang IGD sedangakn Felicia masih dalam penanganan dokter didalam.
Tak lama berselang datanglah Riyan bersama pak Suryo menghampiri Mia.
"Gimana?"
Tanya pak Suryo panik.
Mia hanya bisa menjawab seadanya,bahwa Sofia masih sedang di tangani di dalam dan sedari tadi belum ada info apapun dari dalam.
Sedangkan Riyan menghampiri Sofia yang hanya duduk terdiam di ujung tempat duduk,seakan sedang menyalahkan dirinya sendiri serta menyesali perbuatan bodohnya.
__ADS_1
Riyan memeluk Sofia untuk menenangkan keponakannya tersebut.
"Tenanglah,kita do'akan yang terbaik untuk Felicia ya."
"Semuanya memang salah Sofia om."
"Tak ada yang perlu disalahkan,semua ini sudah takdir."
"Tapi om......semua ini memang salah aku."
Riyan masih memeluk erat Sofia untuk menenangkannya.
Namun Sofia malah menangis dalam pelukan Riyan,kini gadis berambut lurus tersebut tak lagi mampu membendung air matanya yang sedari tadi ia tahan agar tak tumpah.
Sofia melampiaskan segala rasa bersalahnya dengan tangisan.
"Sssst,udah jangan menangis lagi."
Riyan menyeka air mata yang meleleh di pipi keponakannya.
"Kita berdo'a saja supaya Tuhan memberikan mukzizatnya untuk Felicia."
Mia yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terdiam,pikirannya masih tak karuan.
Meski Felicia bukan anak kandungnya,namun Mia sangat menyayangi Felicia sama seperti ia menyayangi Sofia.
Selama ini Mia tak pernah membeda-bedakan antara keduanya.
Seorang laki-laki berbadan tinggi ber jas putih dengan stetoskop menggantung di leher keluar dari ruang IGD.
"Maaf,dengan keluarga Felicia?"
Kata seorang dokter yang kebetulan hanya ada keluarga Mia disana.
"Iya dokter,saya ibunya.Bagaimana keadaan anak saya?"
Tanya Mia.
__ADS_1
"Bisa kita bicara di dalam bu?"