Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Putra


__ADS_3

Perlahan Mia mulai menemukan kembali semangat hidupnya bersama anak-anak.


Duka yang dahulu mendalam perlahan mulai terkikis oleh waktu.


Mia mulai menyibukkan diri dengan membuka toko kue kecil-kecilan tentunya dengan seizin mertuanya.


Saat Mia membenahi beberapa stok kue, dari dalam toko Mia melihat diseberang jalan seorang wanita yang dulu pernah jatuh terserempet oleh mobilnya.


Wanita itu nampak sedang berada di depan sebuah toko pakaian,bukan guna berbelanja pakaian baru melainkan untuk berteduh dari teriknya sinar matahari siang.


Nampak wanita tersebut sedang kelelahan,terlihat ia beberapa kali mengelap peluh di keningnya.


Mia menyodorkan sebotol air mineral dan sekotak roti untuknya.


Wanita tersebut mendongakkan kepala untuk melihat siapa gerangan yang menyodorkan makan siang untuknya.


"Anda,nyonya?"


"Iya,makanlah."


"Terima kasih."


Wanita tersebut menerimanya sambil tersenyum pada Mia.


"Ibu.......?"


"Asih,nama saya Kurniasih Nyonya. Panggil saja Asih."


"Bu Asih dari mana atau mau kemana?"


Mia menatap karung yang teronggok de dekat tempat bu asih duduk.


"Saya dari mencari barang bekas nyonya,untuk makan sehari-hari."


Jawabnya sambil membuka bungkus roti pemberian Mia.


"Panggil saja saya Mia,saya....."

__ADS_1


Belum sampai Mia melanjutkan kata-katanya buru-buru ia hentikan karena mendengar bu Asih terbatuk tersedak makanan yang sedang ia makan.


Mata bu Asih menatap tajam wajah Mia,hampir tak berkedip.


Mia nampak seperti kebingungan dengan tatapan bu Asih.


Seketika bu Asih memalingkan pandangannya dan nampak menyeka air mata yang tak ingin terlihat oleh Mia.


Namun terlambat,Mia sudah terlanjur melihatnya.


"Bu Asih,kenapa menangis?"


Tanya Mia bingung.


"Apa ada yang salah dengan perkataan saya barusan?"


"Tidak ada apa-apa Nyonya....eh Mia,saya hanya terharu setiap kali bertemu dengan saya selalu saja saya merepotkan anda."


Mia hanya menjawabnya dengan senyuman ramah,lalu berpamitan untuk kembali masuk ke dalam toko.


Sore itu sepulang sekolah Sofia dan Felicia mampir ke toko buku untuk membeli beberapa alat tulis.


Sofia berlari sembari menarik tangan Felicia.


Brugh


Felicia terjatuh setelah menabrak seorang pria bertubuh tinggi.


"Maaf,maaf."


Felicia segera membereska kembali buku-buku dan peralatan sekolahnya yang baru ia beli bersama sang adik berceceran di lantai depan toko yang barusan ia kunjungi.


"Nggak papa,lain kali lebih hati-hati ya."


Jawabnya sambil membantu Felicia merapikan barang-barangnya.


Kemudian mereka berpisah begitu saja,karena memang hari sudah mulai sore dan mendung kedua gadis belia itu buru-buru masuk ke dalam mobil dan segera pulang.

__ADS_1


"Kakak kenal sama orang itu?"


"Siapa?" jawab Felicia sambil kembali merapikan bawaannya.


"Yang tadi....."


"Yang tabrakan sama aku?"


"Iya...."


"Nggak."


"Kok wajahnya hampir mirip sama kakak ya?"


"Ah,masa sih?"


Felicia mengerutkan dahinya sambil sedikit mengingat wajah pria tadi,namun tak ia hiraukan lagi perkataan adiknya.


Rintik hujan mulai turun membasahi jalanan yang mulai ramai kendaraan berlalu lalang,tak heran karena ini memang akhir pekan banyak orang menghabiskan waktu untuk weekend bersama keluarga untuk jalan-jalan.


Sesampainya dirumah mereka segera membuka barang belanjaan alat tulis mereka yang sudah di borong hampir separo isi toko.


Saat Felicia hendak menata peralatan tulis yang sore tadi di belinya ada benda yang terjatuh,saat ia memungutnya dahinya mengernyit.


"ID card,punya siapa ini ya?"


Pikirannya melayang kembali pada kejadian sore tadi di depan toki buku,dimana dia bertabrakan dengan seorang pria disana.


"Iya,ini milik om yang tadi sore."


Felicia yakin itu milik orang yang tadi sore bertabrakan dengannya,terlihat dari foto pada ID card tersebut.


Tertera nama serta alamat tempat dimana sang empunya bekerja.


Heru saputra,seorang manager sebuah perusahaan arsitektur.


Itulah yang tertera pada ID card tersebut.

__ADS_1


Felicia segera memasukkannya kedalam tas dan berniat mengembalikannya lusa sepulang sekolah.


__ADS_2