
Setelah acara selesai Mia kekamar Sofia untuk melihat apakah putrinya sudah tidur dan memberinya ciuman selamat malam,begitu juga dengan Felicia.
Saat Mia baru saja masuk kekamar Felicia didapatinya Riyan tertidur di atas sofa di dalam kamar Felicia,sepertinya Riya kelelahan dan ketiduran disana.
Mia mengambil selimut dari dalam almari Felicia dengan perlahan dan hati-hati karena tak mau membuat kegaduhan hingga membangunkan Felicia dan Riyan yang tertidur lelap dikamar tersebut,lalu menyelimutkannya ketubuh Riyan agar tak kedinginan.
Setelah mencium putrinya,Mia segera kembali kekamarnya untuk beristirahat.
Fikirannya penuh dengan berbagai hal yang membuatnya memejamkan mata sejenak lalu membukannya kembali sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk menciptakan efek tenang untuk dirinya sendiri sebelum benar-benar terlelap dalam tidurnya.
Setelah pertemuan keluarga malam itu,hampir setiap hari Deni datang kerumah setiap hari untuk mengantar Mia ke toko kuenya bersama Putra sebagai asisten pribadinya yang selalu mengantarkannya kemana-mana.
Dengan otomatis Putra pun setiap hari pula ikut kekediaman pak Suryo dan sering kali bertemu Riyan.Pandangan mata Riyan seolah muak setiap kali melihat Putra,sepertinya masih ada dendam terpendam diantara mereka.
Hari dimana pertunangan Deni dan Mia yang telah ditentukan telah tiba,acara berjalan lancar dan berlangsung sangat meriah dihadiri oleh begitu banyak para tamu undangan.
__ADS_1
Sebenarnya Mia sangat keberatan acada dilangsungkan dengan mengundang banyak orang karena statusnya,namun Deni ingin semua orang tau tan ikut berbahagia menyaksikan acara pertunangannya.
Seminggu setelah dilangsungkan acara pertunangan,Mia segera mengurus segala sesuatu keperluan perjalanannya ke luar negeri bersama Felicia.
Deni selalu berusaha meluangkan waktunya untuk menemani Mia kemanapun ia pergi dengan diantar oleh Putra.
Pagi ini adalah hari dimana Mia berencana membawa Felicia untuk berobat keluar negri,setelah mengurus serta mempersiapkan segala sesuatu keperluan untuk mereka pergi,Mia segera membawa putrinya dengan diantar oleh Sofia,pak Surya serta Riyan kebndara.
Deni dengan Putra pun ikut serta mengantarkan keberangkatannya kebandara.
Sofia adalah putri kandungnya yang justru jauh lebih membutuhkannya jika dibandingkan dengan Felicia,namun ini adalah sebuah pilihan demi kebaikan bersama.
Laipula Sofia adalah anak yang baik dan begitu pengrtian,selama ini dia tak pernah merasa iri atau cemburu dengan perlakuan Mama ke kakaknya apalagi sejak Felicia sakit Mia lebih memperhatikan Felicia ketimbang Sofia.
Mia memeluk erat serta menciumi wajah putrinya yang sebentar lagi akan ia tinggalkan jauh dinegeri orang dan entah berapa lama akan kembali.
__ADS_1
Sudah terbayang nantinya betapa dia akan merindukan Sofia.
Sofia hanya bisa menangis sambil berusaha menenangkan mamanya yang juga ikut menangis haru.
Berpesan agar mamanya sabar,kuat dan selalu baik-baik saja disana.
"Maafin mama ya nak,mama harus ninggalin kamu sendirian disini untuk menemani kakakmu menjalani pengobatan."
"Mama nggak perlu minta maaf,justru aku yang harusnya minta maaf kemama.Karena aku kakak jadi kayak gini dan mama yang harus menanggung semua ini."
Jawabnya sambil kembali memeluk tubuh mamanya.
Sebelum pergi Mia berpamitan pada semua yang mengantarnya dan meminta do'a agar Felicia segera diberi kesembuhan agar mereka bisa kembali secepatnya.
Mia berangkat dengan didampingi oleh seorang perawat dari pihak rumah sakit dimana Felicia pernah dirawat.Perawat yang sengaja di sewa untuk membantu Mia mengurus Felicia selama pengobatan dinegara tetangga.
__ADS_1