Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Pendonor


__ADS_3

Sesampainy dirumah sakit Riyan tak lagi menemukan Mia di ruang tunggu UGD,rupanya Felicia telah dipindahkan ke ruang perawatan dan Mia sudah tentu sebagai seorang ibu akn selalu siaga berada didekat anaknya.


Mia segera merogoh hape dari dalam tasnya saat mendengar ada panggilan masuk,melihat layar pada hapenya lalu menggesekkan jarinya ke layar hapenya.


"Halo ..."


Tak lama berselang pintu kamar rawat Felicia di ketuk oleh seseorang dari luar.


Mia menoleh saat seseorang masuk kedalam ruangan yang di dominasi warna putih khas rumah sakit.


"Ini ada beberapa baju ganti untukmu."


Riyan meletakkan tas berisi beberapa potong pakaian ganti untuk Mia di atas meja.


Mia hanya memandang tajam sambil menyipitkan mata kearah Riyan penuh dengan pandangan curiga,tanpa sepatah katapun.


"Tenang,tadi orang rumah yang siapin semuanya.Jangan kau kira aku masuk kedalam kamarmu lalu menyiapkan sendiri pakaianmu itu."


Riyan sepertinya tau makna dari pandangan mata Mia yang nampak sinis padanya.


Riyan segera merebahkan tubuhnya keatas sofa yang berada di ranjang tempat tidur Felicia,sesangkan Mia masih tak berpindah sedikitpun dari kursi yang berada di seberang sebelah tempah tidur Felicia.


"Gimana keadaan Flicia?apa ada lagi perkembangan baru?"


"Belum ada,dokter masih belum memberikan lagi informasi apapun tentang Felicia."

__ADS_1


"Apa pihak rumah sakit sudah mendapatkan lagi pendonor?"


Mia hanya menggelengkan kepala pelan sambil memandang dalam wajah Felicia sambil terus menggenggam tangan putrinya.


"Lalu,apakah sudah ada kabar tentang pengumuman yang katanya akan kamu share ke media sosial?"


"Belum ada,tapi beberapa kenalanku akan ikut membantu untuk membagikan informasinya agar lebih banyak yang tau."


"Semoga saja segera ada pendonor lagi."


"Amin,iya semoga Felicia juga cepat pulih."


Keduanya kembali hening,tiba-tiba terdengar suara notifikasi hape masuk.


Riyan segera merogoh hape dari sakunya,menggeser layar hape dengan jarinya dan dengan serius memelototi layar hapenya.


Seketika Mia lngsung menoleh kearah Riyan,namun tanpa sepatah katapun menunggu lanjutan dari ucapan Riyan.


"Salah satu kenalan bisnisku punya kenalan yang bergolongan darah sama dengan golongan darah Felicia"


Riyan dengan semangat memberitahu Mia tentang kabar bahagianya.


"Syukurlah,lalu kapan orngnya bisa kemari untuk mendonorkan darahnya?"


Tanya Mia antusias.

__ADS_1


"Katanya besok siang di jam makan siang mereka akan datang."


"Stukurlah,terima kasih atas bantuan kamu Felicia jadi dapat pendonor"


"Sama-sama bukankah kita ini keluarga kenapa musti sungkanbegitu,semoga saja tidak ada kendala apapun ya."


"Iya,semoga Felicia segera pulih."


Mia mengusap lembut pucuk rambut Felicia yang kini masih terbujur tak berdaya di ranjang rumah sakit.


"Sekarang sudah malam,istirahatlah."


Ucap Riyan sambil merebahkan tubuhnya keatas sofa lalu meluruskan kakinya.


Mia hanya terdiam sambil memandang dalam wajah putrinya yang sedang berbaring tak sadarjan diri diranjang rumah sakit dengan perban di kepala dan cervical collar penyangga lehernya.


Meski awalnya dulu Riyan sama sekali tak memperdulikan Felicia karena rasa sakit hati akibat penghianatan almarhum Jesika,namun kini sepertinya Riyan mulai membuka hatinya untuk belajar menerima Felicia.


Hal tersebut nampak dari sikap Riyan yang mulai perhatian serta ikut sibuk mencari pemdonor untuk Felicia.


Siang itu setelah selesai meeting dengan salah seorang clientnya Riyan segera menuju runah sakit tanpa mampir dulu makan siang,rasa lapar di perutnya tak lagi ia hiraukan demi segera bertemu dengan sang pendonor yang siang ini akan datang ke rumah sakit bersama dengan Deni salah satu rekan bisnisnya.


Riyan bertemu dengan Deni beberapa bulan lalu melalui kerjasama dalam sebuah proyek,dan hubungan keduanya sampai kini masih baik meski kerja sama telah usai.


Bahkan mereka sempat bertemu beberapa waktu lalu di kantin rumah sakit waktu Felicia baru saja masuk kerumah sakit,sedangkan Deni sedang menunggui mamanya yang sedang di rawat inap.

__ADS_1


Deni?apakah Deni kenalan Riyan adalah Deni orang di masalalu Mia?ataukah kebetulan saja nama mereka yang sama namun dengan orang yang berbeda?


__ADS_2