Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Pak Suryo


__ADS_3

"Kalau begitu saya pamit permisi dulu pak."


Deni bersalaman dengan pak Suryo untuk berpamitan pada sang tuan rumah.


"Iya,iya nak Deni silahkan.Hati-hati dijalan ya."


Pak Suryo berdiri untuk menghormati tamunya,lalu berjalan meninggalkan ruang tamu setelah Deni meninggalkan kediamannya.


Nampak pak Suryo menghela nafas panjang,sambil berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Pa,pelan-pelan biar Riyan bantu papa jalan ya."


Riyan segera berjalan cepat menuju orang tua yang sudah renta di hadapannya.


Orang tua yang selama ini mengurusnya sampai sedewasa ini dan sekarang giliran dialah yang harus mengurus orang tua satu-satunya.


"Tadi Deni kesini nemuin papa ngomongin apa?"


Tanyanya sambil menuntun papanya memasuki pintu kamar.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?apa kamu takut Mia akan diambil laki-laki lain?"


Tanya Pak Suryo sambil tersenyum menggoda putranya.


"Ng.....nggak lah pa,Mia kan kakak iparku."


Riyan berusaha mengelak namun pak Suryo tau apa yang sedang difikirkan putranya.


"Yaudah,kalo memang kamu nggak apa-apa biar Mia bahagia dengan Deni."


"Memangnya Deni tadi kesini membicarakan hal itu pa?"


"Yaudah pa,papa istirahatlah Riyan keluar dulu ya."


"Hmmmm."


Pak Suryo dengan perlahan merebahkan tubunya yang sudah renta ke tempat tidurnya.


Pikiranya kembali terbayang hari itu,dimana Mia yang masih sangat muda dengan ikhlas menikah dengan Niko putranya yang kala itu dalam keadaan sakit.Dengan sabar Mia mengurus Niko sampai sembuh,bahkan ketika Riyan memperlakukannya dengan tak pantas dia berusaha menjaga dirinya dari Riyan.

__ADS_1


Kini,hari ini datang seorang pria yang meminta izin padanya untuk meminta Mia.Seorang pria yang dulu pernah dekat dengan menantunya,bahkan dia berkata bahwa Mia adalah calon istrinya dimasa lalu.Mereka sudah berjanji untuk saling menunggu dimasa depan,namun kini mereka tak bisa bersatu karena Mia telah menjadi menantunya.


Namun kini Niko,suami Mia telah tiada.


Rasanya sangat tak adil jika pak Suryo tetap menahan Mia disini sedangkan Niko sudah tiada lagi.


Pak Suryo tak mau menghalangi kebahagiaan Mia,bagaimanapun Mia masih muda dia berhak mendapatkan kebahagiaan serta menata kembali masa depannya bersama keluarga barunya.


Lalu bagaimana nanti dengan cucu-cucunya?bagaimana jika nanti Mia memilih untuk keluar dari rumah ini dan membaw serta kedua anaknya?sudah pasti pak Suryo akan merasa sangat kesepian tanpa mereka semua.Namun pak Suryo juga tak mau mengekang Mia disini.Ada rasa bersalah di hati pak Suryo karena dulu memaksa Mia menikah dengan putranya yang lumpuh,meski Mia tak menolak tapi,mungkin saat itu Mia tak berani menolak karena teringat hutang-hutang kakeknya saat itu.


Pak Suryo berfikir keras semalaman,sampai pagi ketika Mia datang ke kamarnya dengan membawakan sarapan untuknya seperti biasa.


"Mia,papa mau bicara penting sama kamu."


"Pa....nanti dulu ya bicanya,sekarang papa sarapan dulu lalu minum obat setelah itu baru kita bicara."


Sambil meletakkan baki berisi sarapan dan air minum untuk papa mertuanya.


Sudah menjadi kebiasaan Mia sejak Pak Suryo mulai sakit-sakitan,setiap pagi dia datang kekamar mertuanya membawakan sarapan lalu menyuapinya.

__ADS_1


Setelah itu baru dia akan mengurusi Felicia sang putri yang juga belum pulih dari sakitnya sejak kecelakaan jatuhnya Felicia dari anak tangga.


__ADS_2