Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Semalam bersama


__ADS_3

Setelah montir memeriksa motornya Deni mendekati sang montir yang terlihat menggeleng gelengkan kepalanya.


"Gimana mas,bisa langsung di benerin gak?soalnya rumah saya masih jauh mas takutnya nanti pulang kemalaman".


Namun sang montir hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela nafas panjang.


"Gimana ya mas ya....soalnya ini harus ada yang di ganti tapi stok gudang kami sedang kosong harus nunggu besok pagi baru bisa kami benerin,lagian bengkel juga sudah mau tutup mas".


"Terus saya pulangnya gimana ini mas?"


"Mau gak mau mas dan istri mas harus bermalam disini karena tidak ada kendaraan yang bisa saya pinjamkan juga,istri saya sedang hamil tua dan sekarang dirumah sendirian saya takut terjadi apa apa dengan istri saya mas"


Sang montir hanya bisa memberi tumpangan untuk mereka bermalam sementara mnunggu motor Deni untuk di perbaiki besok pagi.


"Maaf mas saya tinggal pulang dulu ini kunci bengkelnya".

__ADS_1


Sang montir bengkel pun berpamitan setelah memberikan kunci bengkel dan memperlihatkan sebuah ruang kecil yang biasa di gunakan sang montir beristirahat siang jika tak ada pasien motor yang datang,Mia hanya bisa pasrah mengikuti Deni masuk ke dalam ruangan kecil yang hanya ada satu dipan untuk mereka beristirahat.


Setelah Mia membantu Deni membereskan tempat untuk beristirahat akhirnya Mia naik ke dipan lebih dulu,Deni masih sibuk mencari cari kalau ada sesuatu yng bisa dia pakai untuk alas tidur di lantai karena bagaimanapun dia gak mungkin tidur bersama dengan Mia.


Karena dia juga laki laki dewasa yang normal,apa jadinya nanti kalau dia tidur satu dipan dengan perempuan?tidak mungkin kan jika nanti tidak terjadi apa apa?dia hanya bisa menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung tidak menemukan apapun.


"Den...kamu ngapain? ini sudah malem lho,apa kamu gak capek?bukannya langsung tidur malah jelalatan gitu,nyariin apa sih?"


"Hmmmm....nyari sesuatu untuk alas tidur,masak aku tidur bareng kamu?kalau nanti terjadi hal hal yang di inginkan gimana?"


Yang penting kamu jangan macem macem aja."


"Nah....itu yang berat,aku kan laki laki dewasa dan juga normal gak mungkin aku deket perempuan gak terjadi apa apa,justru itu yang aku takutkan jika aku tidur bareng kamu."


"Takutnya nanti adek aku bangun" gumam Deni pelan.

__ADS_1


"Apa Den!adek siapa?emang kamu punya adek?"jawab mia sok polos saat mndengar Deni berbicara pelan agar Mia tak mndengarnya.


"eh....gak papa,udah tidur aja cepet sana,iya aku tidur di sebelah kamu,tapi kamu jangan deket deket ya,takutnya nanti aku lhilaf"


"Emangnya aku cewek apakah.....deket deketim kamu,enak aja yang ada aku yang harus waspada sama adek kamu tuh"


jawab mia sambil menjulurkan lidah mengejek Deni.


Malam semakin larut Deni dan Mia akhirnya tidur dalam satu dipan yang sama,saat Mia menggeliatkan tubuhnya menghadap ke Deni ketika tangan kanan Mia tanpa sengaja menyentuh bagian terlarang milik orang di sebelahnya,Deni pun terkejut saat membuka matanya.


Deni yang awalnya akan bersiap tidur dan memaksakan memejamkan matanya malah semakin susah saja tidur karena ada yang mengganggunya.


Deni berusaha menyingkirkan tangan Mia namun ia takut membangunkan tidur Mia,lama lama Deni tak tahan juga karena hal yang dia takutkan terjadi juga.


Sebagai laki laki normal dia harus menahan diri dari gejolak dirinya sendiri,dia gak mau melakukan hal yang tak boleh dan tak seharusnya dia lakukan ke Mia.

__ADS_1


Deni pun berusaha memejamkan mata dan mati matian menenangkan hatinya hingga tanpa sadar ia pun ikut terlelap sampai pagi.


__ADS_2