Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Cerita lalu


__ADS_3

Sekilas Mia mulai membayangkan jika Niko tiada,namun bukannya bayangan kebahagiaan yang dilihatnya melainkan bayangan kesedihan.


Tanpa sadar airmatanya dengan nyata meleleh di sudut matanya saat melihat Niko di kebumikan dalam bayangannya,spontan Mia berteriak sejadi jadinya.


"Niko......tolong...!!!!!!tolong....!!!!"


Datanglah sang pelayan beserta penjaga laki laki yang berlarian menuju kamar Niko,mereka menggedor pintu dan berusaha membukanya.


"bruak"


Pintu pun terpakasa di dobrak dari luar oleh penjaga.


Riyan pun sontak kaget dan menghentikan aksinya,Mia yang berhasil terlepas dari cengkraman Riyan segera menutup tubuhnya dengan selimut yang di tarik semampunya dan bergegas menuju Niko yang tertelungkup di lantai.


Segera pelayan dan penjaga tersebut membantu mengangkat Niko dan mendudukkannya di kursi roda kembali,Mia hanya bisa menangis sambil syok dengan kejadian yang baru saja dia alami.

__ADS_1


Riyan menjadi geram,ia berteriak menyuruh pelayan dan penjaga yang ada di dalam kamar untuj keluar.


"Keluar kalian semua dari sini!


berani beraninya kalian mengganggu kesenanganku!


keluar kalian semua!"teriak Riyan.


Namun tak ada yang bergeming dari tempatnya semua hanya tertunduk diam.


"Benar tuan muda kami berkewajiban melindungi Nona Mia dan tuan muda Niko." Sahut kembali pelayan perempuan yang juga masih tetap menundukkan kepala.


Tangan Riyan terkepal marah dan meninjukannya ke arah pintu lalu berlalu keluar dari kamar Niko.


"Nona,apakah anda baik baik saja?apakah tuan muda Riyan......"pelayan perempuan tersebut menghentikan kata katanya takut salah dalam memilih pertanyaan,sambil membantu menuntun Mia berjalan dan mendudukkannya ke kasur.

__ADS_1


"Terimakasih bu Wita,kalau saja kalian berdua tadi tidak segera menolong saya dan Niko mungkin saya sudah tak tau apa yang akan terjadi"Mia kembali menitikan airmata.


Mia menangis sejadi jadinya di pelukan pelayan tersebut.


Pak Suryo yang mendengar kejadian di rumah dari penjaga segera bergegas pulang,jadwal kepulangan yang seharusnya masih besok di percepat sore ini langsung pulang karena sekretarisny sudah memesankan tiket via online.


Sesampainya dirumah pak Suryo segera memanggil bu Wita yang ternyata adalah kepala pelayan di rumah ini yang di percaya pak Suryo merawat Niko sebelum menjadi suami Mia,sedangakan penjaga senior tersebut bernama pak Tejo.


Mereka adalah orang kepercayaan Pak Suryo yang sudah mengabdi sangat lama,bahkan sebenarnya mereka juga mengenal kakek Mia.


Karena ternyata dulunya pak Suryo dan kakek Mia adalah teman semasa kecil yang terpisahkan dan di pertemukan kembali saat sudah dewasa dan sama sama menikah,hanya saja Nenek Mia tak tau menau soal pertemanan suaminya dengan pak Suryo karena memang kakkek Mia tak pernah menceritakannya pada nenek.


Saat pak Suryo bertemu kakeknya Mia ia sudah menikah selama sepuluh tahun namun belum juga di beri momongan,saat kakek Mia mengetahui keadaan pak Suryo ia pun bersedia membantu agar mereka segera memiliki momongan denga membawanga ke pengobatan alternatif.


Usaha yang mereka lakukan pun membuahkan hasil,akhirnya Pak Suryo dan istrinya di karuniai bayi laki laki yang tampan dan di beri nama Niko raka suryowijaya,sedangkan istriny maninggal dunia saat melahirkan anak kedua mereka yang di beri nama Riyan ananda kusuma.

__ADS_1


__ADS_2