
Seminggu setelah kepulangan kakek,pikiran Mia masih saja sibuk memikirkan nasibnya dan nenek kedepannya.
Waktu terus berjalan tanpa terasa waktu ujian akhir semakin dekat semua sibuk mempersiapkan diri untuk berjuang menuju ujian akhir,begitu juga dengan Mia dan Deni.
Bedanya jika Mia lebih sering mengurung diri di kamarnya untuk berkonsentrasi belajar beda halnya dengan Deni yang semakin rajin mengikuti bimbingan belajar dengan di dampingi guru les,orang tua Deni memang sengaja menyiapkan semuanya agar deni mendapat nilai terbaik di sekolahnya dengan tujuan supaya deni bisa masuk ke universitas pilihan orang tuanya di luar negri.
Deni memang termasuk siswa yang tak kalah pintar dengan Mia justru nilai nilai Deni di atas Mia,Deni juga mendapat beasiswa karena prestasinya di sekolah untuk itu orang tua deni mendukungnya saat deni bilang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan desain arsitektur.
Tadinya deni ingin melanjutkan kuliah d dalam negri saja,tapi orang tuanya justru malah memberinya ide untuk kuliah di luar negri saja karena orangtuanya temasuk mampu dan deni hanya anak mereka satu satunya.
Eindhoven University of Technology di Belanda adalah universitas pilihan orng tua Deni karena di sana juga ada kerabat orang tua Deni,adik sepupu ayah Deni tinggal disana dan juga berkeluarga dengan warga sana,jadi jikalau ada apa apa dengan deni setidaknya ada keluarganya disana agar ibunya deni tidah terlalu khawatir.
Untuk itu Deni harus bekerja keras dengan lebih giat belajar untuk mendapatkan nilai yang maksimal agar bisa masuk ke universitas pilihan orang tuanya.
__ADS_1
Ujian telah usai mereka sudah bisa agak bersantai dalam urusan sekolah,konsentrasi belajar pra ujian sepertinya banyak menyita waktu mereka sehingga Deni dan Mia tidak lagi pnya waktu untuk bertemu.
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan,semua siswa da dig dug menunggu hasil jerih payah mereka selama ini.
Begadang hampir stiap malam,tak ada waktu main,nongkrong,santai bahkan ada yang seperti gadis pingitan tak boleh keluar rumah kecuali sekolah hanya untuk belajar dan belajar mmpersiapkan diri di medan tempur mempertaruhkan segenap kemampuan demi masa depan.
Kini mereka tinggal menunggu hasil,Deni mendapat peringkat pertama di sekolahnya dan masuk 5 besar antar kota.
Deni tak tau harus bagaimana d satu sisi dia bangga dan bahagia karena tercapai apa yang dia impikan,lulus dengan nilai terbaik dan bisa masuk ke Universitas impiannya,tapi di sisi lain hatinya juga gusar karena harus jauh dari Mia.
Sahabatnya sejak kecil yang kini merubah perasaannya dari rasa sayang sesama anak pada sahabatnya yang kini berubah menjadi rasa sayang dam cinta antara laki laki dan perempuan.
Waktu kepergian Deni tinggal menghitung hari,Deni ingin mengajak Mia jalan jalan sebagai perpisahan mereka.
__ADS_1
Sore itu Deni datang kerumah Mia hendak meminta izin neneknya,Deni akan mengakak Mia jalan jalan ke liling kota besok.
Awalnya nenek tidak mengizinkan mereka pergi berdua saja apalagi ke kota,setelah Deni meyakinkan akhirnya nenek mengizinkan dengan catatan harua pulang sebelum malam.
Pagi harinya Deni menjemput Mia dengan motor,motor pinjaman ayah Deni tentunya.
Mereka bersenang senang berkeliling kota,menikmati pemandangan kota,tak terasa hari sudah mulai sore Deni ingin mengajak Mia ke taman hiburan yang baru buka sekitar jam 5 sore.
Awalnya Mia menolak karena takut nanti pulangnya bisa kemalaman,tapi akhirnya di nurut saja karena tak ada pilihan lain selain nurut saja.
Tak terasa hari makin larut Miapun mulai merasa harus segera mengakak Deni pulang,saat perjalanan pulang ternyata Motor yang mereka naiki mogok akhirnya mereka harus berjalan kaki mncari bengkel terdekat.
Untungya tak jauh dari tempat mereka masih ada bengkel yang buka,meraka akhirnya meminta bantuan montir bengkel untuk memeriksa motornya.
__ADS_1