Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Hampir saja


__ADS_3

Saat Mia semakin meronta berusaha melepaskan diri dari Riyan,semakin Riyan erat Riyan menggenggam kedua tangan mia dengan kedua tangannya dan merapatkan tubuh Mia ke dinding.


Mia hanya tertunduk menghindari tatapan mata Riyan.


"Lepasin aku,tidak sepantasnya kamu bersikap seperti ini pada kakak iparmu! ini sangat tidak sopan!" kata mia sambil terus menunduk.


Niko yang terbangun dari tidurnya karena suara berisik,hanya bisa terdiam sambik berusaha bangun dari tidurnya.


Namun tak ada yang mampu dia lakukan dengan tubuhnya yang lemas,ada air mata yang meleleh di ujung matanya hanya mampu berucap


"Ia.....ia.....pas!"


"Lihatlah,apa yang bisa dia lakukan untukmu?kalaupun aku menidurimu di depannya sekalipun apa yang bisa dia lakukan?bahkan melindungi dirinya sendiri saja tidak bisa apalagi melindungimu!"


Riyan hanya tertawa kecil sambil tangannya memegang dagu Mia,menghadapkan wajah Mia ke wajahnya.


Di ciumnya bibir Mia di hadapan Niko,saat Riyan terus berusaha ******* bibir kakak iparnya itu Mia dengan cepat menggigit bibir Riyan hingga Riyan melepaskan ciumanya.


Tak berhenti sampai disana,Riyan justru merasa geram dengan Mia.


"Selama ini tak ada satu perempuanpun yang berani menolakku,tapi kamu! hanya gadis desa miskin tapi sangat sombong!"

__ADS_1


Riyan berusaha membuka pakaian Mia,dengan tangannya memegang mulut Mia agar tidak bersuara.


Riyan berhasil membuka pakaian Mia dengan paksa,namun Mia kembali menggigit tangan Riyan dan menendang bagian sensitif milik Riyan.


Sontak Riyan terjatuh ke belakang sambil menahan sakit di bagian bawahnya.


"keluar kamu dari sini,atau akau akan berteriak!" ancam Mia pada Riyan.


"Sialan kamu Mia! tunggu saja sampai aku akan mendapatkanmu!"


Riyan berjalan keluar dari kamar Mia,dan Mia buru buru menutup pintu dan menguncinya.


"Nenek.....hik hik hik" Mia hanya bisa menangis terduduk di lantai masih dengan pakaian yang koyak karena di buka paksa oleh Riyan tadi.


Niko berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan semangat dalam menjalani hidup agar bisa segera sembuh dan pulih kembali.


Demi Mia yang selama ini dengan sabar merawat dan menerimanya sebagai suami meski Niko tak layak di anggap suami dan tak sempurna untuk gadis sebaik Mia.


Hari berlalu Mia masih telaten dengan kesibukannya mengurus Niko seperti biasa,setiap kali bertemu Riyan sebisa mungkin dia menghindar.


Sampai suatu hari saat Mia hendak mengambil air untuk Niko dan meninggalkan Niko sendirian di dalam kamar,tiba tiba Riyan kembali menyelinap masuk.

__ADS_1


Dan saat Mia memasuki kamar Riyan dengan cepat menutup pintu dari dalam dan Menguncinya,Niko yang sejak awal sudah tau kalau Riyan sudah ada di dalam kamar berusaha memberi kode pada Mia dengan terus melotot memandang ke arah pintu berusaha menunjukkan bahwa ada seseorang di balik pintu,namun Mia tak menyadarinya.


Riyan yang berhasil kembali memasuki kamar Mia,sekali lagi berusaha memiliki kakak iparnya itu.


Riyan memang sudah terkenal sebagai laki laki buaya yang sering bergonta ganti wanita,wanita manapun yang ingin dia dapatkan sudah pasti akan dia dapatkan dengan mudahnya.


Riyan kembali mendorong tubuh Mia ke tempat tidur,menindih tubuh Mia dan membuka satu persatu pakaiannya yang kini tinggl mengenakan pakaian dalam.


Riyan memperhatikan tubuh Mia yang kedua tanganya sudah di pegang erat dengan kedua tangan Riyan.


"Tubuhmu lumayan juga,sepertinya memang belum ada yang menyentuhmu"


Riyan mulai menciumi bibir dan leher Mia,berusaha meniduri kakak iparnya itu,Mia hanya bisa meronta saat Riyan menindih tubuhnya dan menciumi bibirnya dengan paksa.


Niko yang melihat aksi bejat yang di lakukan oleh adiknya tersebut berusaha bangun dari kursi rodanya,saat Riyan mulai membuka pakaian dalam Mia


"brugk" Niko terjatuh dari kursi rodanya,membuat Riyan sesaat menghentikan aksinya.


"Sudah lah Mia,biarkan saja dia mati,bukankah kalau dia mati itu berarti kamu terlepas dari kontrak papaku kan semua hutang kakekmu lunas?"


bisik Riyan pelan di telingan Mia,

__ADS_1


Deg


dari mana Riyan tau itu semua? tanya Mia dalam hati,benar juga kalau Niko mati aku tak perlu lagi repot menjadi istrinya dan mengurusnya sepanjang umurku.


__ADS_2