
Dan pada akhirnya acara bulan madu berubah judul menjadi jalan-jalan biasa,yang awalnya yang rencana bulan madu hanya ber dua biar gak ada yang mengganggu pada akhirnya Niko menghubungi orang rumah untuk menyusul mereka biar bisa liburan bersama-sama.
"Bukankah selama ini para pelayan belum pernah di ajak berlibur bersama pah?" pinta Niko memberikan alasan yang tepat supaya papanya mengizinkan semuanya menyusul,akhirnya semua pelayan rumah mewah tersebut menyusul Niko dan Mia ke puncak kecuali beberapa penjaga yang lebih memilih gaji dobel untuk menjaga keamanan rumah di bandingkan berlibur bersama-sama rekan seprofesi mereka menyusul nona dan tuan mudanya.
Mereka berangkat mengenendarai bus termasuk pak Suryo dan nenek Mia,oiya nenek Mia namanya bu Ratih ya....selama ini author belum memperkenalkan neneknya Mia padahal sudah sering mincul ya,mohon maaf ya buat nenek ratih.
Sesampainya di penginapan yang tentu saja sudah di persiapkan oleh Dina,Sesampainya di penginapan mereka langsung beristirahat setelah menempuh perjalanan lumayan jauh.
Pagi harinya mereka sudah bersiap-siap menuju gunung untuk menikmati pemandangan alam dengan mengendarai bus bersama-sama dalam satu rombongan,malangnya bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan saat mengindari kendaraan searah yang tiba-tiba menyalip mereka dengan mendadak.
Dalam sekejap bus yang mereka tumpangi oleng dan terperosok ke lereng jurang,seketika membuat pandangan Niko jadi gelap.
"Mas....mas....mas Niko....." suara lirih Mia lirih memanggil-manggil suaminya yang sedang terpejam di bangku sebelahnya.
__ADS_1
"mas.....bangun mas......!" saat tak ada sahutan dari Niko,Mia berusaha bangkit namun kakinya terasa sangat lemas dan sakit berusaha dia menghampiri neneknya yang juga sama-sama tak sadarkan diri
.Di pandanginya sekeliling tak ada tanda-tanda kehidupan disana,begitu juga saat Mia berusaha membangunkan neneknya yang duduk di bangku tepat belakang kursinya.
Mia berusaha berteriak semampunya,
"Tolong....!!!! tolong...!!!" .
Tak ada sahutan Mia mengambil hape di sakunya berusaha menghubungi siapapun yang bisa di hubungi,dan sialnya signal sangat buruk.
"uhuk,uhuk....tooooloooong,suara laki-laki tersebut lirih dan serak mungkin karena pingsan hampir seharian jadi serak suaranya karena tenggorokan kering,yang penting bibir nggak pecah-pecah,lanjut.
Mia berusaha melihat sekitar dengan pandangan agak sedikit mulai gelap karena sepertinya hari sudah mulai sore,di carinya sumber suara tersebut saat mulai dekat ternyata itu adalah pak Suryo.
__ADS_1
Mia segera mendekatinya sambil tertatih,menahan rasa sakit di kakinya.
"Pak....bapak baik-baik saja?" tanya mia,merasa lega karena ada tanda kehidupan selain dirinya.
"air.......toolooong,air...." segera Mia bergegas mengambil botol minum miliknya,dan meminumkannya pada mertuanya tersebut.
Mia dan pak Suryo hanya bisa saling menguatkan sepanjang malam,hanya ada mereka sesekali melihat sekeliling kalau saja ada di antara mereka ada yang terbangun dan membutuhkan sesuatu.
Namun sampai hampir lewat tengah malam tak ada apapun smpai akhirnya Mia kembali terlelap dalam tidur.
Mata Mia terasa silau oleh cahaya sinar matahari,saat di buka matanya Mia mendapati Niko sedang memeluk erat tubuhnya.
"apa iya mas Niko tadi sempat terbangun?" batin Mia sambil masih memandangi wajah suaminya,saat Niko membuka mata segera di peluknya kembali tubuh Mia.
__ADS_1
"Sayang kamu gak papa kan?aku takut saat kubagunkan semalam kamu tak menyahut sama sekali" kata Niko,padahal jelas-jelas sorenya Mia yang membangunkan Niko namun tak bergerak.
Setelah memastikan Mia sudah sadar Niko segera memeriksa keadaan yang lain,beberapa di antara mereka masih ada yang bernafas namun tak sadarkan diri,namun sangat di sayangkan beberapa di antara mereka sudah tak bisa tertolong lagi termasuk Nenek Ratih,neneknya Mia.