Tumbal Hutang

Tumbal Hutang
Bulan madu


__ADS_3

Akhirnya mereka memutuskan untuk berbulan madu di dalam negri saja,selain dengan alasan tak bisa bepergian terlalu jauh dari neneknya,kesembuhan Niko yang baru saja pulih juga jadi pilihan yang tepat.Mereka memutuskan pergi ke puncak,disana mereka tinggal di sebuah penginapan milik rekan bisnis pak Suryo yang kebetulan sekarang sedang di kelola oleh anak perempuannya bernama Dina.Begitu sampai di penginapan mereka langsung di sambut oleh Dina dan memdapat kelas VVIP karena mereka berdua memang tamu kehormatan bagi Dina,semua itu adalah pesan dari pak Bagus ayah Dina yang juga rekan bisnis pak Suryo.Dina adalah gadis yang supel dengan mudahnya dia langsung akrab dengan Niko dan Mia,mereka berbincang bincang sebentar sampai Mia menguap mulai bosan karena merasa tak nyambung dengan pembicaraan Niko dan Dina yang berusaha mengenang masa lalu mereka yang ternyata sudah saling mengenal saat mereka masih kecil dulu.Saat melihat Mia yang kembali menguap karena selain merasa bosan juga badannya merasa letih setelah dari perjalanan jauh,Dina pun mempersilahkan keduanya untuk beristirahat.Dengan mesra Niko berjalan menuju kamar peristirahatan mereka tanpa melepaskan pelukan tangan dari tubuh istrinya


"Mas,kamu capek gak sih?kok badan aku rasanya capek banget ya,apa iya aku mabok perjalanan?kepalaku pusing banget mas." ucap Mia sambil memegangi pelipisnya.


"Apa perlu kita ke dokter sayang?" jawab Niko masih sambil menggandeng tubuh istrinya hingga masuk ke dalam kamar.


"Istirahatlah sayang,biar aku suruh pelayan mengantarkan makanan dan minuman hangat agar badanmu terasa enakan."Setalah makan dan minum obat Mia pun tertidur,Niko hanya menemaninya di kamar sambil menonton TV.Karena bosan,tak ada acara TV yang menarik akhirnya Niko memutuskan keluar kamar untuk mencari udara segar.Saat sedang duduk santai di luar penginapan Niko tak sengaja melihat seorang pria dan wanita yang sepertinya sedang beantem di parkiran,perempuan itu tak lain adalah Dina sang pemilik penginapan yang di tinggalinya saat ini."Siapa pria itu?sepertinya mereka sedang serius sekali berantemnya.hhhmmmmm .....mungkin pacarnya" batin Niko.

__ADS_1


Tak lama setelah itu Dina terlihat menampar pipi pria itu,dan sang pria tampak marah hampir saja pria tersebut menampar balik Dina namun di urungkan niatnya akhirnya ban mobil lah yang jadi sasaran kemarahan pria tersebut,di tendangnya ban mobil yang tak bersalah itu kemudian pergi meninggalkan Dina memasuki mobil yang ban nya di tendang tadi,lagi lalu pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Saat Dina hendak masuk,ia terkejut dengan keberadaan Niko disana dan buru buru di sekanya sisa air mata di ujung matanya.


"Din,kamu....."Niko mulai bertanya namun ragu dan tak lagi melanjutkan kata katanya.


"Hai.....Nik,kok kamu gak istirahat,bukankah tadi istrimu lagi capek katanya?"Dina memulai obrolan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Yang tadi itu pacar kamu Din?"

__ADS_1


"Iya" jawab Dina singkat.


"Yaudah Din,aku ke kamar dulu ya.Takutnya nanti istriku kebangun nyariin aku" Ucap Niko sambil terkekeh.


"Yaudah met istirahat aj ya Nik"


Mereka pun berpisah di pintu masuk penginapan,Niko menutup pintu kamar dengan sangat pelan supaya tidak membangunkan istrinya.Setelah memastikan Mia masih tidur pulas,iapun menyusul istrinya ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2