
Sebuah tamparan panas mendarat di pipi Riyan yang mulus,saat Riyan hendak menyentuh kembali tangan Mia tiba-tiba pak Suryo kembali,beliau pun terkejut saat melihat Riyan ada di dalam ruangannya bersama Mia.
"Apakah kalian sudah saling kenal?" tanya pak Suryo,Mia hanya menggeleng sedangkan Riyan hanya berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Saat Mia hanya berduaan di ruangan bersama pak Suryo,Mia kembali bersiap jika saja pak Suryo lebih menakutkan dari pada putranya tadi.
Kemudian pak Suryo menyerahkan sebuah kertas Mia bergegas membacanya ternyata isinya sebuah perjanjian antara pak Suryo dengan kakeknya,bahwa sebagai jaminan hutang kakeknya memberikan rumah serta tanah yang Mia dan neneknya tempati sebagai jaminan hutang.
"Berarti jika saya menyerahkan rumah serta tanah yang kami tempati hutang kakek saya lunas pak?" tanya mia antara lega,sedih dan bingung.
"bacalah di lembar keduanya"perintah pak Suryo.
Yang ternyata isinya membahas soal jaminan hutang yang kedua dan hutangnya semakin bertambah lagi,mata Mia sampai terbelalak membacanya antara tak percaya ternyata dirinyalah yang akan menjadi jaminan hutang berikutnya.
__ADS_1
jadi kakek menjualku untuk membayar hutangnya?kenapa kakek tega sekali! mia hanya mampu menjerit detir di dalam hati,tanpa terasa air matanya sudah mulai mengalir tanpa bisa di cegah.
"Apakah kakek saya menjual saya sebagai pelayan tuan?" tanya Mia memastikan.
"Tidak! kamu harus mau menikah"kata pak Suryo memper jelas kata-katanya tanpa berkata Mia akan menikah dengan siapa.
"Karena rumah serta tanah yang kamu dan nenekmu tempati itu sebenarnya sudah menjadi milik saya untuk membayar hutang pertama kakek kamu.
Sekarang giliran hutang kakek kamu yang kedua juga harus di lunasi."
"Kamu akan menikah dengannya" kata pak Suryo sambil membelai rambut pria muda tersebut.
"Namanya Niko dia sudah lumpuh sejak kecil,kata dokter dia masih bisa di sembuhkan namun selama hampir duapuluh tahun kami merawatnya tak pernah ada perubahan.
__ADS_1
Saya ingin Niko menikah namun mana ada gadis yang menginginkannya dengan keadaan seperti ini meski kami punya segalanya dan harta yang melimpah sekalipun,makanya saat kakek kamu menawarkan cucunya sebagai jaminan hutang saya langsung setuju."
Mia hanya menatap iba pada laki-laki yang sedang berbaring di depannya itu.
"Jika kamu bersedia menikah dengan putraku semua hutang kakekmu saya anggap lunas bahkan nenek kamu masih tetap bisa menempati dan memiliki rumah serta tanahnya sekarang."
"Saya akan memikirkannya pak"
"saya akan memberimu waktu sampai matahari terbit esok hari untuk memikirkannya,saya harap besok pagi kamu sudah akan datang kemari untuk memberikan jawabannya." kata pak Suryo,kemudian memeprsilahkan Mia pulang dengan di antar kembali oleh supir Pak Suryo,pak Suryo juga ber pesan pada supir yang mengantar Mia agar menjemput Mia kembali besok jam 8pagi di rumahnya.
Semalaman Mia memikirkan kata-kata pak Suryo,Mia pun mendiskusikan semuanya pada neneknya.
Sebenarnya nenek juga tidak rela jika Mia harus menikah karena terpaksa apalagi untuk melunasi hutang kakeknya,Mia sempat ragu namun dia pikir kembali toh tak ada salahnya yang penting hutang lunas,jika harus mencari uang sebanyak itu dalam waktu satu bulan bahkan juga hal yang mustahil baginya di tambah lagi harus pergi dari rumah yang sudah selama bertahun-tahun mereka tempati.
__ADS_1
Pikiran Mia carut marut selama semalaman tidurnya tak nyenyak terlihat dari matanya yang hampir seperti mata panda.