
Sekarang tinggalah Mia dan Riyan duduk berdua dengan canggung.
"Bagaimana kabarnya toko kue kamu "?
Riyan berbasa-basi membuka obrolan.
"Mmmm....baik."
Jawab Mia singkat.
"Hmmmmm"
Suasana kembali hening,dan hawa terasa canggung kembali.
Sementara di balik bilik sekat menuju toilet ada dua gadis belia dan seorang kakek renta sedang mengintai dan mengintip dengan waspada,karena takut jika kedua orang yang sedang di intai akan mengetahui tindakan berencana mereka.
Sebenarnya acara makan malam ini adalah rencana Felicia dan Sofia,karena mereka ingin mencomblangkan Mama mereka dengan om Riyan.
Awalnya saat mereka meminta bantuan dari kakek mereka,pak Suryo merasa ragu akan kesuksesan rencana kedua cucunya.
Tapi karena bujuk serta rayuan dari kedua cucu kesayangannya,akhirnya pak Suryo menyetujui rencan cucunya.
Sebenarnya Pak Suryo tidak keberatan jika Mia menikah dengan Riyan,melihat sikap serta sifat Riyan yang sudah mulai banyak perubahan menjadi lebih baik semenjak kepergian kakaknya.
Setelah melihat keadaan tak sesui harapan mereka bertigapun keluar dari persembunyiannya.
"Sudah sayang dari kamar mandinya,kok lama sekali? mama kira mau pada nginep di toilet."
Tanya Mia pada kedua putrinya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Iya ma,tadi perut aku agak kurang nyaman tapi sekarag udah gpp kok.Giliran aku udahan gantian kakak kebelet,trus waktu kami udah keluar ketemu kakek di depan toilet sekalian kami tungguin aja."
Sofia berusaha mencari alasan yang masuk akal.
Setelah ber konfrensi di meja makan merekapun memesan makanan,dan menyantap makanan pesanan mereka.
__ADS_1
Setelah selesai makan merekapun pulang.
Saat dalam perjalanan Sofia dan Felicia meminta om Riyan untuk mengantar mereka mampir sebentar ke toko buku,akhirnya Riyanpun menuruti permintaan kedua keponakannya.
Saat Mia akan ikut turun untuk ikut mengantar Felicia dan Sofia masuk ke dalam toko buku,keduanya melarang dengan alasan mereka hanya sebentar.
Lima belas menit berlalu kedua remaja yang sedari tadi memasuki toko buku tak kunjung keluar juga.
Tak ada obrolan apapun selama menunggu Sofia dan Felicia.
"Mmmm......maaf papa ke toilet dulu sebentar ya."
Pak Suryo memecah keheningan dalam mobil dengan suasana canggung.
"Perlu Riyan antar pah?"
Riyan menawarkan diri untuk menemani papanya ke toilet.
"Hehehehe....kamu kira papamu ini sudah terlalu tua untuk pergi ke toilet sendiri hah?!"
Jawab pak Suryo sambil terkekeh.
Di dalam mobil hanya tinggal mereka berdua,sesekali Riyan melirik Mia melalui kaca kemudi.
Riyan merasa salah tingkah saat Mia ternyata menyadari secara diam-diam Riyan curi pandang terhadapnya.
"Anak-anak kok lama sekali ya?"
Gumam Mia.
"Iya,papa juga lama banget ke toiletnya."
"Apa saya susul aja mereka ya?"
Tanya Mia.
__ADS_1
"Nggak usah,kita tunggu aja disini."
"Tapi mereka lama sekali."
"Mia....."
"Iya?"
"Apa kamu nggak ngerasa ada yang aneh?"
"Aneh kenapa?"
"Ya.....aneh aja rasanya,sejak dari rumah aku ngerasa kayaknya papa dan anak-anak kayak ngerencanain ini semua."
"Maksudnya?"
"Iya.Makan malam ini,saat di restoran tadi dan kita di paksa nunggu mereka hanya berdua di mobil seperti sekarang.Apa rasanya nggak aneh menurut kamu?"
"Tapi....apa masak iya mereka ngerencanain ini semua? tapi buat apa?"
"Maaf,sepertinya mereka sengaja ingin mendekatkan kita."
"Hah?!!"
"Menurut kamu gimana?"
"Apa?"
"Ide mereka ini."
"Maksud kamu apa?!"
"Itu papa dan anak-anak sudah keluar,
kita ikutin aja skenario mereka.biar mereka seneng,kita pura-pura aja nggak tau rencana mereka."
__ADS_1
"Hmmmm."
Mia hanya mengangguk pelan saat sang mertua dan kedua putrinya berjalan menuju mobil mereka.