Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 12. Tetap tenang


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


Tidak cukup dengan beberapa foto yang sudah di dapatkannya, ia kembali memotret laki-laki itu. Namun di saat Zishu tengah asyik memotret, laki-laki itu melihat ke arahnya. Sehingga membuat Zishu berbalik badan dan juga menggigit bibirnya sendiri. Ia panik jika apa yang di lakukannya, ketahuan oleh laki-laki itu.


“Shittt! Laki-laki itu tidak menyadari apa yang aku lakukan, bukan? Kalau sampai ia menyadarinya, ini akan sangat memalukan!” umpat Zishu, ia belum berani berbalik badan lagi.


“Semoga saja laki-laki itu tidak menyadarinya,” lanjutnya berharap. Zishu berusaha menetralkan rasa paniknya.


“Ayo Zishu, jangan panik dan tetap tenang! Kalau laki-laki itu menyadarinya, kamu hanya perlu mencari alasan untuk menyangkalnya. Katakan kalau kamu sedang memotret pemandangan. Ya katakan itu saja!” ucap Zishu pada dirinya sendiri, sembari menenangkan dirinya.


Zishu menenangkan dirinya beberapa saat. Sebelum akhirnya memberanikan diri berbalik badan. Ia melihat ke arah sekitar sebab tidak menemukan laki-laki itu di tempatnya tadi.


“Ke mana laki-laki itu?” tanya Zishu ketika tidak menemukan keberadaan laki-laki itu.


“Mungkin laki-laki itu sudah pergi ke area lain. Eum baguslah! Setidaknya aku lega sekarang,” lanjutnya, ia tersenyum lega.


“Apanya yang lega sekarang?” pertanyaan yang terdengar tiba-tiba itu dari arah belakangnya. Seketika tubuh Zishu menegang beberapa saat.


`Oh tidak! Apa laki-laki itu menghampiriku sekarang? Eh tapi tunggu—dulu, bukankah ini suara kakak?` batin Zishu


Dengan rasa ragu, Zishu berbalik badan. Ia kembali menggigit bibirnya, bersamaan dengan tangannya sedikit menutupi matanya. Jujur saja, ia belum berani melihat orang yang baru saja bertanya padanya. Namun kemudian ia merasa menghembuskan nafas lega. Ternyata memang benar kalau Chen lah yang bertanya tadi.


“Kenapa?” lanjut Chen menyipitkan matanya. Ia heran dengan tingkah Zishu barusan.


“Ti—dak apa-apa, kak! Hehehe,” cengengesan Zishu menggaruk tekuknya yang tidak gatal sama sekali.


“Benarkah? Lalu mengapa tingkahmu seperti ada sesuatu?” tanya Chen penuh selidik.


“Apa sih kak!? Aku tadi cuma panik kalau yang menghampiriku, sekaligus bertanya tadi adalah orang lain. Kan bisa saja ada orang lain itu mengenaliku dan akhirnya datang menghampiriku. Nyatanya bukan orang lain tapi kakak,” sanggah Zishu yang sudah tidak merasa panik lagi.


“Kenapa rasanya kakak meragukan ucapanmu? Hmmm kamu tidak sedang berbohong kan?” Chen berniat mengerjai Zishu dengan pura-pura meragukan ucapannya.


“Ish kakak, mana ada aku bohong? Ucapanku tadi benar, bukan bohong! Masa kakak tidak mempercayaiku,” kilah Zishu, memasang wajah cemberutnya.

__ADS_1


“Hahaha kakak hanya bercanda. Apa pun katamu pasti kakak percaya,” Chen tertawa lepas sambil mengacak-acak gemas rambut Zishu.


“Nih minum dulu! Baru setelahnya kita lanjut,” lanjutnya langsung memberikan sebotol minuman dingin.


“Terima kasih, kak! Minuman ini memang cocok di minum sekarang,” Zishu menerimanya dengan senang hati.


Tanpa menunggu lagi, Zishu membuka penutup botol minuman dingin itu. Kemudian meminumnya dengan cepat. Yah tenggorokannya memang sudah kering dari tadi, jadi wajar saja ia meminumnya dengan cepat.


“Pelan-pelan saja minumnya! Nanti kamu tersedak,” tegur Chen yang sudah lebih dulu meminum minuman miliknya sendiri.


“Hehe iya kak! Sekarang ayo pergi ke tempat selanjutnya,” ajak Zishu setelah selesai minum.


“Ke mana?” tanya Chen yang juga sudah selesai minum atau lebih tepatnya menghabiskan minumannya.


“Beijing Zoo,” jawab Zishu tampak bersemangat. Ia memang sudah sangat ingin ke sana. Bertemu dengan hewan si hitam-putih favoritnya, panda.


Beijing Zoo(Kebun Binatang Beijing) merupakan binatang tertua di China. Di dirikan sejak tahun 1906 dan berada di Distrik Xicheng, Beijing. Kebun binatang ini sering di gunakan sebagai pusat penelitian Zoologi. Di dalamnya terdapat 600 jenis hewan dan jumlah keseluruhannya mencapai sekitar lebih dari 5.000. Hewannya terdiri dari panda yang merupakan hewan identik China. Kuda nil, badak, jerapah, reptil, amfibi, buaya, aligator dan masih banyak yang lainnya.


Beijing Zoo sangat cocok di kunjungi untuk mengenal banyak hewan. Bukan hanya mengenal hewannya saja tapi hingga adaptasinya. Jadi akan sangat menyenangkan bukan? Mengenal banyak hewan secara langsung.


Zishu dan Chen segera pergi dari area danau itu. Selama berjalan keluar dari Beijing Botanical Garden, Zishu tidak henti-hentinya melihat ke segala arah. Rasanya ia belum puas melihat keindahan dari Beijing Botanical Garden. Yah meski begitu, ia sudah merasa cukup untuk hari ini. Zishu bisa melihat keindahannya lagi dari semua foto yang sudah di dapatkannya. Namun ia juga bisa ke sini lagi untuk melihat keindahannya secara langsung.


Sesampainya di luar kawasan Beijing Botanical Garden, Zishu dan Chen langsung saja masuk ke dalam mobil mereka. Begitu juga dengan para bawahan Chen yang sedari tadi senantiasa mengikuti keduanya dari jarak jauh. Kemudian mobil yang di kemudikan Chen mulai melaju dan di ikuti kembali oleh mobil para bawahannya.


***


Beijing Zoo


Jarak dari Beijing Botanical Garden ke Beijing Zoo, tidak memakan banyak waktu. Hanya sekitar 25 menit lebih waktu tempuh.


“Ayo masuk ke dalam, kak! Aku tidak sabar bertemu dengan para panda menggemaskan,” ajak Zishu sangat bersemangat. Ia langsung menarik tangan Chen, saking semangatnya.


“Kamu tampak tidak sabaran,” Chen tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Di biarkannya Zishu menarik tangannya.


Zishu tidak menyahut dan terus lanjut berjalan sambil menarik tangan Chen. Keduanya berjalan memasuki Beijing Zoo yang juga ramai pengunjung. Semakin memasuki kawasan Beijing Zoo, setiap mata pengunjung akan di sambut berbagai macam jenis hewan. Banyak dari pengunjung yang berdiam di salah satu kandang hewan. Entah untuk sekedar melihat atau memberikan makan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Zishu dan Chen sekarang. Keduanya sudah sampai tepat di depan kandang panda. Di sana terdapat banyak panda yang ukuran beragam. Para panda sibuk dengan dunianya sendiri. Beberapa dari panda juga sedang di beri makan oleh para pengunjung yang juga berada di sana. Zishu tidak tinggal diam saja, ia juga ikut memberi makan anak panda.


“Ayo makanlah panda kecil!” seru Zishu sembari mengulurkan sebatang bambu pada panda kecil yang ada di hadapannya.


Awalnya anak panda itu belum mau menerimanya. Ia bertingkah sangat lucu membuat Zishu semakin merasa gemas. Hingga akhirnya anak panda itu mau memakan bambu yang di berikannya.


“Ya makanlah agar kau cepat tumbuh besar!” Zishu tersenyum mengelus lembut panda kecil itu.


Setelahnya ia memotretnya menggunakan kameranya lagi. Bukan hanya anak panda itu saja tapi semua panda. Bahkan Chen yang sedang memberi makan panda lain, juga ikut di potretnya. Selesai memotret, Zishu langsung bermain dengan para panda itu. Ia bermain sampai akhirnya merasa puas.


“Padahal aku masih ingin bermain dengan kalian. Em tapi sekarang aku harus pergi. Masih ada beberapa tempat yang ingin ku datangi hari ini. Jadi lain kali aku akan ke sini lagi untuk menemui kalian semua,” ucap Zishu sedikit tidak rela pergi dari para panda yang menggemaskan itu.


“Kalian harus tumbuh besar, ok! Terutama untuk kau, si panda kecil. Makanlah yang banyak agar cepat tumbuh besar seperti mereka. Mengerti kan?” lanjutnya, ia kembali mengelus si panda kecil yang telah di berinya makan. Seakan mengerti dengan ucapan Zishu, panda kecil itu mengangguk-angguk.


“Uh kau sangat pintar dan menggemaskan! Andai biasa, aku pasti akan membawamu pulang sekarang Hmmm” siapa yang tidak akan merasa gemas pada panda kecil, tidak terkecuali Zishu.


“Para panda merupakan hewan yang di lindungi Negara. Jadi kita tidak bisa membawanya untuk di pelihara sendiri, Zizi!” ucap Chen memperingatkan Zishu.


“Iya aku tahu, kak!” sahut Zishu


“Sudahlah! Aku sudah merasa puas bermain dengan mereka hari ini. Sekarang ayo pergi ke tempat lain!” lanjutnya pada Chen. Bersamaan dengannya memperbaiki topi di kepalanya.


“Tempat apa lagi yang ingin kamu tuju sekarang?” tanya Chen menatap intens Zishu dari balik kacamata hitamnya.


Ya sekarang Chen memakai kacamata hitam di karenakan cuaca yang sudah mulai terik, menuju siang hari. Bisa bilang Zishu dan Chen sudah pergi jalan-jalan hampir 3 jam.


“798 Art Zone dan Jingshan Park!” jawab Zishu singkat.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...

__ADS_1


__ADS_2